Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Diskusi panjang


__ADS_3

" Jangan...! Aku belum siap. Sungguh aku takut...!!".


Kataku sambil ketakutan.


' Sial, serigala ini sepertinya lapar apa yang harus kulakukan. Sekarang aku tidak bisa menghindar karena sudah kewajiban ku sebagai istri melayaninya, Ibu...! Tolong aku. Aku takut...! Bagaimana ini?!'.


Gumamku pilu dalam hati.


Aku hanya diam dan menundukkan kepala ku tanpa menatap nya meskipun ia tepat dihadapanku.


Yuuuup....! Tepatnya sedang menindihku.


"Sayang...! Coba tatap aku? Apakah aku menakutkan?".


Pintanya lembut.


Aku menganggukkan kepala saja tanpa menatap wajahnya sedikitpun.


"Sayang, bukankah sudah janji memberikan aku kesempatan sekali saja? Ingat?".


Katanya dengan nafas panasnya menghembus telingaku.


Wajahku memerah dan mulai gugup, jantungku berdebar kencang tak menentu seperti hendak copot dan lari entah kemana. Aku berusaha untuk tenang, tapi tak bisa karena ia menatapku lembut sekali.


"Aku takut...! Aku takut...! Tolong jangan menakutiku....!!".


Kataku dengan gemetaran.


"Sayang! Jangan takut, coba tatap aku? Sekali saja...! Akan ku beri pengertian. Cobalah sekali saja tatap aku! Please....!!".


Pinta Om dengan lembut dan hangat.


Ku beranikan diri menatapnya dengan perlahan kubuka mata, dan...


Apa yg terlihat oleh ku....?


Jeng.....Jeng....πŸ“£


Seperti kilat menyambar hatiku, ⚑


Deg...Deg....deg.....πŸ’–πŸ’—


Deg....Dig....Dug...πŸ’–πŸ’–


Kulihat wajah suamiku yang memerah seakan sedang merajuk dan berharap aku memberikan hak nya. Keringan bercucuran dari kening nya dan ujung hidungnya yang mancung mendarat tepat di pipiku.


Dia seakan sedang menahan suatu rasa yang tidak bisa dibendung nya, aku melihatnya merasa pilu dan kasihan.


Aku mencoba memandang matanya dengan rasa cinta... Aku mulai membuka hatiku untuk suamiku ini meski aku agak takut dan penuh tekanan batin.


"Apa kamu masih belum percaya padaku? Bukankah kamu memberikan aku kesempatan untuk membuktikan? Sayang, aku tidak main-main untuk hidupku. Aku benar-benar ingin kamu jadi Ibu dari anak anakku kelak. Percayalah aku mencintaimu sayangku....!".


Katanya meyakinkan ku.


"Aku tidak tahu cara melakukan nya!".


Dengan tersipu malu kukatakan itu padanya dan aku hampir pingsan.


"Aku juga sama, belum pernah melakukan nya seserius ini. Ini yang pertama bagiku, ayo kita ukir kenangan indah bersama. Apa kamu mau sayangku...?".


Katanya lembut dengan menahan nafas berat

__ADS_1


" Aku gak tahu apapun!!!".


Kataku dengan wajah malu.


" Tenang saja, ikuti nalurimu?".


Kata Om lagi.


" Mau bagaimana, aku tak bisa?".


Kataku manja padanya.


" Intinya kamu jadi anak baik saja, ikuti saja kataku. Kamu paham?".


Katanya sambil terdiam menatapku dalam.


"Ya aku mau...!".


Kataku pasrah.


"Bismillah, Assalamuaaikum... Wahai istriku...! Aku mencintaimu sayang...!?".


Katanya dengan lembut.


" Bismillah, Walaikumsallam wahai imamku. Aku menerima mu karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang...!".


Kataku lembut membalas salam dari suamiku itu sambil mengikhlaskan hati.


"Jangan takut sayangku, buka matamu dan lihatlah aku ini suamimu...!".


