Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 132 : LUPA DIRI.


__ADS_3

Suara langkah kaki seseorang terdengar berjalan mendekatinya. Killa seolah tak perduli. Dia tetap melanjutkan pekerjaannya. Sampai pada akhirnya suara seseorang itu terdengar. Ia menegur dan memarahi para karyawan yang tengah sibuk bergosip.


"Kalian semua, jika masih ingin tetap kerja disini. KEMBALILAH BEKERJA!" Bentak orang itu dengan suara beratnya.


Seketika semua karyawan itu langsung tersentak dan segera kembali melakukan pekerjaannya. Seseorang itu pun berjalan mendekati meja kerja Killa.


"Nona Killa."


Killa menoleh kearah sumber suara. Kepalanya mendongak menatap pria yang berdiri disebelahnya. "Ketua Tim? Apa ada yang bisa saya bantu?" Ia langsung berdiri.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" Tanya pria yang diketahui adalah June.


"Baiklah," jawab Killa mengangguk dan berjalan mengikuti langkah June menuju pantry.


Sesampainya didalam pantry.


"Jadi Nona Killa, apa semua yang dikatakan Tuan Marvin benar? Jika Nona Killa sudah menikah dan menjadi istri Tuan Marvin?" Tanya June.


Killa sedikit canggung untuk menjawab. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terbongkar. Terlebih ini adalah keputusan Marvin yabg menginginkan hubungan mereka dikenal dengan publik.


"Semua itu benar, aku sudah menikah dengan Tuan Marvin." Jawab Killa.

__ADS_1


"Tapi sejak kapan?" Tanya June kembali.


"Belum lama," timpalnya kembali.


Pria itu menghela nafasnya. "Baiklah Nona Killa, kau boleh kembali bekerja."


"Baik," Killa pun segera melangkah pergi.


"Tapi jangan lupa nanti malam," June kembali berteriak ketika Killa sudah berada diambang pintu.


Killa menoleh menatap June dengan bingung. Apa maksud dari ucapan pria itu. "Malam? Ada apa dengan nanti malam?" Tanyanya penasaran.


"Seluruh karyawan di departemen ini akan mengadakan makan malam bersama. Hanya makan malam sederhana, tidak mewah. Kau harus datang!"


"Makan malam apaan? Memangnya aku harus menghadiri acara seperti itu? Makan malam sederhana? Untuk apa dia menekankan perkataan itu? Apa dia pikir aku ini tidak terbiasa makan makanan yang sederhana? Cih, apakah aku terlihat seperti seorang ratu? Hahaha, ada-ada saja."


Ia berbicara pada diri sendiri dan tergelak kemudian. Mengingat betapa lucunya wajah June, saat mengetahui kebenaran nya.


"Apakah kau senang dan bangga hati Nona Killa? Cih, kau sombong sekali." Sungut seseorang yang tiba-tiba saja berada disampingnya.


"Nona Hanna, apa yang sedang kau bicarakan? Maaf, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Jadi sebaiknya anda pergi dari hadapanku." Bola mata Killa memutar merasa malas untuk bertemu Hanna.

__ADS_1


"Cih, ternyata kau benar-benar sudah lupa diri!" Hanna terkekeh.


"Jangan pikir dengan status anda sebagai istri Tuan Marvin, membuat mu bisa seenaknya memperlakukanku? Kau salah besar Nona Killa, sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup tenang." Timpalnya kemudian.


"Hahaha, bukankah kau yang sudah lupa diri Nona Hanna?" Killa tergelak sembari tersenyum miring.


"Kau yang tidak tahu malu dan tidak memiliki harga diri."


Killa menunjuk dada Hanna menggunakan jari telunjuknya dengan sedikit hentakan. Membuat wanita itu tersentak kebelakang.


"Kau," Hanna berdecak ingin menampar wajah Killa.


"Memangnya kau siapa? Kau berambisi untuk memiliki hati Tuan Marvin? Hahaha, jangan bermimpi! Karena sekarang yang jelas aku adalah istrinya, dan aku tidak akan membiarkan wanita menjijikan sepertimu. Berada didekatnya."


Bugh!


Punggung belakang Hanna sampai tersentak menabrak dinding. Ketika Killa terus memberondongnya dengan tunjukkan jarinya yang kuat di dada Hanna.


"Bukankah, aku sudah pernah mengingatkan mu. Untuk jangan pernah menggangguku lagi? Atau aku akan mematahkan tanganmu ini?"


Killa meraih tangan kanan Hanna. Lalu memelintirnya. Sontak wanita itu langsung menjerit kesakitan. Killa pun melepaskan tangan Hanna.

__ADS_1


"Jangankan hanya tangan, bahkan lehermu bisa aku patahkan! Berhenti mengganggu ku!" Bentak Killa seraya mendorong keras tubuh Hanna kembali ke dinding. Setelah itu dia langsung bergegas pergi. Terlalu lama bersama dengan wanita itu, bisa membuat emosinya tidak terkendali. Buruknya, bisa saja ia membunuh Hanna. Jika sudah sangat geregetan dan muak.


__ADS_2