Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 98 : Hati yang lemah akan Marvin.


__ADS_3

Pagi hari yang sangat cerah. Sinar matahari merasuk hingga kesudut ruangan rumah besar dan mewah itu. Pukul setengah delapan pagi. Killa telah bangun dan selesai mandi. Ia bersiap-siap untuk memulai hari yang akan menjadi panggung sandiwaranya. Karena kini mereka berdua sedang berada dikota Beijing. Dimana keluarga dan kerabat keluarga Louis berada.


Killa berdiri didepan cermin meja hias dan menatap bayangan dirinya. Merasa sedikit ada kecanggungan. Apakah pakaian yang dia kenakan ini sudah cocok atau tidak. Entah kenapa Killa merasa dadanya tidak bisa berhenti berdebar.


Padahal jika di ingat-ingat kembali, pernikahan ini hanyalah sebuah sandiwara. Diatas dari pernikahan ini masih terdapat sebuah kertas yang mengambang. Kertas perjanjian kontrak antara dirinya dan juga Marvin. Terkadang memikirkan tentang itu membuat Killa merasa sedikit sedih. Tapi ia tak mau terus berpikir yang tidak jelas seperti itu. Dia tidak boleh memiliki perasaan apapun pada pria dingin itu. Karena resikonya sangat besar. Salah satunya Killa merasa jika hatinya yang akan sakit. Bila benar-benar jatuh cinta pada Marvin.


Apa penampilanku sudah terlihat normal? Gumamnya mempertanyakan diri sendiri.


Kini dia tengah memakai dress selutut berwarna putih lembut, dengan motif bunga yang tipis berwarna putih. Killa mengaplikasikan riasan wajah yang senatural mungkin. Dan rambutnya ia biarkan terurai, agar lebih terkesan feminim.


Cklek!

__ADS_1


Pintu kamar terbuka Marvin dengan kekesalan nya masuk. Sedari tadi ia sudah menunggu Killa dilantai bawah. Tetapi gadis bodoh itu tak juga selesai dan keluar dari kamar. Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan!


"Apa kau sudah selesai Nyonya besar? Kau ingin terlihat seperti apa memangnya? Ayahku sudah menunggu dibawah untuk bertemu dengan dirimu!" Ucap Marvin membentak karena kesalnya. Akan tetapi ketika dia mengedarkan pandangan, dan tertuju pada satu sosok bersinar yang tengah berdiri menatapnya. Marvin terpaku diam. Cantik! Gumam nya.


"Maafkan aku! Aku hanya kurang merasa percaya diri menggunakan dress yang diberikan oleh ayahmu ini!" Ucap Killa dengan ragu-ragu. Kepalanya menunduk karena malu.


Sudut bibir Marvin tertarik sedikit, menciptakan senyuman tipis yang samar. Ia berjalan menghampiri gadis yang sudah menjadi istrinya itu.


Keduanya saling menatap dengan sangat lekat. Tapi sedetik kemudian Killa tersadar dan kembali memalingkan wajahnya.


"Ayo kita turun, ayahmu pasti sudah menunggu!" Ucap Killa gugup saat hendak melangkah pergi. Tangannya ditarik oleh Marvin.

__ADS_1


"Pelan-pelan kau sedang memakai sepatu hak tinggi! Kau bisa terjatuh nanti saat menuruni tangga!" Ucap Marvin sembari meraih helaian rambut Killa. Lalu menyelipkan nya di belakang daun telinga gadis itu.


Deg deg deg!


Killa merasa dadanya berdegup sangat kencang. Menerima perlakuan manis dari pria dingin itu. Membuatnya seperti orang yang bodoh. Killa merasa semakin hari dia semakin tidak bisa berpikir dengan jernih. Sosok kejam, tomboy, tidak berperasaan, keras kepala, dan kasar didalam dirinya. Semakin hari mengikis seperti pasir pantai yang terus diterpa oleh ombak lautan. Sifat asli yang ia memiliki seakan memudar. Killa menjadi gadis yang penurut apapun yang diucapkan oleh pria dingin itu.


Sebenarnya ada apa denganku? Mengapa aku terus mengikuti semua ucapan nya? Aku tidak boleh menjadi lemah seperti ini, aku sadar kami berdua hanya berada didalam sebuah hubungan yang palsu! Jangan terjatuh terlalu dalam dipelukan nya Killa! Sadarlah! Batin Killa meronta-ronta. Dilema antara kenyataan dan hatinya yang lemah akan Marvin.


...🌹Bersambung🌹...


...Note : Jangan bosan yah guys🤍...

__ADS_1


__ADS_2