Kata Om lembut sekali.


" Hm....mmm! Ya suamiku!!".


Asik......asik......asik.....flip......flip....!


Go......go...πŸ’‹πŸ’•


Dia memandangku dan tersenyum tipis seakan bahagia karena aku membalas cinta nya dengan tulus.


Dicium dan kecupnya aku dan sambil membuang nafas panasnya ketelingaku.


Oh No, Getarkan bibirmu. Bicaralah sayang, walau kau berdusta... Aku takkan marah.


Apabila dirimu... Tak mau dibicara. Berarti hatimu, ada kebimbangan. Ijinkanlah aku, untuk meyakinkan. Bahwa diriku, masih sayang padamu. I love You...!!


Aku hanya diam...


Tapi.....!!? 😲


Aku gemetaran dan sontak membuatnya menatapku tajam dan serius.


"Jangan takut, ini aku...suamimu.!".


Katanya meyakinkan bahwa aku tidak salah.


"Aku masih takut...! Aku takut...!".


Kataku dengan nada gemetaran.


"Aku juga takut, tapi harus kulakukan demi Sunnah Rasul. Percayalah setelah ini kamu tidak akan takut lagi!!".

__ADS_1


Katanya seraya meyakinkan aku untuk percaya dengan bujukan lembut.


Aku hanya menganggukkan kepala dan mulai mempercayai semua katanya, manalah aku berani karena dia bawa-bawa nama Rasul.


Berdosa kalau tak dilayani suami, gitulah kira-kira, selebihnya minta maaf cuy.....!!! πŸ˜‚


" Kamu jangan takut sayang...!?".


Katanya dengan lembut membujuk aku untuk tidak takut dan menangis.


' Kapan semua ini akan berakhir? Ya Tuhan semoga saja cepat berakhir...! Aku takut!'.


Gumamku dalam hati ketakuta.


"Haram kalau berhubungan tanpa sehelai benang pun sayang. Pantang...!?".


Kata Om memberitahu sedikit tentang Hukumnya berhubungan badan itu tak boleh kalau telanjang bulat. Harus ada setidaknya sehelai benang yang menempel ditubuh.


Aku hanya menatapnya sayu dan penuh hasrat, tak kusangka meski tua tapi seleranya muda banget loh,


Hi.....hi....hi....iii🀣


Kutatap suamiku itu dengan intens tanpa berkedip sedikitpun.


Dia mengambil segelas air dan memberikan aku minum,


"Haus kan sayang...? Minum dulu baru kita lanjut lagi ya!".


Katanya sambil tersenyum nakal.


Kuminum air dan tetap berbaring, diapun mulai langsung meniduriku lagi, dan mulai ganas tak seperti tadi yang lembut dan bersikap manis menurutku.


Seketika tubuhku gemetaran begitu dahsyat dan dahsyatnya....!!!


Wow....😍


wow.....πŸ˜‘


Dan membuat suamiku terdiam, aku masih menutup mata ku dengan berderai air mata. Itu berhasil membuatnya makin semangat denganku.


"Sayang lihat aku. Ini aku suamimu....!".


Katanya sembari membujukku kembali.


Kami awali dengan Bismillah, biar berkah.


" Aku takut! Tolong jangan kasar. Lembutlah sedikit, kamu menakuti aku lagi. Hem...?".


Kataku dengan pelan, tentunya dengan nafas terenggah-enggah begitu.


Dia tersenyum, mengelus pipiku yang chuby. Dia membelainya lembut dan begitu hangat sekali kurasakan sentuhannya.


' Semoga saja kamu bisa lebih tenang, wajar kamu gelisah dan takut sayang. Ini adalah pengalaman pertamamu bukan? Aku bisa mengerti akan perasaanmu, karena aku juga demikian kok. Tenanglah sayang, jangan takut. Aku sangat mencintaimu...!!'.


Gumam Om dalam hati kecilnya berharap aku bisa lebih tenang lagi.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2