
Si Om masih belum beranjak dan tetap bertahan menatapku dengan wajah kesal.
"Om kok tidak bergerak? Kok wajahnya kesal ya? Ada apa sih Om? Heh???".
Tanyaku polos dan tersenyum.
' Gadis nakal sialan. Berani mempermainkan aku didepan Ibu nya, pintar bersandiwara juga. Jadi tambah menarik dan mempesona saja. Sebaiknya aku harus kerja lagi...!'.
Gumamnya dalam hati sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan Ibu.
' Berhasil..! Hore berhasil...! Aku memang jenius dalam mengusir setan dan iblis. Om itu wujudnya saja yang manusia dalam nya setan iblis, akhirnya aku merasa puas. Tapi tadi aku melihat wajah Om kesal begitu, mungkin gara-gara aku ngerjai dia. Mampuslah aku habis ini, setelah ini dia akan melahapku hingga habis. Sebelum itu dia akan mengulitiku sebelum memasakku, Hiks....hiks....!!!. Habislah aku ditangan nya. Siapa yang bisa menyelamatkan aku sekarang ya? Dengan jahilnya dan percaya dirinya aku membuat nya kesal setengah mati...! Siapa suruh dia duluan yang mulai. Hiks....hiks.....!!! Matilah aku!ππ'.
Kataku dihati dengan penyesalan.
Azan magrib berkumandang, dan kulangkahkan kaki berwudhu. Ibu juga melaksanakan solat di tempat tidur saja, karena Ibu tidak bisa berdiri.
Selesai solat kusalami dan kucium Ibuku.
" Besok Ibu akan operasi, Om sudah bilang begitu ke aku tadi siang. Aku tidak tahu jam berapa operasinya Ibu. Maaf tidak bisa mendampingi Ibu besok karena aku harus kekampus, aku harus menyelesaikan beberapa tugas lain untuk kenaikan semester. Gak apa kan Buk?".
Dan Ibu hanya menggelengkan kepala saja.
Air mataku menetes,
" Apapun yang bisa membantu Ibu akan aku lakukan, karena aku sayang Ibu. Tahukah Ibu meskipun itu harus menelan seribu jarum pasti akan aku lakukan dengan ikhlas demi kesembuhan aibu. Ketahuilah Bu, adik masih membutuhkanmu saat ini, aku sudah bisa mengurus diriku. Jadi Ibu jangan kuatir lagi dengan keadaanku, Ibu harus pikirkan bagaimana agar Ibu sembuh secepat mungkin. Karena mental adik masih lemah. Kumohon sembuhlah Ibu...!".
Pintaku sambil meneteskan air mataku.
Ibu memelukku dengan erat dan menangis juga sambil sengkukan.
" Terimakasih ya, sayang Ibu!!!".
Kata Ibu dan aku hanya menganggukkan kepalaku saja sambil memberi jempol.
'Ya Ibu...! Apapun itu akan kulakukan walau harus ditukar dengan nyawa dan kebahagiaanku. Apapun itu Ibu, percayalah aku akan baik-baik saja, aku kuat dan memang harus seperti itu...!'.
Gumamku dalam hati dengan sedih.
Selesai makan malam Ibu tertidur pulas karena 10 menit yang lalu seorang Suster masuk dan menyuntikkan cairan kedalam infus Ibuku. Mungkin saja itu obat yang membuat Ibu tertidur, aku membaca buku untuk membunuh sepiku. Masih membaca 2 lembar tiba-tiba Om datang dan mengajakku makan malam diluar.
"Lalu bagaimana Ibu? Tak ada siapapun disini menemaninya Om? Tidak ah....!!!?".
Tanyaku manja dan mencari alasan. Om mengambil ponsel dan menelpon.
Bla....bla....bla...!!!!
Seorang Syster datang tidak lama berselang,
" Ya pak. Ada apa?".
Tanya nya pada Om ku.
__ADS_1
"Saya ada perlu, tolong tetap disini sampai saya kembali...!".
Tegas Om dengan singkat sekali.
" Oh siap Pak!!!".
Suster menjawab sigap. Om menyeretku pergi dan masuk kedam mobil Om.
Aku duduk dibelakang dan Om mengerutkan dahi dengan tatapan kesal dan geram.
"Hei syg....!!! Saya bukan supir kamu loh. Om yang kesitu atau kamu? Jika Om kesitu maka kita tidak jadi makan, bagaimana?".
Tanya Om padaku dengan nada dan wajah yang kesal setengah mati.
Aku langsung pindah kedepan dan kamipun melaju meninggalkan rumah sakit entah kemana. Aku hanya diam membisu sambil menatap kejendela, menikmati indahnya lampu lampu jalan di Kota Medan.
