Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 44 : Seperti Drama Korea saja!


__ADS_3

Tak terasa hari sudah gelap. Matahari juga sudah menenggelamkan wujudnya. Keadaan di dalam ruang santai apartemen Marvin.


"Ken, apa kau yakin sudah tidak ada orang lagi di kantor manajemen?" tanya Marvin kepada Ken.


"Petugas keamanan sudah menutup dan mengunci semua pintu yang ada dilantai itu Tuan! Mereka berkata sudah tidak ada lagi orang di sana!" ucap Ken.


"Periksa kembali!" ucap Marvin dingin dengan pandangan lurus ke depan. Dia sedang memikirkan dimana Killa.


"Baik Tuan!" Ken pun segera pergi menuruti perintah dari Marvin.


Sebenarnya kau ada dimana? Kenapa kau selalu saja merepotkan diriku! Marvin memijit pelipis nya yang menegang.


***


Ken mendatangi petugas keamanan dan meminta mereka untuk mengecek kembali seluruh ruangan dilantai lima. Karena Tuan nya yang menyuruh dan merasa yakin jika Killa masih berada dilantai itu. Mereka pun segera melaksanakan perintah tersebut.


"Bagaimana Ken?" tanya Marvin yang ternyata sudah berada dibelakang Ken berdiri.


"Anda benar Tuan, ponsel Nona Killa masih berada di atas meja kerjanya!" Ken menyerahkan ponsel Killa yang didapat tergeletak diatas meja kerjanya.


"Kau ini! Bukan kah aku sudah bilang tadi untuk mengecek dengan benar! Cepat cari dimana Killa berada!" Marvin merampas ponsel tersebut dari tangan Ken. Dia marah dan membentak asisten nya itu.


"Baik tuan!" Ken segera pergi.


"KILLA!"


Marvin berteriak memanggil nama Killa. Suara nya yabg menggelegar nyaring hingga terdengar di setiap sudut ruangan dilantai itu.


Dari dalam ruangan tempat Killa terkunci. Gadis itu berjongkok didepan pintu besar itu. Dia tidak takut sama sekali. Hanya saja dia merasa tenggorokan nya sangat kering dan haus.

__ADS_1


Killa memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing karena dehidrasi. Marvin sialan! Apa dia tidak mencari ku? Bahkan sampai sekarang tidak ada yang datang untuk menolongku!


Namun tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang memanggil-manggil namanya. Suara yang menggelegar sangat familiar terdengar di telinganya.


"Marvin?"


Gadis itu seketika langsung berdiri, lalu menempelkan telinganya di daun pintu. Mencoba mendengarkan dengan jelas suara tersebut.


"KILLA!" suara itu terdengar lagi.


Killa semakin yakin jika itu adalah suara Marvin. Gadis itu pun langsung menggedor-gedor pintu besar itu kembali. Sambil berteriak memanggil-manggil nama Marvin.


"MARVIN!"


"MARVIN! AKU DISINI, TOLONG AKU TERKUNCI"


"MARVIN LOUIS! WOI!! PRIA DINGIN AKU DISINI! APA KAU MENDENGARKU?"


"MARVIN!"


Brak!


Dari luar pintu digebrak dengan kuat. "Killa! Apa kau didalam sana?" teriak Marvin.


"Marvin? Apa itu kau?"


"Iya ini aku!"


"Tolong bukakan pintu ini terkunci sejak sore! Aku tidak bisa keluar!"

__ADS_1


"Bertahanlah! Ken cepat buka pintunya!"


Petugas keamanan pun segera membukakan pintu tersebut. Saat pintu sudah terbuka, Marvin langsung menghambur memeluk Killa. Gadis itu sangat terkejut.


Wajahnya memerah seketika dan jantungnya kembali berdetak sangat kuat. "Marvin lepaskan aku!" ucap Killa gugup.


Bagaimana tidak, jika seluruh orang yang ada disana. Termasuk Ken dan para petugas keamanan sedang memandangi mereka berdua yang sedang berpelukan.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Marvin yang masih enggan untuk melepaskan Killa.


"Aku tidak apa-apa! Lepaskan dulu, aku tidak bisa bernafas!" bisik Killa ditelinga Marvin.


Seketika pria itu terhentak kaget dan tersadar. Apa yang sudah dia lakukan. Seperti sedang didalam drama korea saja pikirnya. Wanita nya terkunci didalam sebuah ruangan dan ketika ditemukan langsung berpelukan.


Perbedaan nya adalah, wanita didalam drama sangat lemah. Sedangkan Killa bukan wanita lemah yang akan menangis hanya karena hal kecil seperti itu.


"Maafkan aku! Ayo kita pulang!" Marvin melepaskan pelukan nya dan langsung menggandeng tangan Killa pergi.


"Ken kamu selesaikan sisanya! Cari tahu siapa yang sudah berani mengunci istriku didalam sana!" ucap Marvin penuh penekanan. Ketika dia berjalan melewati Ken.


"Baik Tuan serahkan semua pada saya!" ucap Ken sigap.


Deg deg deg!


Dadanya kembali berdebar dengan hebat, ketika mendengar Marvin mengatakan kata 'Istriku'. Killa menatapi tangan nya yang digandeng oleh Marvin. Wajah nya nampak dingin dan serius.


"Ponselku!" Killa berhenti didepan meja kerjanya. Dia ingat jika ponselnya tertinggal di atas meja tadi.


"Ada padaku!" ucap Marvin kembali menarik Killa menuju lift khusus CEO.

__ADS_1


Killa tak bisa berkata-kata lagi. Marvin nampak sangat gagah dimatanya. Meskipun saat ini jika dipikir-pikir. Killa masih marah kepada pria itu. Tapi entah kenapa Killa merasa ingin terus memandangi wajah kakunya.


...🌹Jangan lupa like🌹...


__ADS_2