Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 83 : Sangat Menggemaskan.


__ADS_3

Eghh!


Marvin mengeram dan menggeliat. Merasakan tenggorokan nya yang terasa cekat dan mengering. Marvin terbangun dari tidurnya, matanya mengerjap beberapa kali.


Marvin mengerinyit memandang sekitarnya. "Sejak kapan aku berada dikamar! Aku ingat terakhir kali masih berada didalam mobil!" ucap nya pelan sambil memijit pelipisnya.


Marvin hendak bergerak bangun dari tidurnya. Namun lengan kanannya terasa begitu berat. Ia pun melihat kearah lengannya itu. Betapa terkejutnya dia melihat wajah Killa yabg tengah tertidur pulas. Sangat dekat dengan wajahnya.


"Hidungnya jelek sekali!" Marvin menyentuh ujung hidung Killa.


"Matanya, sangat tajam seperti elang!" Menyentuh kelopak mata Killa.


"Bibir nya---" Marvin mengusap bibir Killa. Ucapan nya terhenti. Dia terdiam menatap bibir gadis itu. Marvin tersenyum tipis lalu mengecup sekilas bibir Killa.


"Hanya ini yang aku sukai darinya!" Marvin kembali tersenyum. Diam-diam Marvin mengagumi bibir sensual milik Killa. Bagi Marvin rasanya itu manis dan selalu membuatnya ingin terus mencicipinya. Seperti gulali yang sangat manis.


Marvin menggerakkan tangan nya perlahan dan meletakkan kepala Killa di bantal. Marvin tidak ingin membangunkan gadis itu. Karena sangat nampak jika dia sangat kelelahan. Dengan perlahan Marvin beranjak dari tempat tidur. Dia berjalan keluar dari kamar menuju dapurnya.


Glek glek glek!


Marvin meneguk sebotol air mineral dingin dari dalam lemari esnya hingga habis tak tersisa.


"Kau bangun tengah malam, hanya untuk minum?"


Suara seorang wanita dari arah belakang nya. Marvin pun sontak menoleh ke arah sumber suara. Nampak Killa yang sedang berjalan mendekatinya sambil mengucek mata.


"Apa aku membangunkan mu?" Tanyanya pada gadis yang kini sedang berdiri di hadapan nya itu.


"Tidak! Aku juga tidak bisa tidur! Sebenarnya aku tidak tidur dari tadi!" ucap Killa sembari berjalan melewati Marvin dan membuka lemari es.


Pembohong! Jelas-jelas aku tadi mendengar dia berbicara dalam tidur nya! gumam Marvin menatap datar Killa.


"Kenapa?" Tanya Killa padanya ketika gadis itu hendak meminum air di botol yang baru saja dia ambil dari dalam lemari es.

__ADS_1


"Tidak apa-apa!" Marvin duduk disalah satu kursi makan.


"Bagaimana dengan keadaanmu? Apa kau masih merasakan sakit?" Killa menghampiri Marvin dan langsung meletakan punggung tangan dikening pria itu.


"Apaan sih!" Dia menepis tangan Killa dari keningnya. "Jangan menyentuh kepalaku!" ucapnya kemudian.


"Cih! Memangnya kenapa?" Killa mendesis menatap Marvin dengan sinis.


"Karena tidak boleh seorang pun yang menyentuh kepalaku!" ucap Marvin.


"Dasar aneh!" pekik Killa.


Marvin tersenyum. "Karena hanya istriku saja uang boleh menyentuhnya!" ucapnya.


Dia pun meraih tangan Killa dan menggerakkan nya untuk mengelus-elus kepalanya sendiri.


"Lepaskan tangan ku! Ada apa dengan mu Tuan dingin! Aku sangat geli melihatmu seperti ini!" Killa mengerutkan dahi dan sesekali menjentik kan pundak karena merasa geli.