Sesekali Om curi-curi pandang menatapku dengan wajah sedih, entah apa lagi yang terjadi padanya akupun tak tahulah. Wong om susah ditebak kok, bentar akalnya sehat bentar lagi sakit jiwa bikin hatiku kesal saja.
Aku mencoba membuka suara sambil memecah keheningan kami dan membuat nya terkejut setengah mati kayak orang kena serangan jantung dengan ucapanku.
" Sampai kapan akan menjadikan aku mainan Om? Apakah Om suka demikian??? Hah??".
Ketusku dengan wajah datar.
Tak kudengar suara apapun keluar dari bibirnya yang merah nan Sexy itu. Om hanya diam, mungkin masih kesal atau malah sebaliknya...! Marah padaku.
"Demi Ibuku loh Om. Apapun pasti akan kulakukan walau taruhannya nyawaku sekalipun itu, tahukan Om kedatangan Om dalam hidupku membuat dunia ku hancur. Ciuman pertamaku, ketakutan ku pada Om yang agresif dan yang jelas posesif membuatku tidak nyaman sekali. Om, bicaralah...!! Tolong!!".
Seketika Om menginjak rem....π«
Cit.....cit....cit....π«π«
Alangkah terkejutnya aku, kukira matilah aku saat ini juga dan malaikat mencabut nyawaku hari ini. Spot jantung aku dibuat Om, sumpah terkejut aku.
"Apa aku menakutkan sekali dimatamu?" Tanya nya tegas dengan mata tajam seperti elang yang hendak menerkam mangsa.
"Iya...terkadang aku seperti ingin mati saja...!!" Kataku dengan nada dingin.
Auraku begitu dingin dan gelap, gimana enggak wong Om seperti itu samaku. Dia sudah berhasil menakutiku dengan mengancam ku dengan alasan Ibu, padahal Ibu kakak nya loh. Tidak habis pikir saja aku dengan sikapnya yang seperti itu.
Om tiba-tiba menggapai kepalaku dan mencium ku dengan paksa.
Muaaa.....ch, π
Bibirnya yang sexy mendarat mulus dengan tenaga dibibirku.
"Jangan berkata seperti itu, ucapanmu mengiris hatiku. Memang caraku salah sayang, tapi itu karena aku tidak ingin kamu pergi dari sisiku. Semenjak mengenalmu aku baru sadar ternyata aku sudah jatuh cinta padamu anak nakal...! Percayalah, ini serius?".
Ketusnya sambil mencium hangat lagi bibirku.
"Balaslah ciumanku kali ini".
__ADS_1
Katanya sambil memohon dengan tatapan mata sedih nan sayu.
Aku mencoba pasrah saja dan membalas ciuman nya.
Hah ...hah....Hem.....Hem....!!! π
Om memelukku dengan erat tanpa sadar dia menarikku dan aku duduk dipangkuan nya, tahu apa yang kurasa....?
Begitu hangat dan nyaman sekali. Aku lupakan semua bahwa ia adalah sepupu ibuku. Karena terlalu eratnya Om memelukku dan lamanya kami berciuman aku sedikit sesak, aku mencoba lepas darinya. Om sadar akan sikapku itu dan melepasku.
Hah....ha.....haaah.....!!!!
Nafasku hampir saja terhenti karenanya.
Aku hampir saja mati kerena tidak bernafas.
Dia tersenyum dan mencium hidungku.
"Jadilah anak baik, maka aku akan memperlakukanmu dengan lembut".
Sambil mengelus kepalaku.
Aku menatap wajah tampan nya dengan datar, ' Apa yg sudah kulakukan adalah dosa. Habislah aku, kenapa aku harus mengikuti kemauan nya itu?'.
Gumamku protes dalam hati.
Om memandang wajahku begitu lama...
" Apa masih mau berlama-lama duduk dipangkuan ku?".
Katanya genit sambil ketawa geli.
' Oh My God sejak kapan aku berpindah kepangkuan nya? Nyesel lah aku duduk didepan?'.
Gumamku lagi.
Wajahku memerah dan langsung saja berpindah ke sebelah. Entah sejak kapan aku patuh perintahnya dan mengikuti semua kemauan nya juga. Kadang dia memperlakukan aku dengan lembut dan kadang juga kasar. Membuatku harus siap siap gagal fokus, wong orang edan kok.
Yup tentu saja sial.....sial....!!! π
Terkadang hati lebih jujur dari bibir dan sejujur-jujurnya hati lebih jujur lagi batin kita. Cinta gak kenal usia, siapa dan dimana. Cinta gak pernah salah memilih tapi cara kita yang salah memilih cinta. Karena saya juga sudah mengalaminya saat ini...
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1