Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 51 : Sosok yang familiar + Bonus visual.


__ADS_3

Dugh!


Bahu kanan Killa bertabrakan dengan Hanna. Killa menoleh kearah Hanna. Wanita berwajah sinis itu tersenyum miring sambil melipat kedua tangan didepan dadanya.


"Nona Killa, saya benar-benar tak menyangka jika anda akan memfitnah saya didepan Tuan Marvin!" ucap Hanna dengan raut wajah sedih.


Sontak semua mata tertuju kepada Killa. Para karyawan yang berada dekat dengan meja nya. Semua jadi membicarakan dirinya yang tidak-tidak.


"Bagaimana bisa karyawan baru itu sudah berani memfitnah Nona Hanna! Sangat tidak punya etika!"


"Benar sekali! Sepertinya dia ingin mengambil hati Tuan Marvin!"


"Wanita tidak tahu malu!"


"Sampah!"


"Ternyata dia adalah wanita penggoda!"


Semua cacian dan makian itu terdengar hingga ke telinga Killa. Gadis itu hanya menghela nafas dan memutar bola matanya. Seakan muak dengan perkataan orang-orang rendahan tukang gosip itu.


"Saya tidak memfitnah anda! Tapi itulah kenyataan nya! Bahwa anda sangat tidak suka kepada saya! Karena itu anda mengerjai saya kemarin sore!" ucap Killa yang langsung dibalas sebuah senyuman miring oleh Hanna.


"Apa ada buktinya jika saya bersalah? Oops! Tidak ada kan!" Wanita itu berbisik dengan nada sedikit mengejek ditelinga Killa. Sangat menjengkelkan!


"Heh! Nona anda sama sekali tidak mengenal saya dengan baik, jadi jika anda tidak ingin wajah mulus anda ini saya buat hancur! Sebaiknya anda tutup mulut harimau anda itu!" Killa mengancam Hanna dengan berbisik balik ditelinga nya.


Seketika mata Hanna membulat mendengar perkataan Killa. Ada perasaan takut dan nyali yang menciut di dalam hati wanita itu. Ia pun segera berlalu pergi.


"Kalian! Apa kalian mau saya adukan kepada Tuan Marvin! Jika hampir seluruh karyawan di lantai ini, bermulut besar dan tukang menggosip!" bentak Killa kepada karyawan-karyawan yang masih sibuk membicarakan nya. Mereka pun langsung bubar.


"Huft!" Killa menghela nafas dan duduk dikursi kerjanya. Dia kembali teringat dengan perkataan Marvin tadi. "Ingatlah jangan berbuat hal yang nekat!"


"Cih! Apa dia khawatir aku melakukan hal yang nekat! Hahaha, apa artinya dengan pelukan tadi itu? Dasar Tuan pria dingin dan kaku yang sangat aneh!" gumam Killa sambil melamun dan tangan nya memutar-mutar sebuah pulpen diatas meja.


Karena jarak meja kerja Killa dengan lift tidak terlalu jauh. Killa tak sengaja menangkap seseorang yang tidak asing berada didalam lift khusus CEO bersama Ken. Ketika pintu lift tersebut terbuka.


Killa segera berlari mendekati lift tersebut. Tetapi belum sempat dia benar-benar melihat pintu lift sudah tertutup. "Apa aku salah liat? Tidak mungkin dia berada disini? Benar, mungkin aku hanya salah liat saja!"

__ADS_1


Killa pun kembali kemeja kerjanya. Dia terus memikirkan sosok yang dia yakini hanya salah melihat saja. Gadis itu merasa tidak tenang. Dia pun memilih untuk pulang saja kembali ke apartemen Marvin.


Sesampainya di apartemen. Killa langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa yang ada diruang santai. Pikiran nya masih tidak tenang. "Tenanglah Killa, itu tidak mungkin dirinya! Tidak ada yang perlu kau khawatirkan!" gumam nya pelan.


Killa menutup matanya sejenak. Agar terlepas dari segala penat yang dia rasakan ditempat kerja.


"Apa yang tidak perlu dikhawatirkan?" ucap seseorang secara tiba-tiba, membuat Killa tersentak kaget.


"Aughh! Dasar kau ini! Senang sekali membuatku terkejut! Pergi sana! Jangan menggangguku, aku sedang tidak ingin berdebat Nay!"


Naya malah tersenyum dan duduk di bagian sofa lainnya. "Ada apa denganmu kak? Aku lihat kau dan kakak ipar seperti sedang ada masalah!"


"Itu bukan urusanmu anak kecil!" jawab Killa masih dengan mata yang tertutup.


"Apa sangat penting?"


Killa mengangguk.


"Oh aku tahu! Pasti kalian sedang bingung untuk menentukan berapa anak yang akan kalian hasilkan? Hahaha!" Naya tergelak setelah mengatakan perkataan yang dia anggap sangat lucu itu.


"Kau selalu saja memukuliku!" decak Naya tak terima dipukul lalu dia beranjak dari duduk nya.


"Makanya jangan sembarangan bicara hal tidak kau mengerti!"


"Aku tahu kok! Menghasilkan anak dengan cara seperti itu! Hahaha, kakak apa kau sudah melakukan itu dengan kakak ipar? Wajah mu memerah!"


"Naya jangan sok tahu! Kau masih anak-anak jangan berpikiran terlalu jauh!" Killa berdiri menghampiri Naya.


"Jadi benar? Kau sudah melakukan nya?" Naya menghindari sang kakak.


"Sini, kemari kau anak nakal! Biar aku ajari agar kau tak berpikiran seperti orang dewasa lagi!" Killa kembali menghampiri Naya.


Alhasil terjadi lah aksi saling kejar-kejaran diruangan santai itu. "Anak nakal kemari kau!" teriak Killa.


"Asik! Sebentar lagi aku akan mendapatkan keponakan yang lucu!" Naya semakin meledek sang kakak.


"Naya! Pelankan suara mu! Jangan sampai ada yang mendengar mu!"

__ADS_1


"Tidak akan ada yang mendengar ucapan ku kak! Lagian yang mengerti hanya kau saja! Hore aku akan mendapatkan seorang keponakan yang lucu!"


Killa semakin tersipu malu. Dia kembali teringat kejadian waktu itu. Saat Marvin merenggut mahkotanya. Itu pertama kalinya buat Killa. Tapi pria dingin itu memperlakukan nya dengan sangat lembut. Walaupun awalnya terkesan kasar.


...🌹 Jangan lupa like 🌹...


Note : Bonus visualnya yah biar kalian semakin semangat!🥳🥳


🌹Marvin🌹




🌹Killa 🌹




🌹Naya 🌹



🌹Ken 🌹



🌹Hanna🌹



🌹Justin🌹



...🌹Happy Reading🌹...

__ADS_1


__ADS_2