
Dengan cepat pagi berganti siang. Hari ini matahari begitu terik. Akan tetapi di dalam ruangan kerja Marvin yang udara dari AC sangat mendinginkan ruangan. Tiba-tiba memanas.
PRANG!
Semua barang yang ada diatas meja Marvin jatuh berserakan dilantai. Membuat Ken tersentak kaget dan langsung berdiri sigap.
"Panggilkan Hanna kemari!" Titah Marvin dengan berteriak.
"Baik Tuan!" jawab Ken dengan sigap dan berlalu pergi.
Dia tahu jika saat ini Marvin sangat marah. Raut wajah nya sangat mengerikan seperti singa yang kelaparan. Jika melihat mangsa di depan nya, sudah pasti dia akan menerkam dan mencabik-cabik nya.
"Permisi Tuan Marvin! Ada apa saya dipanggil kemari?" ucap Hanna yang baru saja masuk kedalam ruangan.
PRANG!
Hanna terdiam ditempat dengan mata yang tertutup. Wanita itu terkejut ketika sebuah guci mahal melayang kearahnya dan membentur dinding tepat disebelahnya. Guci itu seketika pecah, dan serpihannya terhambur kemana-mana.
"KAU MASIH BERANI BERTANYA PADAKU!" Bentak nya dengan nada tingga dan menatap tajam Hanna.
__ADS_1
"Tu-tuan maafkan saya! Saya ti-tidak tahu apa yang anda maksud! Saya bersumpah tidak pernah melakukan hal buruk!" ucap Hanna gugup dan ketakutan. Tangan wanita itu bergetar hebat dia sangat ketakutan.
Begitulah jika Marvin sedang marah besar. Dia tidak suka orang yang berkhianat. Marvin sangat membenci kata PENGKHIANATAN. Berkas penting tentang kerja sama nya bersama Justin hilang. Ada seseorang yang sengaja mengambilnya. Berkas itu sangat penting untuk Marvin, karena kerja sama antara dia dan Justin tidak lah mudah untuk mendapatkan nya. Itu sebuah proyek besar yang sangat menguntungkan. Tapi jika berkas-berkas nya hilang. Mungkin hotelnya akan mengalami kerugian besar. Atau bisa-bisa dia kehilangan satu hotel nya.
Tentu saja Marvin tidak ingin itu terjadi. Hotel tempat dia sekarang berada ini. Adalah hotel pertama tempat dia merintis karir. Susah payah dia membangun nya hingga menjadi maju seperti sekarang. Marvin benar-benar tidak rela jika harus kehilangan hotel tersebut.
Kenapa dia memanggil Hanna. Karena hanya Hanna, Ken dan Dirinya yang tahu mengenai berkas tersebut. Dan juga Hanna dan Ken yang terbiasa masuk ke dalam ruangan nya itu.
Ken?
Tidak mungkin. Marbin sangat percaya jika asisten nya itu. Akan lebih memilih mati dari pada harus memilih mengkhianati dirinya. Jadi tidak mungkin Ken melakukan pengkhianatan.
"Sa-saya benar-benar tidak mncuri berkas-berkas itu Tuan! Saya bersumpah! Apa anda tidak percaya pada saya? Saya sudah bertahun-tahun mengabdikan diri pada hotel ini dan juga anda! Jadi tidak mungkin saya melakukan hal itu!" Hanna bersujud memohon kepercayaan pada Marvin.
Marvin terdiam sejenak. Ucapan Hanna ada benarnya. Sudah bertahun-tahun Hanna bekerja padanya. Selama ini tidak pernah ada keluhan tentang pekerjaan nya. Semua beres tak ada pengecualian.
"Jika bukan kau dan Ken jadi siapa?" ucap Marvin berbalik badan sambil mengacak pinggang dan memijit pelipisnya yang tegang.
"Nona Killa!" ucap Hanna.
__ADS_1
Seketika Marvin berbalik badan. Dicengkram nya kerah baju Hanna dengan kuat. "Ada apa dengan Killa! Kau jangan membuat opini agar aku mencurigai dirinya! Dia tidak ada kaitan dengan ini semua!"
"Kenapa Tuan? Kenapa kau tak bisa mencurigainya? Kematin dia juga ada mengantar berkas kedalam ruang kerjamu! Ketika jam makan siang anda bersama Tuan Justin!" ucap Hanna menjelaskan.
Marvin melepaskan cengkraman nya. Dia mulai mengingat-ingat kembali. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. Tidak mungkin Killa melakukan itu!
"Kenapa anda tidak mengecek CCTV diluar ruangan ini! Anda pasti bisa melihat siapa yang keluar masuk dalam ruangan anda! Meskipun tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam! Tapi anda bisa melihat siapa orang yang masuk selagi anda tidak ada!" ucap Hanna lagi.
Marvin semakin merasa gusar. Dia mengacak rambutnya dengan kedua tangan. Frustrasi, dia sangat tidak ingin percaya jika Killa melakukan itu.
"Ken, cepat kau cek CCTV" titah nya pada Ken.
"Baik tuan!" sahut Ken sigap.
Selagi Ken memeriksa CCTV. Marvin tak berhenti mondar-mandir. Pikiran nya tidak tenang. Dia merasa yakin jika Killa tidak melakukan hal merendahkan itu. Karena setahu Marvin dia tidak ada hubungan nya dengan itu.
Aku percaya kau tidak mungkin melakukan itu lagi Killa! Hatiku sangat yakin! Batin Marvin.
Hanna yang melihat kekalutan dan kegusaran seorang Marvin Louis. Merasa heran dan aneh. Dia menjadi sangat yakin jika Tuan nya itu memiliki hubungan tersembunyi dengan seorang karyawan bawahan yang tidak memiliki pendidikan seperti Killa.
__ADS_1
...🌹Jangan lupa like🌹...