
Pagi yan cerah, Si kembar sudah berumur 8 tahun dan hari ini tepatnya Hari Ibu.
" Papa...? Ada perayaan Hari Ibu disekolah, Papa bisa datang tidak nanti....!?!".
Nada bicara Ryu menebas hati Jojo, seperti Anime Samurai X.
" Papa kalau sempat datang, kalau tak datang ya sudah tak apa...? Lagian sudah seperti ini tiap tahun. Kami sudah terbiasa....!!".
Kata Hie dengan nada menyinggung, sampai melirik Jojo dengan begitu tajam.
Suasana hening dimeja makan saat sarapan pagi, Mommy hanya diam saja. Namun tatapan matanya sedih mendengar perkataan anak-anak yang semakin paham saja.
" Jam berapa acaranya sayang...?".
Nada bicaranya Jojo seperti dibuat-buat.
" Papa tak usah repot, kan Papa sibuk. Biar mbok aaja yang wakilkan atau nenek saja juga boleh kok, Papa...!!".
Kata Ryu dengan sangat cuek,
" Lagian tiap tahun tak ada istimewanya kok Papa. Kami tak apa kok?".
Kata Hie mencoba menenangkan Jojo, meski tatapan matanya marah.
Aisyah Hikari Malik, 6 tahun.
" Papa? Kapan mama pulang sih? Kok lama sekali ya Papa? Isa rindu Mama... Papa cuma kasih lihat foto Mama saja. Mama kapan pulang , aku ingin jumpa Mama....!!!?".
Kata Isa dengan manja dan sedih,
Maklum Isa tidak bertemu dengan Mamanya sejak lahir karena sudah meninggal. Hanya foto saja yang terpampang dikamar dan ruang tamu, sebagai pengobat rasa rindu.
" Sabar dek, Mama masih punya urusan penting. Nanti Mama pulang ya?".
Kata Ryu, anaknya dewasa dan mandiri sama seperti papanya, tak beda banget.
Jojo, Ryu dan Hie.... Mereka bertiga seperti kembar. Wajah dan parasnya sama. Bahkan warna kulit mereka sama. Dan sifatnya juga sama, keras kepala dan berkarakter.
" Iyaa dek. Sabar saja ya, Mama pasti nanti pulang. Sabar dek....! Sabar ya cantik...!".
Kata Hie mencoba untuk menenangkan hati adiknya yang sedih.
Sebenarnya si Kembar sudah tahu kalau Mama sudah tak ada, cuma Jojo dan neneknya belum siap memberitahukan mereka yang sebenarnya.
" Hari ini Papa tak kerja, ayo kita kesekolah kalian saja. Habis itu kita jumpa sama Mama? Gimana? Mau...?".
Senyum Jojo membuat mereka bahagia dan senang bukan kepalang.
" Asik...!? Akhirnya aku bisa bertemu dengan Mama. Hore...!!! Hore....!!! Mama sayang... Tunggu Isa ya Mama...!! Hore....!".
Kata Isa dengan hati gembira, seperti taman bunga yang bermekaran saja.
Akhirnya Jojo tidak jadi kerja. Mereka bertiga bersekolah di Yayasan yang sama jadi mudah untuk mengurus nya.
Acara Hari Ibu akan segera dimulai, dan Jojo duduk bergabung dengan orang tua lainnya. Benar saja, ketiga anaknya itu terlihat murung dan meneteskan air mata melihat temannya memiliki Ibu. Sementara mereka hanya punya Papa, Jojo merasa sedih dan hancur melihat buah hatinya sedih dan diam saja.
Namun apalah daya, bukan kehendaknya untuk berpisah dari istri yang paling dicintainya didunia ini. Kita yang punya rencana, namun Tuhan yang berkehendak.
