Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
2 Hati


__ADS_3

" Sekarang apa lagi? Aku sudah diujung tanduk? Menyelamatkan 5 nyawa dan mengorbankan satu nyawa. Apakah memang benar Tuhan itu Maha Adil? Ya aku akan berusaha keras menjalani hidup dengan sebaik mungkin dan seiklas nya. Asalkan aku hidup Jujur, Tulus dan Ikhlas maka aku akan selamat, setidaknya Tuhan menguji kesabaranku saat ini. Jujur saja aku belum siap menghadapi dunia ini seorang diri, namun kenapa harus aku. Om, jangan pilih aku.... Kenapa? Om tidak beri aku pilihan yang bisa kupilih. Kenapa pilihan yang kau suruh aku memilih diantara pilihan yang tak bisa kupilih. Apakah itu adil buatku Tuhan? Kenapa harus Om Jojo yang memilihku bukan Haidir saja, aku mencintainya dan menyayanginya. Dia begitu baik dan lembut, sementara Om itu kasar dan menyebalkan. Sesuka hatinya suruh ini dan itu, aku tertekan dan gak nyaman sama sekali. Aku juga punya cita-cita yang ingin aku raih kelak, tapi semua masa depanku sudah hancur dibuat oleh Om Jojo yang bagi keluarga ku adalah malaikat. Tapi bagiku dia adalah bencana dalam hidupku ini. Apakah dikehidupan sebelumnya aku sudah melakukan kesalahan yang membuat Tuhan murka padaku dan memberikan karma yang berat padaku dikehidupan sekarang? Ya....mau gimana lagi sekarang!!!".


Kataku kesal sambil meninju jendela kamar.


Aku masih diam menatap dinding kamarku,


Aku" Ah.... Abang Haidir. Sepertinya Allah berkehendak lain pada kita berdua, kita ditakdirkan bertemu dan bercinta tapi berpisah pula akhirnya. Bukan perpisahan yang kutangisi tapi pertemuan lah yang kusesali. Kenapa Harus bertemu dan berkasih sayang kita karena pada akhirnya kau dan aku terluka jua. Akulah yang menyakitimu dengan kejam, akulah yang membodohi mu dengan sengaja. Tapi apalah dayaku Abang ...? Tembok yang harus kulawan begitu tinggi dan besar. Melihatnya saja aku tak sanggup lagi, ketahuilah Abang jika aku diharuskan memilih Kau, Om dan Keluarga. Sudah pasti, aku akan memilihmu...! Tapi aku hanya diberikan 2 pilihan yang tak ingin aku pilih. Ibu dan adikku...! Aku lebih memilih mengalah pada nasipku saja. Ketahuilah Abang, saat inipun aku masih tak rela bersama Om. Allah menakdirkan aku untuknya, Allah punya jalan lain untuk ku. Lalu aku harus apa Abang sayang? Aku harus bagaimana melewatimu jika kita bertemu kelak ditengah jalan? Anggap saja Ulan Nafisah Anggara sudah mati...!!"


Kataku dengan air mata menetes dengan deras sekali.


Berkali-kali ku hapus air mataku, namun sepertinya air mataku lebih jujur dari hatiku.


Aku terus mengingat kenangan indah bersama Haidir selagi kami dikampus. Solat dan makan bersama, aku juga sering bawa bontot untuk kami makan bersama.


Begitu juga kenangan indahku saat bersama adikku ketika kami pergi berlibur bersama keluarga saat kami masih kecil. Begitu manis dan indah kala itu, aku dan adikku bersuka ria bermain dan bercanda.


Tapi.....


Semua....


Sirna....

__ADS_1


Kala aku ingat bagaimana perlakuan Om padaku, memaksaku bahkan merebut paksa ciuman pertamaku. Haidir saja tidak pernah menciumku meski kami sudah lama bersama. Aku ingat tiap inci bagaimana Om memaksaku sesuai kehendaknya, lalu Om juga mengancamku dengan tatapan tajam dan sadis begitu


Membuat aku jadi ketakutan setengah mati, sampai-sampai aku tidak bisa berpikir realistis. Dia membuatku harus patuh padanya, semua kehendak dan perintahnya juga harus kupatuhi.


Oh, Tuhan. Adilkah ini padaku?


Secara tidak langsung, Om sudah membeli ku dengan cash. Ibu butuh perawatan dan Om butuh aku. Pertukaran yang sepihak membuatku harus pasrah dan mengikuti saja.


" Kurasa tidak ada yang adil untukku! Kenapa ini harus terjadi padaku? Dosa apakah yang sudah kuperbuat dikehidupan yang lalu, sehingga nasibku seperti ini? Apakah aku salah? Apakah dosaku yang lalu belum terampuni oleh mu Ya Rabb....?".


Kataku dalam hati menyesali apa yang sudah terjadi padaku.


Aku ingin protes padanya. Apakah aku tidak pantas hidup di dunia ini dengan baik bersama orang yang kucintai dan kukasihi?


Aku harus meninggalkan cintaku, aku harus membuang hatiku. Tuhan, bawalah hatiku pergi, jangan pernah kembali hingga tiba saatnya malaikat pencabut nyawa datang menemui Ku. Aku ingin agar hatiku tetap bersih dan suci dari kotoran dunia ini. Bawalah hatiku ini, jangan pernah kembali.


Tuhan, kenapa aku harus menghadapi hidupku yang malang ini. Kenapa tidak cabut saja nyawaku, setidaknya aku masih seperti Ulan yang dulu lagi.


Setidaknya hatiku masih sama seperti yang dulu, sepenuhnya milikku. Sepenuhnya masih kumiliki, tidak tersakiti dan ternodai. Jika ini yang terbaik, yang terbaik dipilihkan oleh Mu Sang Maha Cinta. Aku menerimanya.


Aku akan belajar untuk menerima,

__ADS_1


Aku akan belajar untuk Ikhlas....


Lamunanku begitu panjang, hatiku begitu hancur kala orang tuaku berkata demikian. Jojo, bagimu aku adalah anugrah, tapi bagiku kau adalah musibah.


" Egoismu, keras kepala dan keinginanmu itu sudah membawaku kedalam jurang. Hampir saja aku masuk neraka karena mu, apakah cintamu sekuat dan sebaik itu kelak? Hanya Tuhan yang tahu, aku kalah....!!!".


Kataku sambil menatap jendela kamar.


Kurasakan duniaku runtuh seketika,


kurasakan hatiku hancur semua...


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2