Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 45 : Tersenyum! Tidak! Aku tidak salah liat!


__ADS_3

Sesampainya di apartemen. Marvin menggandeng Killa sampai masuk kedalam kamar. Lalu melepaskan gandengan nya itu.


Gadis bodoh! Bagaimana bisa dia terkunci didalam sana!Marvin menatap tajam Killa yang berdiri dihadapan nya.


"Apa? Kenapa menatapku seperti itu!" tanya Killa yang juga menatap Marvin dengan sinis.


"Jelaskan padaku! Bagaimana bisa kau terkunci didalam sana! Kau tau sebelum jam lima sore semua karyawan harus sudah meninggalkan lantai itu! Tapi kenapa kau malah kembali kedalam ruangan itu dan sampai terkunci disana!"


"Kau!" Marvin menunjuk wajah Killa. "Untuk apa aku memberikanmu ponsel? Tapi tidak kau pakai dengan benar! Malah kau tinggal disembarang tempat! Ponsel itu sangat penting, jika terjadi hal seperti tadi lagi! Kau bisa menghubungi ku! Dasar ceroboh!"


Marvin tidak sadar. Dia melampiaskan semua rasa cemas dan khawatirnya kepada Killa saat itu juga. Tapi tak tahu bagaimana dengan tanggapan Killa. Karena Marvin berbicara seperti sedang membentak dan marah.


Gadis itu hanya diam menatap pria dingin dihadapan nya itu. Memarahi dan membentak nya. Killa menghela nafas nya.


"Sudah? Apa kau sudah selesai bicara!" ucap Killa dingin. Marvin terdiam melirik wajah gadis itu yang nampak dingin. Tatapan nya tajam terasa begitu menusuk.


"Sudah!" sahut Marvin memalingkan wajahnya.


"Bukan kah kau yang menyuruhku untuk kembali mencari berkas dokumen keuangan hotel diruangan busuk itu? Dan sekarang kau malah marah-marah kepadaku? Seakan pura-pura tidak tahu! Atau kau memang sengaja! Aku sangat membencimu Marvin Louis!" ucap Killa dengan suara keras dan tinggi.


"Apa maksudmu?" Marvin mengerinyit tidak mengerti dengan ucapan Killa.


Killa mendengus kesal. "Tanya sendiri pada wanita berwajah sinis itu!"


Killa pun segera melangkah dengan hentakan kasar kedalam kamar mandi. Dia juga menutup pintu dengan hempasan yang keras.

__ADS_1


Wanita berwajah sinis? Apakah yang dia maksud adalah Hanna? Apa Hanna yang sudah merencanakan ini? Tanpa sadar tangan Marvin mengepal, membayangkan wajah Hanna. Dia tidak akan memaafkan Hanna jika memang benar dia yang sudah mengerjai Killa.


Marvin merogoh ponsel disaku nya lalu menghubungi Ken.


"Cepat cari tahu apa yang dilakukan Hanna kemarin sore!" ucap Marvin kemudian langsung menutup panggilan nya sebelum Ken menjawab.


***


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian nya menggunakan piyama tidur. Killa kembali masuk kedalam kamar. Matanya tak berhenti menatap sekeliling mencari-cari sosok tertentu.


"Dimana dia? Bahkan dia tidak berniat untuk meminta maaf karena sudah memarahiku! Dasar pria dingin!"


Killa menggerutu sambil berjalan keluar dari kamar. Saat diluar kamar Killa tak sengaja mencium aroma yang sangat sedap dari arah dapur.


"Wah, wanginya sangat sedap! Perutku yabg dari tadi kelaparan kini sedang meraung meminta asupan! Ckckck" Killa menghirup kembali aroma sedap itu. Sambil bergumam memegangi perutnya.


Killa memegangi kembali dadanya, yang lagi-lagi berdebar tidak jelas. Melihat Marvin memakai celemek masak dengan lengan kemeja yang dia lipat setengah lengan. Marvin nampak seperti suami idaman yang pintar masak.


Pria itu menoleh kearah nya. Killa gelagapan dan langsung berbalik badan hendak melangkah pergi. Dia melihatku! Bodohnya Killa! Untuk apa kau jadi gugup seperti ini! Dada sialan kenapa kau selalu berdebar tidak jelas seperti ini!


"Kau sudah selesai mandi? Kemari lah! Kau pasti belum makan sedari sore!" ucap Marvin memanggil Killa.


Killa pun menoleh membuang wajah gugupnya dan memasang wajah dingin. "Tidak aku tidak lapar!"


"Berhentilah--"

__ADS_1


"Bertingkah seperti anak kecil dan jangan membantahku terus menerus! Aku sudah tahu kau pasti mau bilang begitu kan!"


Belum selesai Marvin berkata Killa langsung memotongnya. Menyambung perkataan andalan yang sering Marvin ucapkan padanya. Lalu menirukan raut wajah pria dingin itu dengan sangat lucu.


Marvin terdiam tanpa dia sadari. Sunggingan senyuman tercipta diwajahnya. Melihat tingkah lucu Killa yang memperagakan cara dia bicara.


"Wah! Kau tersenyum!" ucap Killa seperti orang terkejut. Seraya melangkah mendekati Marvin.


"Apa? Aku tidak tersenyum! Kau salah liat!" Marvin terbata-bata karena gugup ketahuan jika dia tersenyum tadi. Marvin memalingkan wajahnya.


"Tidak-tidak aku tidak salah liat! Tadi kau tersenyum!" Gadis itu tak mau dikalah. Dia pun mencodongkan tubuhnya untuk meraih wajah Marvin yang berpaling.


"Aku tidak tersenyum, menjauh sana! Jangan menggangguku!" Marvin memundurkan tubuhnya.


Kaki Killa terkait ujung meja. Membuat tubuhnya terhuyung hendak terjatuh. Tapi dengan cepat Marvin menangkap pinggul ramping Killa. Membawanya kedalam dekapan hangat tubuh nya.


Deg deg deg!


Keduanya terdiam. Saling merasakan dada mereka yang masing-masing berdebar sangat hebat. Seketika Marvin melepaskan tubuh Killa.


"Duduklah disini! Sebentar lagi selesai!" Marvin menuntun tubuh Killa untuk duduk dikursi makan. Gadis itu tak menjawab atau tak bisa menjawab lagi. Dia hanya mengangguk dan duduk dengan tenang dikursi itu.


Aughh! Kenapa dadaku selalu saja seperti ini! Sangat canggung rasanya! gumam Killa.


Tenanglah! Jangan berpikiran macam-macam! Fokuslah memasak! gumam Marvin.

__ADS_1


...🌹Jangan lupa like, komentar apa aja dong biar author semangat😁🌹...


__ADS_2