
Killa bergegas menuju dapur. Rasanya semangat telah mendapat kehormatan untuk memasak untuk ayah mertuanya itu. Entah kenapa Killa sangat senang.
Dengan diperhatikan seluruh koki yang ada di dapur dan juga pelayan yang sedang membersihkan ruang makan. Killa bergulat dengan peralatan masak. Dengan cekatan tangannya seolah sedang bermain permainan memasak.
Sesekali Ia juga mengusap peluh yang membasahi keningnya. Killa tak bisa berhenti tersenyum. Hari ini menjadi sangat cerah, karena ayah mertuanya menerima nya dengan sangat baik. Meskipun tahu bagaimana masa lalu keluarganya.
Killa tak menyadari jika sedari tadi. Marvin tengah memperhatikannya. Pria itu berdiri dengan melipat tangan didada dan bersandar didinding. Tersenyum tipis melihat sang istri yang sedang memasak. Seperti mimpi rasanya untuk Marvin. Melihat istrinya yang sangat kasar dan tidak pernah lembut itu. Kini terlihat sangat cantik dengan balutan dress dan celemek masak yang ia kenakan.
Lihatlah, jika disuruh memasak dia sangat ceria seperti itu! Seakan masakannya adalah yang paling enak sedunia! Aku bahkan hampir tidak mengenalinya, apa dia Killa yang aku kenal atau bukan, dia sangat cantik! Hahaha, aku memang sudah tidak waras! Batin Marvin.
"Kau yakin dengan masakan mu?" Marvin menghampiri Killa.
"Apakah kau sedang meremehkan ku? Tuan Marvin Louis?" Killa menyipitkan matanya menatap kearah Marvin. Lalu kembali dengan masakannya.
"Aku tidak meremehkan mu! Hanya saja, aku tidak tahu apakah selera ayah sama denganku?" Marvin bersandar di pintu lemari es. Menatap sang istri yang sedang sibuk mengaduk nasi diatas teplon.
"Apa maksudmu? Bukankah kau bilang nasi goreng buatan ku enak dan kau sangat menyukainya?"
__ADS_1
"Hmm, kau benar! Aku memang sangat menyukai nasi goreng buatan mu! Tapi aku tidak yakin ayah juga akan menyukainya! Apa kau mau aku bantu!"
"Tidak usah! Aku percaya jika ayah mertua akan menyukainya!" Ucap Killa percaya diri. Dia nampak serius.
Huft!
Marvin menghela nafas berat. Entah kenapa dia yang merasa gugup dan tegang. Padahal yang diminta memasak dan ingin dicicipi masakannya adalah Killa. Marvin merasa gusar sendiri.
"Kalau begitu biarkan aku mencicipinya lebih dulu!" Ucap Marvin sembari melangkah lebih dekat.
"JANGAN!" teriak Killa. "Kau tak boleh mencicipinya karena ini belum selesai!" Killa berdiri menghalangi Marvin mendekat.
Gadis itu tersentak kaget. Mendengar kata hukuman sontak membuat Killa teringat. Akan hukuman-hukuman yang pernah Marvin berikan padanya. Seketika Killa mundur satu langkah secara tiba-tiba.
Alhasil membuat Marvin yang sedang mencoba menorobos jadi terhuyung. BRAK!
Marvin jatuh kelantai menindih tubuh ramping Killa. Keduanya saling menatap. Bahkan sangat dekat dan nafas keduanya beradu satu sama lain.
__ADS_1
Deg deg deg!
Entah dada siapa yang sekarang ini sedang berdebar hebat. Karena suara nya bisa terdengar. Wajah Killa memerah. Begitupun dengan Marvin.
"Maaf!" Lirih Marvin mencoba untuk bangun. Tapi tangan nya tergelincir. Dalam kesekian detik, bibir keduanya menyatu. Bukannya berusaha melepaskan, tapi mereka berdua malah diam dan membiarkan bibir mereka yang menyatu.
"Tuan muda! Apa anda baik-baik saja!" Ucap salah satu koki yang berada di dapur itu. Mereka telah melupakan jika saat ini banyak pasang mata yang memperhatikan.
Marvin tersentak kaget dan tersadar. Dia langsung gelagapan berusaha bangun dengan dibantu oleh koki tadi. Malu, kini wajah Marvin sangat merah. Dia melihat semua pelayan dan koki-koki itu nampak tersenyum malu melihatnya.
"Shitt! Aku harus pergi menemui ayah!" Ucap Marvin asal, karena gugup dia langsung berlalu pergi.
Killa menatap kepergian Marvin yang grusuh-grusuh. Malu, dia juga sangat malu. "Terima kasih!" Ucapnya kikuk kepada koki yang membantunya bangun.
Killa pun melanjutkan masaknya. Sambil terus mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Sangat memalukan, didepan orang banyak. Bagaimana bisa mereka berciuman karena tidak disengaja.
Akhh! Killa mau ditaruh dimana wajahmu saat ini! Sangat memalukan, ini semua karena pria dingin itu! Kenapa juga dia harus terjatuh menimpaku! Bahkan bibir kami bersentuhan! Aakhhh! Aku bisa gila lama-lama seperti ini! Batin Killa terus menggerutu.
__ADS_1
...🌹Jangan lupa like🌹...