Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 154 : Hati nya yang rapuh.


__ADS_3

Setelah jauh berjalan kaki dari rumah Justin. Killa duduk di sebuah halte bus. Dipandanginya layar depan ponselnya yang menampakan wajah tampan Marvin sedang tertawa.


"Kau pasti sangat malu karena miliki istri seperti diriku," lirihnya. Ia meneteskan air mata tepat dilayar ponsel dan mengusap nya.


Killa memegangi dadanya yang terasa nyeri. Ia menahan kuat agar tidak menangis hingga membuat nafas nya tak beraturan. Beberapa saat kemudian. Ponselnya berdering panggilan masuk. Dari nomor yang tidak dikenali lagi. Segera ia mengangkat nya.


"Halo," ucap nya.


"Bagaimana dengan hadiah yang aku kirim," ucap seseorang di sebrang panggilan.


"Jadi kau yang melakukannya? Bajin**n gila, dasar pengecut. Tunjukan wajah mu padaku, agar aku bisa mencabik-cabik nya. Sebenarnya apa sih mau mu? Jangan main-main padaku," bentak Killa yang sudah tersulut emosi. Kata sumpah serapah ia lemparkan pada orang tersebut.


"Hahaha, kenapa kau begitu emosional? Ini hanya permulaan, masih ada yang besar menantimu Killa. Tinggalkan Marvin Louis atau kau mau dia ikut terjatuh bersama mu?"


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Kau akan tahu segera, cepat tinggalkan dia."


"Aku tidak akan pergi atau meninggalkan Marvin kemana pun. Karena dia adalah suamiku, dasar baji**an pengecut, kau hanya bisa mengancam lewat telepon."


"Hahaha, kau sangat percaya diri rupanya. Apa kau lupa jika dengan yang aku katakan terakhir kalinya? Mengenai soal ayahmu?"


"Kau, jika kau berani mengatakan kebohongan tentang ayahku lagi. Aku berjanji akan merobek mulut mu itu, aku tidak mempercayai semua ucapan mu!"


"Sebelum kau melakukan itu, aku lah yang akan membunuhmu terlebih dulu."


"Heh, aku menunggunya?" ucap Killa menantang.


"KILLA ROSES, AWAS SAJA KAU. AKU PASTI AKAN MEMBUAT HIDUPMU HANCUR LALU MEMBUNUH MU DENGAN SADIS." Orang asing itu berteriak seperti kerasukan sesuatu.


"Hidupku memang sudah hancur sejak kecil, jadi bukanlah hal baru jika kau merusak nya lagi. Bukankah aku pernah memberitahu mu, aku tidak takut sama sekali dengan ancaman mu." Killa tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti."


"Baiklah, bajin**n pengecut kita lihat saja nanti. Aku atau kau yang akan hancur dan terbunuh. Heh," ucap Killa terkekeh.


Panggilan pun terputus.


Seketika ponselnya terlepas dari genggaman dan jatuh ke tanah. Ia meringsut memegangi dadanya yang semakin sesak. Rasa tidak sanggup untuk terus bernafas. Belum selesai masalah satu, kini dia dibuat resah dengan kisah masa lalu sang ayah. Yang tidak tahu apakah bajin**n pengecut itu katakan benar atau tidak.


Ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya. Namun kenyataannya dia malah menangis hingga terisak-isak. Sisi wanita nya yang begitu lemah, akhir-akhir ini sangat nampak. Killa tidak bisa mengatur emosi, terkadang dia hendak marah, namun terkadang dia juga sangat ingin menangis, menertawakan hal aneh, bahkan sedih disaat yang tidak tepat alasan nya.


"Hiks hiks, jika jadinya akan seperti ini. Aku tidak akan mengambil langkah untuk bersandar padamu Marvin. Seharusnya aku tetap berada di batasan ku, dan menyelesaikan kontrak pernikahan ini. Aku sudah membawa kau jatuh terlalu dalam bersama kelam nya masa laluku," lirihnya sambil terisak-isak.


Sakit, sakit sekali rasanya. Hatinya bagaikan dir**as, membuat nya tidak bisa bernafas. Seketika hujan pun turun dengan derasnya. Seakan ikut merasakan kesedihan yang ia rasakan.


...🌹 Jangan lupa vote, aku lanjut agak siangan🙏🏻🌹...

__ADS_1


__ADS_2