Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 77 : Menantu.


__ADS_3

Setelah selesai berpelukan lama sambil menangis haru. Killa dan Marvin kembali canggung dan malu-malu. Marvin mengedarkan pandangan nya menatap sekeliling.


"Apa ini makam orang tuamu!" tanya Marvin melihat ke pusara orang tua Killa.


Killa mengangguk. "Hmm, Sebenarnya bukan makam! Karena yang terkubur disana hanya sebuah nama! Abu kedua orang tuaku sudah disebar disungai Han!" Jelas Killa.


Marvin mengangguk-angguk mendengar penjelasan Killa. Ia pun lalu berdiri tegap dan lurus didepan pusara tersebut. Kemudian membungkuk hormat.


"Apa yang kau lakukan?" Killa mengerinyit heran melihat tingkah aneh Marvin.


"Apa lagi selain memberi salam? Apa kau tidak melihatnya?" ucap Marvin.


"Ooh! Kau bisa sopan juga?" Killa menatap Marvin dengan sinis dan berkata seakan menyindir.


"Aku selalu sopan terhadap orang tua!" jawabnya ketus.


"Perkenalkan aku adalah menantu kalian, senang bertemu dengan ayah dan ibu mertua!" Marvin kembali membungkuk didepan pusara itu sambil tersenyum lebar.


Killa yang melihatnya sangat terkejut mendengar ucapan Marvin pada kedua orang tuanya. Apa dia barusan mengakui jika dia adalah suamiku?


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Marvin ketika melihat Killa bengong.


"Hah? Tidak, tidak apa-apa! Aku tidak sedang melihatmu!" jawab Killa terbata sembari mengusap sudut matanya yang berairan.

__ADS_1


"Kau menangis?" Marvin menghampiri Killa. Ia meraih dagu Killa dan mendongakkan wajah gadis itu.


"Aku tidak menangis!" elak Killa sembari menarik wajahnya dan berpaling.


"Jangan membohongiku!"


Marvin meraih tangan Killa dan menggenggam nya dengan erat. "Maafkan aku!" ucapnya lagi.


"Untuk apa?" Killa menatap wajah sendu Marvin.


"Untuk kejadian tadi siang!" lirihnya meminta maaf dengan sangat sungguh-sungguh.


Killa menghela nafas dan kemudian tersenyum singkat. "Bukan kah kita sudah membahasnya tadi! Aku tidak ingin mengingatnya kembali, yang terpenting kau berjanji tidak akan seperti itu lagi padaku! Jika tidak aku akan benar-benar pergi!" ucap Killa mengancam.


Killa menatap lekat manik coklat milik Marvin. Mencari ketulusan didalam nya. "Ayo kita segera pergi dari sini!" ucap Killa.


"Kenapa?" tanya Marvin bingung.


"Aku tak ingin ayah dan ibuku merasa kedinginan karena adanya pria dingin sepertimu berada didekat mereka!" ucap Killa bercanda.


Marvin menyipitkan matanya menatap Killa dengan skeptis. "Apa kau bisa berhenti memanggilku seperti itu gadis nakal?" ucapnya datar.


"Aku suka dan nyaman dengan panggilan itu! Kenapa? Kau tak terima? Mau berkelahi? Ayo!" ucap Killa menantang sembari mencodongkan tubuhnya kepada Marvin. Dan mengepalkan tangan nya.

__ADS_1


"Ayo kita pulang! Tangan mu sangat dingin, kau pasti kedinginan berada didekatku!"


Marvin meraih tangan Killa yang mengepal. Lalu menggandengnya sembari berjalan meninggalkan tempat itu.


Killa tersenyum menatap wajah Marvin. Hidung dan mulutnya mengeluarkan uap. Malam ini memang terasa sangat dingin. Membuat perut Killa keram karena menahan lapar sedari tadi.


"Kau mau makan apa? Aku tahu saat ini kau pasti lapar?" ucap Marvin menoleh pada Killa.


Killa langsung memalingkan wajahnya ketika pria itu menoleh. "Hmm, karena kau sudah membuat hatiku sakit! Hari ini aku mau makan sup kacang merah daging sapi! Kau harus mentraktirku itu!" ucapnya tersenyum membayangkan betapa lezatnya sup tersebut.


"Sup kacang merah? Baiklah, aku akan meminta Ken memesankan tempat di restauran terdekat yang menjual sup kacang merah!" ucap Marvin sembari hendak merogoh ponsel disakunya.


Tapi Killa menghentikan nya. Dia menggelengkan kepala. "Aku maunya makan sup kacang merah khas dari daerah ini!"


Marvin menatap wajah Killa, lalu menghela nafas panjang. Ia pun mengedarkan pandangan nya. Dia sama sekali tidak mengenal daerah itu. Bagaimana caranya dia tahu tempat yang menjual sup kacang merah.


"Dimana kita akan mendapatkan nya? Aku tidak tahu mengenai tempat ini?" ucap Marvin.


"Kau tidak perlu khawatir! Aku tahu kedai terdekat yang menjualnya!" ucap Killa bersemangat.


Melihat tingkah Killa membuat Marvin tersenyum. Akhirnya dia bisa membuat gadis itu kembali mengembangkan senyumannya lagi.


Mereka pun memutuskan untuk pergi ketempat yang dimaksud oleh Killa. Tidak lama hanya sekitar lima menit saja mobil Marvin telah sampai didepan sebuah kedai kecil yang sederhana.

__ADS_1


...🌹Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian guys🌹...


__ADS_2