Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 88 : Pantas mendapat hukuman.


__ADS_3

Didalam lift khusus CEO. Sedari tadi Marvin tidak berhenti menatap gadis yang berada disebelahnya itu. Dia terus diam dan melamunkan sesuatu. Membuat Marvin merasa sangat kesal.


"Sebenarnya kau sedang memikirkan apa?" Ucap Marvin ketus dan membentak.


"Maaf, aku sedikit tidak enak badan!" Jawab Killa gugup.


"Aneh! Tadi kau baik-baik saja!"


"Benarkah?"


"Kan, kau bertingkah aneh lagi! Kenapa kau terus menatapi klien ku seperti itu? Sampai-sampai ku lihat kau tidak berkedip sedikit pun!"


"A--aku, tidak aku tidak seperti itu kau salah tanggap saja!" Killa semakin gugup dan kebingungan. Karena Marvin langsung menodongnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan.


"Pembohong! Dasar wanita!" Marvin memalingkan wajah dari nya.


"Maafkan aku!" Lirihnya sembari menunduk.


"Kenapa tiba-tiba minta maaf? Kau sangat aneh hari ini, mencurigakan!"


Dasar wanita, melihat pria tampan sedikit saja sudah seperti itu! Apa dia tidak puas, setiap hari sudah melihat diriku? Apa aku tidak setampan pria-pria lain? Sangat menyebalkan! Batin Marvin kesal.


"Marvin!" Killa memanggil Marvin.


"Hmm, ada apa?" Jawabnya singkat.

__ADS_1


"Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan padamu! Tapi aku harap kau tidak akan marah!" Ucap Killa gugup dan ragu-ragu.


Dia benar-benar membuatku kesal! Apakah dia ingin mengatakan jika aku ini tidak setampan pria-pria lain?


"Diamlah, aku tidak ingin mendengar ucapanmu itu! Hari ini kau cukup diam dan tak berkata apapun!" cetus Marvin dengan raut wajah datar dan dingin.


"Kenapa?" Tanya Killa bingung. Apa dia sudah tahu? Bagaimana ini?


"Tidak perlu tau alasannya, yang terpenting jangan membantahku! Gadis bodoh!" Menoleh sekilas ke arah gadis itu. Dia kembali melamun!


Marvin menghela nafas panjang.


Ting!


"Dia marah padaku! Apakah karena aku tadi menatap Justin lama? Yah itu semua karena aku sangat terkejut! Dia selalu saja marah tanpa sebab yang jelas!" Gerutunya sambil melangkah mengikuti Marvin dari belakang.


Didalam apartemen.


"Berapa banyak pakaian yang harus aku bawa?"


Killa bertanya pada Marvin yang tengah duduk santai sambil memainkan ponselnya.


"Berapa banyak pakaian yang harus aku bawa? Dan berapa lama kita disana?" Tanya nya kembali. Tapi lagi-lagi pria itu tak menjawab.


"Marvin Louis!" Panggilnya dengan berteriak.

__ADS_1


"Ada apa denganmu? Siapa yang menyuruhmu berbicara? Bukan kah tadi aku bilang hari ini kau diam jangan berkata apapun! Jika tidak aku akan menghukum mu!"


"Menghukumku? Kau sudah gila! Bagaimana bisa aku tidak boleh bicara!"


Killa berbalik badan hendak berlalu pergi meninggalkan Marvin dan perintah gilanya itu. Akan tetapi dalam sekejap tubuhnya terhentak didinding. Marvin mengunci tubuh gadis itu didalam dekapan nya.


Mata keduanya saling bertatapan. Dengan jarak wajah yang sangat dekat. Nafas mereka juga saling beradu. "Kau sudah banyak bicara, kau harus mendapatkan hukuman!"


Marvin mendekatkan wajahnya ke wajah Killa. Lalu mencium bibir gadis itu. Dalam beberapa detik ciuman itu terlepas. Keduanya bernafas dengan tersengal-sengal.


"Lepaskan aku! Kau---" Killa mendorong kuat tubuh Marvin menjauh. Dia terdiam ketika Marvin melototinya.


"Masih mau dihukum?" Ucap nya tersenyum tipis sembari hendak melangkah mendekat kembali.


"Ok, fine! Aku diam! Kau puas!" Bahasa isyarat gerakan Killa yang menggerakkan jari dimulutnya untuk tetap diam. Ia pun berlalu dengan penuh kekesalan masuk ke dalam kamar.


BRAK!


Ia membanting pintu dengan sangat keras. Marvin hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Marvin pun kembali duduk di sofa, melanjutkan kegiatan nya yang terhenti. Ternyata Marvin sedang berkirim pesan teks kepada adik nya Gavin. Ia minta dijemput di bandara.


Karena apa?


Karena Marvin tidak mengajak Killa pergi menggunakan Jet pribadi . Melainkan menggunakan pesawat biasa. Dia sengaja ingin membuat seluruh media masa terguncang. Pastinya akan ada paparazi yang mengikuti mereka dan membuat gosip yang sangat menggemparkan.


Aku tidak ingin ada yang disembunyikan lagi Killa! Kali ini aku mau seluruh dunia tahu, jika kau adalah istriku! Istri seorang Marvin Louis! Gumam nya tersenyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2