Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 137 : Pemandangan yang sangat langka.


__ADS_3

"Seharusnya kau katakan saja tadi padaku jika yang menelpon mu seorang wanita. Jadi aku tak perlu sampai menghubungi nya balik," ucap Marvin.


"Hah? Wanita?" Killa menoleh dan mengerinyit. Semakin terkejut dan penasaran. Suara wanita? Bukankah tadi yang bicara padanya adalah suara yang disamarkan. Tapi bagaimana bisa Marvin berbicara pada seorang wanita. Apakah itu juga merupakan suara samaran. Killa benar-benar bingung.


"Iya wanita, ada apa memangnya? Apa kau berbicara pada seorang pria tadi?"


Seketika Marvin langsung mengarahkan posisi kursi kearah Killa. Dan menatap gadis itu dengan skeptis, menunggu jawaban pasti.


"Bu-bukan seperti itu, maksudku wanita itu memang aneh bukan. Bisa-bisanya dia salah sambung, sangat meresahkan ku. Hehehe, Tuan Marvin kau tidak perlu memikirkan itu." Killa tersenyum kikuk. Berharap Marvin tidak curiga apapun.


"Hmm, kau benar." Marvin kembali menatap kearah lain sambil menyentuh keningnya. Memikirkan apa yang akan dilakukan Justin kedepannya.


"Tapi--."


"Ada apa?" Marvin kembali menoleh.


"Memangnya kenapa jika yang menelpon ku adalah seorang pria?" tanya Killa yang tiba-tiba saja terpikir ada yang aneh dengan ucapan Marvin tadi.

__ADS_1


Marvin jadi gugup dan bingung mau menjawab apa. Tidak mungkin kan dia menceritakan perihal makan siang nya yang menegangkan bersama Justin. Itu pasti akan sangat memalukan.


"Hmm, yah tidak apa-apa. Aku tidak ada maksud lain berkata seperti itu! Hei, Nona Killa kau mau aku menunggumu disini sampai kapan? Cepatlah selesaikan, agar kita bisa pulang."


"Benar juga, maaf."


Killa pun segera kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti. Marvin menghela nafas lega. Dia berhasil mengelak dan mengalihkan pembicaraan. Hampir saja, pikirnya.


Beberapa menit kemudian Killa telah selesai.


"Ayo," ajaknya pada Marvin yang masih duduk dikursi kerjanya.


Marvin berdiri disebelah Killa sambil melirik gadis itu. Killa mengerinyit keheranan.


"Apa? Kenapa melihatku seperti itu?" tanya nya.


"Apa kau tidak mau menggandeng tanganku?" jawab Marvin. Pipinya memanas menahan rasa malu. Dalam hati dia merutukki dirinya sendiri yang bertingkah sangat menjijikan.

__ADS_1


"Cih, apa kau tidak malu didepan semua orang berperilaku seperti itu?" Killa berdecih dan tertawa kecil.


"Apa kau bilang? Malu? Jadi kau malu memiliki suami tampan sepertiku, hingga tidak ingin menggandeng tangannya? Wah, Nona Killa kau benar-benar adalah wanita yabg jahat."


"Iya-iya aku akan menurutimu Tuan Marvin Louis yang keras kepala."


Killa pun tersenyum dan langsung melingkarkan tangannya di lengan Marvin. "Dan berhentilah bersikap kekanak-kanakan seperti ini, membuatku tidak bisa menahan diri," bisik nya kemudian ditelinga Marvin.


"Menahan diri? Untuk apa?" tanya Marvin mencoba mencerna ucapan Killa.


"Kau benar-benar ingin tahu?" Killa tersenyum dengan wajah memerah dan berpaling dari Marvin.


"Tentu saja, kenapa kau malah memalingkan wajahmu. Lihat aku." Marvin mengerinyit dan meraih dagu Killa. Lalu mengarahkan wajah gadis itu kembali menghadapnya.


Mereka saling menatap lama. Berbicara pada hati mereka masing-masing. Berdecak sangat kagum dengan keindahan mata yang mereka tatap sekarang.


"RAHASIA," teriak Killa tiba-tiba sambil tertawa dan berlari meninggalkan Marvin.

__ADS_1


"YA, NONA KILLA KENAPA KAU BERLARI. KEMBALILAH TUNGGU AKU," teriak Marvin memanggil Killa dan mengejar langkah gadis itu.


Beberapa karyawan melihat tingkah mereka berdua. Mereka semua geleng-geleng kepala dan ada juga berdecak sangat iri. Mereka berdua sangat romantis dan menggemaskan. Sejak kapan Tuan Marvin Louis yang dingin dan tertutup itu bisa bersikap manis dan hangat pada seorang wanita. Sungguh pemandangan yang sangat langka. Pikir mereka.


__ADS_2