Marvin tergelak melihat kepergian Killa yang berlari kecil. Dia semakin ingin mengerjai gadis itu. Melihatnya memasang wajah geli. Sungguh menjadi hiburan bagi Marvin sendiri.


Marvin naik ke atas tempat tidur dan menggeser tubuhnya mendekati Killa. Gadis itu tidur dengan membelakangi nya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Killa!" Marvin menyentuh pundak Killa.


Seketika gadis itu langsung menyibak selimutnya. "Menjauh dariku! Malam ini jangan menyentuhku pria dingin! Kau sangat menggelikan!" omelnya dengan tatapan tajam.


Marvin kembali tertawa. "Hahaha! Sangat menggemaskan! Tapi aku sangat kedinginan! Bisakah kau tidur sambil memelukku?"


"Berhenti!" Killa menahan dada Marvin. Ketika pria itu mendekatinya. "Aku bilang jangan menyentuhku! Ieeuggh! Kau sangat menggelikan Marvin Louis!" Matanya melotot.


"Ayolah! Kau sangat menggemaskan Killa!" Marvin merentangkan tangan hendak memeluk Killa.


"Menggemaskan apanya? Aku sangat jijik padamu! Lepaskan aku,!" Killa menggeliat berusaha melepaskan pelukan Marvin.

__ADS_1


Pria itu lagi-lagi tertawa dibuatnya. Sampai pada akhirnya. Killa tak sengaja melayangkan tinjunya dirahang kokoh Marvin.


Bugh!


Keduanya terdiam. Mata Killa membulat. "Maafkan aku tidak sengaja!" ucapnya merasa bersalah.


Marvin tidak menjawab. Dia pun langsung merebahkan tubuhnya membelakangi Killa. Gadis itu semakin merasa tidak enak. Dua kali dia sudah pernah memukul Marvin tanpa sengaja.


"Hei! Apa kau tidak apa-apa?" ucap Killa sembari menyentuh punggung belakang Marvin.


"Tidurlah! Besok kita harus bersiap-siap!" Suara Marvin terdengar dingin dan ketus. Membuat Killa menelan salivanya. Apakah pria dingin itu marah!


"Itu salahmu sendiri, kenapa kau memaksaku! Tanganku bergerak sendiri!" ucap Killa.


"Apa ini juga salahku? Kau selalu saja menyalahkan ku! Kepala ku jadi kembali pusing!"


Pria itu memegangi kepalanya. Masih dengan membelakangi diri Killa. "Yaa! Pria dingin, jangan marah! Aku tidak sengaja!"


Killa menarik-narik piyama tidur bagian belakang Marvin. Sambil berkata maaf dengan begitu lirih. Dia benar-benar merasa bersalah karena sudah memukul wajah Marvin.


"Baiklah, aku akan tidur memelukmu malam ini! Tapi jangan marah!" Killa merebahkan tubuhnya dibelakang Marvin. Lalu melingkarkan tangan nya memeluk pria itu dari belakang.


"Tidur lah!" ucap Killa lagi.


"Kau tidak menjawab!"


"Kau pasti marah!"


"Hei! Marvin Louis!"


Tidak menerima jawaban Killa pun akhirnya memutuskan untuk segera tidur. Dengan posisi memeluk Marvin, memberikan rasa nyaman tersendiri untuk Killa. Lebih nyaman dari pada memeluk sebuah guling. Terlebih aroma tubuh Marvin yang begitu wangi, membuat Killa sedikit terbuai. Tak menunggu lama dia pun tertidur.


"Aku rasa semakin hari kau semakin menjadi gadis bodoh! Killa sering-sering lah menjadi gadis bodoh seperti ini! Karena aku mau kau berubah dan melupakan dunia lamamu itu!" Marvin menggenggam tangan Killa yang melingkar diperutnya. Lalu mengecup punggung tangan itu dengan sangat lembut. Tak lama kemudian ia pun ikut tertidur.

__ADS_1


...🌹*Jangan lupa like**🌹* ...


__ADS_2