' Hai sayang. Sudah 6 tahu berlalu, anak-anak tumbuh dengan baik, cerdas dan pintar. Isa sangat mirip denganmu sayang, aktif, lucu dan menarik. Aku melihat dirimu dalam mata Isa yang unik itu, ketika melihat Isa... Aku melihatmu. Tawa dan senyumnya semua mirip denganmu. Baru kali ini aku menghadiri Perayaan Hari Ibu disekolah anak kita, ya begitulah sayang. Hatiku sedih dan hancur melihat buah cinta kita menangis melihat anak yang lain dengan Ibunya, mereka tidak ada. Andai kau disini mereka pasti sama bahagia seperti anak yang lainnya. Sungguh aku tidak berani menatap wajah Isa dengan lama, aku melihat dirimu dimatanya. Aku teringat akan dirimu ketika melihat nya dan membuat aku sedih hingga mau mati saja. Hari ini aku ingin anak-anak kita merayakan Hari Ibu bersamamu sayang, hari ini aku akan berbicara jujur tentang dirimu pada mereka. Aku tidak akan berbohong lagi, karena cepat atau lambat mereka akan tahu juga kenyataan nya... Sayang? Apakah kau mendengarkan aku? Sayang... sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu, sungguh aku masih merasakan kau itu ada selalu bersamaku. Wangi tubuhmu... Aku masih ingat dengan jelas sekali sayangku. Andai kau bisa melihat pertumbuhan anak kita, kamu pasti senang. Tunggu aku ya, setelah anak kita mandiri kelak... Aku akan menemui mu sayang. Jadi tunggu aku, maka aku akan menantimu".
Kata Jojo menangis didalam hati, melihat si Buah hati begitu sedih.
Selesai acara, mereka mampir ketoko bunga dan membeli buket bunga.
" Sayang beli bunga untuk mama!!".
Kata Jojo kepada anak-anak dengan lembut.
__ADS_1
" Mama suka bunga seperti apa Papa?".
Kaya Ryu bertanya.
" Hem...? Iya apa sih Papa? Penasaran selera Mama yang bagaimana sih...?".
Tanya Hie bertanya kembali.
" Kalau tak salah Bunga Mawar Merah dan Mawar Putih! Kalau tak salah sih...?".
Kata Jojo dengan begitu yakin.
Mereka membeli 3 Buket bunga, 2 Mawar Putih dan 1 Mawar Merah. Dan mereka langsung menuju pemakaman umum.
" Papa kok kita kesini? Katanya mau bertemu dengan Mama? Papa bagaimana?".
Protea Isa mulai takut dan bingung.
Hie dan Ryu sudah paham, tapi tetap saja tak percaya dan diam saja.
' Benarkan Mama sudah meninggal, Papa dan Nenek bohong sih? Kenapa harus bohong?'.
Gumam Ryu dalam hati sangat kesal karena Jojo dan neneknya membohongi mereka.
' Papa, maaf ya. Karena kami Papa jadi sedih? Mama beneran sudah tak ada ya? Aku tak percaya lagi pada papa...!!'.
Gumam Hie dalam hati dengan rasa kecewa yang begitu besar.
" Sudah ikut saja, Mama sudah menunggu kalian diujung sana. Jalannya memang harus lewat dari sini kok!!".
Kata Jojo mulai meyakinkan anak2nya.
Sesekali mengalir juga sungai deras dipelupuk ujung daun, tapi ditahanya demi buah cinta nya itu.
Berjalan selama 10 menit, mereka berhenti disebuah gundukan tanah yang terlihat begitu terawat dan sangat bersih sekali.
" Assalamuallaikum sayang? Aku membawa anak-anak untuk merayakan Hari Ibu bersamamu tahun ini. Selamat Hari Ibu sayangku, aku mencintaimu!!".
Kata Jojo sambil tersenyum dan sesekali menyeka air mata yang berjatuhan.
Anak-anak meneteskan air mata sampai sengkukan dan menjadi-jadi.
" Papa...!! Hiks.... Hiks.... Jadi Mama....? Hiks... Sudah tak ada ya? Papa?". π
Kata Ryu sambil sengkukan dan menangis.
Isa" kenapa papa bohong? Papa jahat??"
Hiks...hiks.....hiks....!!".ππ
Kata Isa menangis kencang dan sekuat tenaga berteriak.
" Papa...??? Kenapa Papa bohong!!?".
Kata Hie juga menangis kencang sekali.
" Apalah daya Papa sayang? Papa hanya tak sanggup berbicara kepada kalian?! Maafkan Papa sayang ku? Maafkan Papa...!??".
