
" Keingat kita sering terlambat, dan pak Baron menghukum kita," ujar Putera .
" Paling suka tidur ,yah Bams, " ujar Abi.
" Kerja kelompok, nyaman di rumah emak Nina, kita kenal sejak SMA sampai kuliahan jebol semua kedokteran, sampai sekolah buat perayaan, ingat gak ?, " ujar Nina.
" Ingat donggg, sampai pak Sinaga nangis, murid satu kelas nya banyak jadi calon dokter, bangga dia nya, " ujar Putera .
" Dah prepare kalian go ke Swiss dan Canada lah ya..., salut, kalian the best ," ujar Putera memeluk Bams.
" Susah preoare, hati yang berat, jauh darinpujaan hati, " ujar Bams menatap Abi.
" Abi cerita, dia kabur dari rumah si millioner, orang keganjengan mau jadi nyonya besar, dia malahan kabur, ngakak banget, " ujar Putera.
" Si Millioner? apa beda sama si mafia ?", tanya Sinai dengan mimik serius pakai banget .
" Mafia nya kan ada 2, mafia 1 kan benar benar ketua gebg, kalau mafia yang ke 2 ,itulah si millioner, Abi salah experimen, dia pikir mafia, jadi nama mafia udah melekat," jelas Bams.
" Millioner buat Abi kegakutan, jumpa di pesta waktu kita di undang Bams, yang selamatan sarjana, ingat, bule keren , yang misterius, sepupu Bams, " ujar Putera.
" Kamu tertarik sama dia Bi, jujur ,aku bisa lihat," ujar Putera.
" Jujur ,dia baik, care, dan rasanya dada ku dekat dia, rasanya nafas mau berhenti, " ujar Abi.
" Jangan lupa nafas dong Bi, ntar megap megap, kayak ikan gak dapat air, " ledek Nina ngakak .
__ADS_1
" Dia kayak cowok ala Tarzan, ala India, ngotot di usir kekeh nunggu, pening kan, ngadapinya gimana," ujar Abi.
" Trus ?".
" Hujan deras, angin kencang, kekeh di teras, mana dia flu, kan aku terkesan jahat banget, benar benar bingung hadapinya.Trus aku temui, hmmmm..... ya udah sih, suruh dia pulang, aku gak bisa kejam, entar emakjya datang bawa samurai, anaknya di gituin, bisa gawat juga kan."
" Benar juga Bi, ntar kamu di boikot, hehehe," ledek Nina.
" Bi, kamu putih banget, apa gak si Bams ,gagal move on, sepupu nya ngejwar kamu, apalagi sampai kalian kawinan ,kasihan kalilah Bams ku itu."
" Hmmmm...., jodoh gak bisa di paksa lohhhh, kita mendoakan, orang yang kita cintai, bersanding , nerima kita, kalau gak nerima kita, yah wajib iklas, kebahagiaannya di atas derita ku, istilahnya gitu, nanggung iklasnya , benar kan Bams," ujar putera ngakak.
" Yang benar itu, kita iklas merelakan orang yang kita sayangi, asal dia bahagia, benar kan Bams," ujar Sinai .
Bams hanya menatap Abi.
" Kalian naik apa kesini ?".
" Kalian gaknliat ,tuh Lezus nya Nina, hadiah dari calon suaminya, keren kan".
" Kami naik motor scoopy butut, " ujar Abi, di sambut ngakak teman teman mereka.
" Abi nih, low profile banget, pengusaha tajir melintir ," ujar Sinai.
" Usaha hotel jalan, usaha perkebunan jalan ," ujar Putera.
__ADS_1
" Aku hanya kroco, mobil aja rusak rusak, " ujar Abi.
" Mau ku jual aja dehhh, "ujar Abi.
" Pas penting, pasti kumat," ujar Abi.
" Kalian udah enak Bi, udah ada SIM internasional, dimanapun bisa bawa mobil ".
" Tante Belanda suruh buat, kadang kalau liburan ,kesana, yah gak tergantung sama siapapun , kalau mau kemana mana."
" Bi, nanti kamu di Swiss aku datang, kita jalan ke tempat syuting crash landing of you ya, Hyun bin sama sama Son Ye Jin."
" Datangla Sin, kita bakalan kayak dramkor cetar membahenol kesukaan kita, kalau perlu di danaunya kita main piano juga ,hehehehe," ujar Abi .
" Udah jangan malam pulangnya, besok kan Nani menikah, wajib kita datang, dan kita cabut dulu lah, kapan reuni lagi," ujar Bams .
" Tadi udah acara foto bareng, jadinsudahlah ya, lelah sangat juga, " ujar Abi tersenyum manis .
Mereka pun pamit dan pulang, sewaktu pulang, Bams yang membonceng Abi sampai di rumah.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment