Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Bersama si Kembar


__ADS_3

Sampai ditujuan, kulihat anak ayamku sibuk ini dan itu. Aku turut membantu, kusuruh saja suamiku super cool dan ganteng itu mengganti pakaian kimono yang telah disewakan oleh Darwis.


Gak lama setelah itu kami juga ganti pakaian kimono juga, biar lebih hidup suasana lah.


Mataku tak berkedip sedetikpun melihat suamiku itu mengenakan kimono dan kulihat begitu tambah tampan saja.


Seperti sinar matahari yang menghangatkan tubuh, seperti sinar berlian yang begitu indah Dimata, seperti pelangi yang sehabis badai hujan reda dan seperti pangeran di Drama Korea lah menurutku.


Tak kusadari dia menghampiriku dan memetikkan jari didepan wajahku.


" Jangan kelamaan memandang, nanti jadi nafsu sayang. Kalau kamu mau ayo...! Aku siap saja kapanpun loh??? Hi....hi...hi....iii!".


Katanya dengan sedikit menggodaku dengan nakal dan liciknya.


Dia pergi dan tertawa geli karena berhasil menggodaku tanpa perlawanan lagi.


" Waduh.... Ada yang lagi jatuh cinta nih? Bikin iri saja lah....!! Dasar nakal...!?".


Kata Naek dengan bibir manyun dan sambil menjulurkan lidah kepadaku.


" Kalian semua Cap lonceng, sesuka hati saja menggodaku. Awas kalian...!".


Kataku setengah berteriak kepada mereka.


Sumpah, suaraku meninggi dan membuat mereka tertawa geli melihatku


Aku juga mengganti pakaian dengan kimono yang sudah disiapkan oleh Darwis. Lalu aku memandang diriku dikaca, sumpah seperti gadis Jepang saja kulihat.


Aku keluar dari kamar ganti, dan mereka semua memandangku tanpa berkedip. Seperti melihat hantu saja matanya...! πŸ˜‰


" Wow...!? Cantik kok beb? Bikin iri saja!!".


Kata Seto sambil menggodaku.


" Hoi, ingat!!? Aku suaminya disini, jaga mata kalian ya. Awas saja kalian genit....!".


Katanya dengan nada cemburu.


" Makasih Darwis, kimono nya bagus loh. Aku suka banget, cantik dan imut!"


Aku memuji Darwis dan membuat dia malu dan pipinya merah.


" Iya sama-sama kan demi kepentingan kita berdua sih. Yang penting kalian semua suka...! Itu sudah membuat aku bahagia...!" Kata Darwis dengan wajah gembira dan senang dengan hasil kerja kerasnya menyewakan kami kimono.


Aku merasa lega, tak kusangka mereka semua kreatif juga. Sampai ukuran kimono suamiku saja mereka tahu betul, aku merasa bahagia dan bangga melihat mereka mandiri. Karena biasanya dulu... Akulah yang akan melakukan semua ini dan itu sendiri. Mereka begitu manja padaku... Sekarang harus bisa mandiri. Itulah setidaknya rasa syukur dalam hatiku ini.


Wow? Amazing sekali..!?😍


" Sini sayang....! Aku tata rambutmu biar mirip gadis Jepang. Yukata itu sangat cocok dengan mu, makasih ya Darwis!!".


Kata Jojo memuji Darwis.


Sumpah aku terkejut dengan ucapan nya pada Darwis yang manis itu menurutku.


Rasa kagum dalam hatiku pada suamiku itu bertambah besar, bersamaku dia begitu manis dan menyenangkan. Tapi coba lihat wajahnya kalo dirumah sakit...? Tak bisa kubayangkan gimana.... Seperti singa yanh kelaparan dan hendak memangsa saja. Seperti jeruk purut yang ditekuk-tekuk saja wajahnya yang masam itu, alias killer banget menurut semua orang.


Jojo menata rambutku dan menyelipkan sebuah bunga yang diambilnya dari meja tamu... Diselipkan dirambutku. Hasilnya sungguh menawan.


" Astaga bagus banget sayanh, kamu emang cocok jadi hair stylis loh. Ha...ha...aaa. makasih ya sayang, kamu yang terbaik....!!".


Kataku memuji dia dengan bangga dan tulus.


Kudaratkan kecupan di ujung kepalanya, lalu aku mulai duduk dimeja tamu.


Gak kusangka suamiku itu mahir banget, dia begitu ramah sama pelanggan kami. Sesekali dia menyapa tamu dengan ramah dengan bahasa Jepang. Ya jelas lah... Dia blasteran Jepang, bikin iri saja sih.


Menu cafe kami tak susah kok, cuma jus buah, cake brownies, dan aneka kopi dan teh saja sih. Sesekali aku turun tangan kedapur melihat mereka apakah baik-baik saja disana.


Kadang aku cemas karena takut kalau dapur bakalan meledak mereka buat. Ternyata tidak juga, begitu aman dan senyap.


" Beby sudah jam makan siang ini. Mau makan apa kita? Biar kubelikan...!!!???".


Kata Nael dengan sigap melirikku.


" Terserah. Aku ikut saja, yang penting kenyang dan enak saja. Yang lain tanya dulu mau apa? Biar lebih jelas kan...??".


Kataku memperjelas keadaan.


" Sudah beli nasi Padang saja, aman itu. Kalau lapar mau tidak mau makan juga nanti...??!".


Kata Seto memberikan ide yang simpel.


Nael bergegas dan bergerak membeli makan siang untuk kami, meskipun cafe masih rame tapi kami mampu atasinya.


Suamiku itu memang jahil dan usil padaku, dia mendekati aku yang sedang asik selfie.


" Sayang...? Kita foto yuk. Buat kenangan dan update status... Mau tidak??".


Kata Jojo dengan lembut dan sedikit manja.

__ADS_1


" Boleh, apasih yang tidak buat kamu. Aku sih tak keberatan asalkan kamu senang!".


Kataku pasrah dan senang melihatnya.


Kami berdua selfie dan menjadi pusat perhatian tamu, dan aku jadi malu.


" Sudah malu dilihati orang banyak, sayang kamu terlalu tampan tahu???".


Kucubit lengannya dan merasa malu.


" Kita suami istri sayang? Kok malu? Hah? Kamu jangan begitu....??".


Katanya dengan polos sambil main mata.


" Sudahlah. Ayo kita kembali kerja. Oh ya kalau kamu capek duduk saja, biar aku yang handel. Oke sayang....??!".


Kataku sambil menatap kearah pintu selamat datang, banyak tamu yang berkunjung.


Kulihat Jojo agak lelah, ya dia sih tak pernah kerja beginian sih. Wajar saja dia agak mengekuh... Tapi tak berani bilang apapun padaku karena takut aku kecewa.


Akhirnya cafe kami tutup jam 4, kami mulai bersiap-siap dan menyusun.


Aku dan Jojo sibuk menghitung pendapatan kami dan hasilnya fantastis banget deh menurutku. Modal untuk buka usaha sudah balik dan hari berikutnya tinggal untungnya saja.


" Hebat banget Beby, ini berkat suamimu yang sangat ramah sama pelanggan. Jadi mereka betah loh singgah ke cafe kita. Makasih ya!".


Kata Maretno dengan bahagia atas hasil yang kami dapat ini hari.


" Oke aman itu. Tapi besok aku tak bisa lah full, karena si kembar tak baik ditinggal seharian. Oke????".


Kataku meminta ijin kepada mereka.


" Iya tak apa kok. Dapat bantuan kalian saja kami dah senang betul loh...!!".


Kata Yudi lagi.


" Iya Beby, makasih ya....!! Thanks...!".


Kata Nael memujiku lagi.


" Kimononya nanti kucuci dulu, habis festival baru ku kembalikan ya!!!?".


Kataku lagi pada Darwis.


" Oke tak apa. Santai saja Beby...?".


Kata Salman yang menyahut seketika.


" Ah...! Kamu manis dan imut sayang. Jadi tidak sabar nunggu malam....!!".


Kata Jojo mulai merayu lagi.


Mommy sudah menunggu kami pulang, dan kaget melihat aku digendong Jojo.


" Tak apa kan?".


Mommy bertanya dengan nada kuatir dan cemas sekali melihat aku tertidur.


" Cuma ketiduran saja ibu? Nanti kalo sudah bangun kusuruh kekamar si kembar buat ASI... Oke Ibu, kami kekamar...!!".


Jojo membawaku kekamar dan kami istirahat, tapi Jojo menggantikan pakaian ku dengan pakaian tidur.


Aku merasakan lelah yang amat, karena kondisiku kemarin melahirkan sesar. Maklum saja, tubuhku sekarang belum pulih sepenuhnya sih.


" Kamu adalah duniaku, apapun akan kulakukan demi kamu. Asalkan kamu suka akan kuberikan, apapun yang kamu minta akan kukabulkan, apapun yang kamu keluhkan akan jadi derita ku. Sebisa mungkin aku ingin jadi suami yang sempurna dalam hidupmu, sayang ku?".


Kata Jojo memelukku dengan erat dan kami tertidur pulas sampai magrib tiba.


Kami solat berjamaah bersama dan akhirnya aku memberikan sikembar ASI.


Sekarang si kembar sudah bisa telungkup, sungguh lucu melihat mereka mulai merayap. Mommy selalu setia menjaga mereka 24 jam seharian... Aku sih cuma cadangan saja.


End.....


Kehidupanku berangsur-angsur bahagia sesudah si kembar lahir, masalah apapun tak ada sih yang terjadi. Karena mommy begitu baik dan mengurusi aku dengan baik dan teliti sekali, suamiku juga perhatian sekali padaku.


Ah.... Hidupku bahagia lah.


Setahun kemudian aku wisuda, menyandang gelar S1 dan Ibu dari si Kembar. Dan aku hamil tua, tinggal nunggu lahiran saja. Suamiku lebih perhatian dan selalu menjagaku, tapi aku kesal sih.


Kalo Jojo kerja.... Si Jendral Nato bakalan dikamarku hingga Jojo pulang kerja. Ke kamar mandi saja ditunggui didepan pintu, minum es tak boleh. Ini dan itu juga dilarang, alasannya begini dan begitu.


Sudah seminggu wisuda, perutku sudah mulai kontraksi. Entah kenapa belakangan aku sering merasakan pusing.


" Sayang...! Kalo aku tak ada kamu gimana? Apakah kamu akan melupakan aku? Hah? Kamukan tampan loh???".


Kataku membuat dia agak marah


" Jangan bilang gitu tahu, kamu jangan nakuti aku loh sayang???".

__ADS_1


Katanya menepis ucapanku.


" Tuhan punya rahasia loh, kita hanya bisa menjalani saja loh sayang. Semua yang hidup bakalan mati....paham?".


Kataku dengan lembut tapi tegas.


" Kamu kok gitu sayang, pantang ah!!!".


Kata Jojo kesal dan melirikku tajam


" Kamu harus jaga anak kita baik-baik jangan biarkan mereka sedih. Siapa tahu saja umurku pendek, kamu harus janji jaga anak kita dengan baik ya....!!?".


Pesanku kepadanya.


" Sudahlah, aku marah ini...?! Aku tak akan biarkan apapun terjadi padamu dan anak kita sayanh. Sudah jadi kewajibanku memastikan kalian bahagia....!!".


Kata Jojo dengan lembut dan mengecup pipiku berulang kali.


" Alhamdulillah aku bahagia mendengarnya sayang. Aku juga tak tahu, Tuhan itu punya rencana apa pada keluarga kita. Tapi sungguh, aku cinta kamu dan anak kita. Sumpah sayang....!!!"


Kataku lagi padanya.


" Iya sayang, aku juga. Kamu jangan tinggalkan aku ya, kita harus bersama-sama menjaga dan membesarkan anak kita....!".


Kata Jojo


" Janji ya...Papa harus tepati. Karena janji itu hutang, hutang harus dibayar...!"


Aku menebar senyum padanya,


" Tentu sayang. Kamu bisa aja....!!!?".


Kata Jojo lagi.


" Ada yang bisa kubantu!!!?? Kok sibuk sendiri dari tadi? Penting?".


Aku melihatnya sibuk sendiri entah apa.


" Aku haus sayangg, bisa tolong ambilkan minum di kulkas??? Please... Baby??".


Kata Jojo meminta tolong padaku.


" Ya itu saja kan? Yanb lain?".


Tanya ku lagi.


" Sebenarnya aku perlu juga ambilkan tas ku diruangan kerja. Tapi tak usah nanti kamu keberatan loh, bolak balik kamu nanti capek pula.....!!".


Kata Jojo bimbang.


" Ibu hamil tak boleh malas. Harus rajin gerak, ya sudah nanti sekalian kubawakan ya....!!".


Kataku lagi dengan senang.


" Okelah. Makasih ya sayang ku....!!" Dengan nada lembut nan manja, serta senyum bermekaran di pipinya.


" Tunggu ya. Aku ambilkan kok,,,,!!"


Aku berjalan keluar, sesuai permintaan.


Setelah selesai memenuhi permintaan nya aku kemudian kembali ke kamar si kembar dan menggendongnya. Sekarang mereka berusia 2 tahun... Lucu sekali sih.


" Sayang Mama. Ryu-chan dan Hie-chan sayang Mama.... Anak Mama paling baik dan tampang sedunia. Jangan nakal sama Nenek dan Papa sayang??".


Kataku pada anakku.


" Mama.... Mama.... Mama antik...!!".


Kata Ryu padaku, dengan nada celat.


" Mama.... Mama....Mama. Ayang...!!".


Kata Hie padaku lagi.


Mereka sudah mulai bicara dengan jelas, sungguh bahagia hidupku melihat mereka tumbuh besar dan sehat. Mereka cerdas dan jenius seperti papanya. Tak ada buang nya sikitpun menurutku.


Bruuuk.....!? πŸ’’πŸ˜­


Gak sengaja aku menginjak mainan mereka yang berserak dilantai, membuatku terjatuh dan Tak sadarkan diri.


End....


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2