
" Mas....., Abi kalau melanjutkan dokter spesialis ,mas keberatan ?".
" Gak yaaang, mas selalu mendukungmu berkarir, sama dengan kamu, walau mas bisa nafkahi kamu, kamu orang modern Bi , kamu mandiri, pengen berguna bagi banyak orang, mas paham . Karena mas juga begitu. Namun mas minta spesialisnya ambil di Canada."
" Di Canada biar kita tinggal di satu kota, mas gak bisa berpisah dengan mu Bi, sesibuk apapun kita wajib ber interaksi."
" Tidur sendiri gak enak Bi , lebih enak ada pasangan yang saling ngelononin."
" Hmmm..., pasangan halal saling terjang menejang juga kan mas."
Smith tersenyum.
" Komplit yaaaang."
Abi menyandarkan kepalanya di bahu Smith.
" Aku akan sangat sibuk mas, apa kah kamu bisa ngertiin aku? Gak mendua ?".
" Gak bakalan yannng, kamu fokus buat karir ,cita citamu, mas akan selalu men support kamu.Dan kakek gak mau ikut kita ke Canada, mas sudah bicarakan dengan tante tomboy, dia gak mau juga.Katanya mereka akan bolak balik menemui kita."
" Kamu harus kuat yaaang, mengepakkan sayapmu.Mas akan selalu ada , kakek ,tante, mami dan papi, kamu punya kami".
Abi memeluk Smith.
" Cara mu mencintaiku ,membuat aku nyaman , kamu sosok sempurna dan baik. Teeima kasih sudah memberikan kasih sayang yang tulus,selalu mengajari aku tentang arti sabar, karena kamu mas, aku menjadi tahu, apanitu arti mencintai tanpa ujung.Menyayangimu, walau tiada akhir kisah kita.Terima kasih atas segala waktu,cerita, kesemoatan, kebahagiaan,no one loves me like you do ! I love you more."
" Don't think no one loves you.
Janganlah kau berpikir tidak ada yang mencintaimu.What if no one loves you?
Bagaimana jika ada yang tidak mencintaimu?, " ujar Smith.
" Aku akan tersiksa , apalagi kalau itu kamu," ujar Abi menarik dasi sang suami.
Abi mengwcup bibir Smith ,ketika hendak melepaskan, malahan Smith meraih pinggang Abi, kemudian ******* Abi dengan intens, tentu saja Abi sangat terkejut.
__ADS_1
" Pancingan sempurna, " ujar abi bergaya nakal pada sang suami.
Smith hanya tahu, dia sangat mencintai wanita yang memang membuat hayijya deg deg ser sejak pertemuan pertama.
Abi tersadar ,jam istirahatnya sudah selesai 10 menit yang lalu, Abi pun merapikan pakaiannya.
" Mas, Abi kembali bertugas dan lihat , udah telat 10 menit".
Smith meraih sisir rambut merapikan rambut Abi.
" Mas akan kembali bekerja ya Bi."
Abi mengangguk.
" Nanti mas akan jemput, kalau mas sibuk, gak apa apa di jemput Dion kan ?".
" Udah gak apa apa mas. Abi bisa balek ke apartemen, kan gak jauh , hanya jalan kaki."
" Apa pengawal masih tetap mengawasi aku mas ?".
Abi hanya diam.
Mencintai butuh banyak penyesuaian.
Siang itu begitu membludak korban laka lantas, Abi dan lainnya pun saling mengejar waktu menyelamatkan pasien yang datang.
Sampai Abi tidak melihat pembatas di sebuah ruangan. Abi pun terjerembab, peningnya berdarah. Dan tentu saja para dokter terkejut dengan kejadian itu.
Dokter Edward langsung menangani Abi, benar saja lutut Abi membiru, dan dahi Abi terluka.
" Apa wajib di jahit dok?".
" Tidak, hanya perawatan lebih, agar tidak membekas lukanya Bi."
Abi mengangguk.
__ADS_1
" Minumlah teh manis Bi, biar agak hangat."
Abi pun meneguk beberapa teguk teh manis.Abi benar benar kelelahan, membuatnya kurang berhati hati.
" Lain kali ,hati hati ya Bi."
Abi mengangguk.
Edward memperhatikan Abi beberapa saat.
" Ehemmm...ehem...ingat dok, Abi udah punya pendamping," ledek Clara.
" Hmmm...,aku kalah di tikungan Clar, " ujar Edward.
" Pertama kali jatuh hati, trus patah tak bersisa, miris ya dokter Edward , mana sukanya sejak masuk kesini ,benar kan? " ujar Dokter Renold menahan tawa.
" Benar dok, Abi bukan tipikal mudah di dekali, apalagi bagi pria awam yang penggila kerja, begitu suka, kikuk, bingung mau bersikap gimana, yah salah langkah, kalah berkompetisi, istilahnya begitu, " ujar Dokter Edward.
" Kalau soal kedokteran jago, soal cinta minim ya dok, calon calon kencan buta deh," ledek dokter Renold.
Abi, dan Clara pun menahan tawanya.
" Jangan tertawa, dahimu lukanya lumayan dalam, nanti berdarah lagi Bi."
Abi kembali berusaha senormal mungkin.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1