
Killa dan Naya masih sibuk berlarian kejar-kejaran. Dengan teriak-teriak tak jelas mengenai keponakan lucu. Sampai-sampai tak ada yang menyadari jika ada seseorang yang datang.
"HORE AKU AKAN MENDAPATKAN SEORANG KEPONAKAN YANG SANGAT LUCU--" Naya terhenti di lorong menuju pintu luar.
Dia terdiam membeku ketika mendapati Marvin yang baru saja masuk kedalam apartemen. "Kakak ipar?"
"Naya kemari kau! Jangan berteriak se--" Killa juga terdiam. Dia terkejut melihat Marvin. Keduanya saling menatap.
Wajah Marvin sudah nampak memerah. Mungkin saja dia sudah mendengar tentang pertengkaran kakak beradik itu. "Apa yang kalian lakukan? Berlari-larian seperti anak kecil dirumah ku?" ucap nya dingin.
Sial apa dia mendengar pertengkaran ku dengan Naya barusan? Akh, malu sekali! Mau ditaruh dimana wajahku! gumam Killa.
"Kakak ipar kau sudah datang! Aku dan kakak ku sedang membicarakan soal, mmmhhh" Belum selesai Naya berkata Killa dengan cepat menutup mulut sang adik dengan tangan nya.
"Soal apa?" tanya Marvin.
"Tidak ada! Kami sedang membicarakan masalah makan malam hari ini! Apa kau bisa memasak steak yang enak seperti kemarin?" ucap Killa tersenyum kikuk.
__ADS_1
"Aku sangat lelah! Aku akan meminta Ken yang memasak malam ini! Atau--" ucapan Marvin tergantung.
Kedua kakak beradik itu juga diam mematung menunggu ucapan Marvin terselesaikan. Dia memandangi Killa dan Naya secara bergantian.
"Atau kau yang akan memasak malam ini!" Marvin menunjuk dahi Killa dengan sedikit hentakan.
"Aku?" Killa menunjuk dirinya.
"Aku tidak mau! Masakan nya tidak enak!" Naya tidak terima jika Marvin menyuruh Killa untuk memasak malam ini.
"Tidak ada kompromi! Aku sudah memutuskan malam ini kakak mu yang akan memasak!" pria itu pun berlalu pergi begitu saja.
"Awwh! Sakit kak! Iya iya ampun!" Naya menjerit kesakitan sambil berjalan mengikuti langkah sang kakak yang membawanya ke ruang santai.
***
🌹Didalam kamar mandi🌹
__ADS_1
Killa sedang membasuh wajah nya. Marvin pun juga masuk kedalam kamar mandi. "Apa tidak ada kamar mandi yang lain! Kau lihat aku sedang menggunakan nya!" gerutu Killa.
Marvin hanya melirik sekilas kearah Killa. Gadis itu tengah membasuh wajahnya, dia sudah tak memakai kemeja kerjanya lagi. Dan hanya mengenakan tanktop berwarna hitam. Menampakan jelas tato yang bunga mawar yang ada di dadanya.
"Ya ya ya! Apa yang sedang kau lihat? Dasar mesum!" Killa melihat dari kaca wastafel jika pria dingin itu sedang menatap dirinya.
"Jangan menatap ku seperti itu! Aku jadi merinding!" Killa berbalik badan dan menyilangkan tangan nya untuk menutupi bagian dadanya.
"Minggir! Aku mau menggunakan kamar mandi ku!" Marvin mendorong tubuh Killa menjauh dari depan wastafel.
Gadis itu hampir saja jatuh. Untung saja tangan nya cekatan meraih kepala Marvin. Alhasil dia tak jadi terjatuh. Akan tetapi dia malah membuat masalah baru.
Tanpa sadar Killa menarik kepala Marvin, hingga kepala pria itu termiring dari posisi tegak nya. Marvin menatap Killa dengan tajam dari kaca wastafel yang ada dihadapan nya.
"Maaf!" Killa tersenyum kikuk dan langsung berlari keluar dari kamar mandi.
Kurang ajar! Bisa-bisanya dia menyentuh kepalaku! Bahkan ayahku saja tidak pernah ku izinkan untuk menyentuh kepalaku! Tapi dia! Gadis bodoh itu malah seenaknya menyentuh kepalaku!
__ADS_1
Setelah menggerutu di dalam hati. Marvin pun tersenyum tipis. Mengingat perkelahian antara kedua kakak beradik itu tadi. Dia jadi teringat tentang kejadian waktu itu. Marvin tak pernah melupakan nya. Bahkan setiap malam dia tidak bisa tidur. Tidur bersama dengan Killa di satu tempat tidur. Membuatnya teringat akan kejadian waktu itu.
...🌹 Jangan lupa like 🌹...