Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 37 : Membangunkan sesuatu.


__ADS_3

Lampu tidur sudah dimatikan. AC juga sudah diatur, sempurna untuk waktunya terlelap. Tapi tidak dengan Killa. Gadis itu nampak gusar sendiri.


Kasur empuk itu bergoyang-goyang, seiring dengan gerakan tubuh Killa yang berbalik-balik sana-sini. Killa sedang mencari-cari posisi yang enak untuk tidur.


Marvin yang sedari tadi sudah terlelap dengan posisi terlentang pun terbangun. Mata nya terbuka, melirik Killa yang berada disebelah kanan nya.


"Ada apa sebenarnya denganmu? Apa kau tidak bisa tenang?" Marvin nampak kesal, karena tidurnya yang terganggu.


"Maafkan aku!" lirih Killa merasa bersalah. "Badanku sakit sekali, karena itu aku tidak bisa tidur"


"Terus apa itu masalahku, jika kau tidak bisa tidur!" ucap Marvin ketus sembari membelakangi Killa.


Gadis itu menghela nafas pelan. "Maafkan aku!"


Marvin menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau lakukan ditempat itu? Kau pergi sendirian kesana, berkelahi seperti seorang jagoan! Lihat lah wajahmu, apa seorang wanita memiliki wajah seperti ini! Penuh luka dan lebam!" Marvin menoleh kembali. Ia memarahi Killa, saking kesalnya dan tidak bisa menahan diri lagi untuk mengeluarkan semua kata-katanya. Yang sedari tadi dia tahan agar tidak keluar.


"Apa kau melihat semuanya?" tanya Killa terkejut. Mengetahui Marvin melihat semua yang dia lakukan di markas besarnya Kikan.


"Apa kau pikir mataku ini buta, hingga tidak melihat semuanya?"


"Maafkan aku!"


"Aku bosan mendengar kata maaf mu!"


"Aku hanya ingin memperingatkan mereka untuk tidak menggangu kehidupanku dan adikku" Killa melirih, hatinya merasa sedih. Mengingat apa yang terjadi kepada Naya.


Tiba-tiba saja Killa menerkam Marvin. Menutup mulut pria itu menggunakan tangan nya. Dia tak ingin suara Marvin yang keras akan membangunkan sang adik. Bahkan Killa tidak sadar jika dirinya sedang menindih Marvin.


"Husshh, jangan berisik! Apa kau mau membuat Naya bangun! Suara mu begitu keras" ucap Killa yang menoleh kiri dan kanan.

__ADS_1


Marvin tecengang. Manik matanya menajam, dia sangat terkejut. Marvin merasa dadanya seperti mau meledak. Debaran nya sangat kuat, ketika Killa menindih dirinya.


"Lepaskan tangan mu!" Marvin menepis kuat tangan Killa. Gadis itu terkejut.


Mereka saling memandang satu sama lain. Dalam gelap dan dingin nya udara AC. Membuat sesuatu yang sedang di tindih oleh Killa berdenyut. Wajah Marvin memerah, dia langsung mendorong tubuh Killa menjauh.


"Jangan melakukan hal itu lagi!" ucap Marvin ketus sembari berbaring membelakangi Killa.


Gadis itu hanya diam menatap keanehan dari sikap Marvin. Semakin hari pria itu semakin menyebalkan pikirnya. "Baiklah, tidurlah yang tenang" ucap Killa yang juga ikut berbaring.


"Kau juga tidurlah, besok adalah hari pertama mu bekerja!" ucap Marvin pelan. Killa tak bisa melihat raut wajah pria itu.


Kenapa aku harus kaget? Dari awal bertemu sikap nya memang sangat kasar padaku! Tapi apa yang tidak boleh kulakukan lagi? Dia bahkan tidak menjelaskan dengan benar! Apa tentang aku pergi menyerang rumah Kikan? Atau yang tadi? Ketika aku tanpa sengaja menindih nya? Apa yang telah ku tindih? Apakah itu? Ahh Killa bodoh nya, dia pasti sangat risih!


Killa merutukki dirinya sendiri. Dia sadar akan kesalahan nya. Marvin pasti merasa sangat risih. Benar saja, bahkan tanpa Killa ketahui. Dia sudah berhasil membangunkan sesuatu yang ada dibawa sana. Wkwkwk kasihan Marvin!

__ADS_1


Rasanya aku ingin sekali mencekik nya! Marvin menghela nafasnya. Kemudian mencoba menutup matanya.


...🌹Note : Jangan lupa like🌹...


__ADS_2