Kata Jojo dengan begitu pasrah dan sangat terpukul dengan ucapan buah hatinya
" Papa jahat.....! Mama....! Mama .....! Aku mau bertemu dengan Mama....! Mama .....!".
Kata Isa berteriak, dia begitu marah karena selama ini sudah dibohongi oleh Papa dan Neneknya.
" Setelah Isa lahir, Mama langsung meninggal karena terjatuh dikamar Kakak kembar. Mama lebih memilih Isa untuk selamat, Mama sudah meninggal 6 tahun yang lalu sayangku. Jadi jangan pernah kalian tunggu Mama pulang lagi, karena sebenarnya Mama sudah pulang ke rumah yang Maha Kuasa...! Paham kan sayangku? Kalian sudah tahu sekarang!".
Kata Jojo menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada mereka.
__ADS_1
Hie dan Ryu mengangguk, mereka sudah lebih bisa menerima kenyataan ini dibandingkan Isa yang masih kelas 1 SD.
" Mama...! Ini Ryu datang bawa Buket Bunga Mawar Putih buat Mama. Selamat Hari Ibu untuk ?ama... Semoga Allah menjaga Mama disana. Seperti Papa menjaga kami disini dengan baik. Sekali lagi Mama sayang...! Selamat Hari Ibu...! Love you Mama...!".
Ryu meletakkan buket bunga sambil tersenyum melihat nisan Mama nya dan berdoa kepada Allah untuk Mama.
" Hai Mama. Selamat Hari Ibu, meski Mama audah tak ada tapi Mama ada dihati kami. Terima kasih karena sudah melahirkan, menjaga dan memberikan kami ASI Mama... Selamat Hari Ibu untuk mama tercinta...!".
Hie meletakkan buket bunga dan berdoa.
Isa masih saja menangis sedih, melihat kedua kakaknya itu terdiam dan mencoba tabah. Isa jadi diam dan paham sedikit.
" Mama maaf ya, Isa cuma mau bertemu dengan Mama. Selamat Hari Ibu mama, I love you. Mama.... Mama.... Aku sayang Mama!!".
Kata Isa sambil meletakkan buket bunga dan berdoa.
" Lihatlah sayang mereka anak yang cerdas bukan? Anak kita tentunya... Selamat Hari Ibu ya sayangku, I love you.....!!".
Kata Jojo dengan lembut sambil tersenyum, meskipun api dan es dalam hatinya berkecamuk dengan hebat seperti perang
Selesai berdoa mereka kembali kerumah, tak disangka mereka bahagia sekali.
" Dari mana kalian sayang?".
Kata Mommy bertanya dengan keheranan.
" Dari rumah Mama dong Nek? Aku senang bisa merayakan Hari Ibu bersama Mama, ya kan Papa???".
Kata Isa melirik Papa dan tertawa bahagia.
Mommy hanya heran saja melihat sikap mereka yang bahagia itu.
" Selamat Hari Ibu ya Nenek. I love you!".
Kata Ryu, Hie dan Isa mencium pipi Neneknya memberikan buket bunga juga.
Jojo kembali kekamar dan melihat bayangan seperti istrinya 6 tahun yang lalu di dekat jendela. Kursi santai yang selalu diduduki oleh istri tercintanya semasa hidup.
" Aku pasti lagi menghayal. Sudahlah, hanya Allah yang tahu....!!"
Kata Jojo menghancurkan lamunan.
Jojo merasakan aroma farfum sudah lama dirindukan nya itu. Sungguh menghangatkan dan menyejukkan hati. Kemudian duduk disofa dekat jendela.
" Sungguh aku merindukan aroma ini, sepertinya memang benar dia tadi kemari. Selamat Hari Ibu sayang, aku akan selalu mencintaimu. Tak ada yang bisa menggantikan dirimu dihatiku, aku merindukanmu meski sudah berlalu 6 tahun yang lalu kamu masih disini bersamaku!".
Ending,.....
"Pujalah Tuhan, seolah olah dia melihatmu. Jikalau tidak, yakinlah kalau dia sesungguhnya melihatmu seolah-olah kau melihatNya...!".
Jangan lupa mampir Novel baruku,
π Vampire Tercantik π
π Istri Imut Om CEO π
π CEO, I hate you π
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1