
Marvin kembali keruang santai. Ia menjatuhkan diri disofa bersamaan dengan nafas berat yang ia hembuskan. Membuat pandangan mata seorang gadis yang baru saja keluar dari kamar itu tersorot padanya.
Ada apa dengan pria dingin itu! Wajahnya terlihat kusut! Pa aku tidak salah lihat, dia tadi baru saja dari dalam kamar Naya? Bukankah Naya jam segini belum pulang sekolah? Batin Killa.
Kasihan sekali gadis itu. Dia hanya bisa bergumam di dalam hati. Tanpa bisa berkata-kata, karena ia tidak diperbolehkan untuk berkata apapun oleh Marvin. Suaminya sendiri.
"Kakak, aku senang akhirnya kalian bisa pergi bulan madu juga!"
Naya berlari dengan girang ke arah Killa dan langsung merangkul lengan nya. Dia tidak ke sekolah!
Killa terheran-heran melihat Naya yang ternyata sudah ada dirumah. Dia menatap Naya dengan dahi yabg mengkerut. Seakan-akan menunggu jawaban dari mulut gadis itu.
"Apa kak? Kenapa kau tidak berbicara? Dan hanya melotot seperti itu? Sangat menyeramkan!" Ucap Naya tertawa renyah sambil menutup mulutnya.
Sontak kedua pria yang sedang duduk diruang santai itu menoleh bersamaan. "Kenapa kalian berdiri disana? Duduk disini?" Titah Marvin dingin.
Kedua gadis itu pun ikut bergabung diruang santai.
__ADS_1
Kau tidak pergi kesekolah? Sorot mata Killa menatap tajam Naya.
"Dia sudah pulang sekolah!" Sahut Marvin.
Killa berdalih menatap Marvin. Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian keluar bersama dari dalam kamarnya?
"Entah aku tidak tahu kenapa dia pulang sekolah secepat ini! Tanya saja padanya! Kami hanya berbicara mengenai uang saku untuknya selama kita pergi!" Ucap Marvin.
Ken dan Naya tertegun dan terheran-heran melihat tingkah suami istri yang aneh itu.
"Kalian sedang bermain telepati? Berbicara dari pikiran ke pikiran? Sangat gila!" Ucap Naya geleng-geleng kepala sembari menatap Marvin dan Killa bergantian.
"Kalian memang sama tidak waras nya! Pergilah sana berbulan madu, agar otak kalian jadi waras lagi!" Celetuk Naya dengan jahilnya.
"Kau! Bukankah aku sudah bilang berhenti berkata seperti itu!" Bentak Marvin seraya beranjak dari duduk nya.
"Ken cepat antar kami ke bandara! Karena gadis satu ini sudah pulang dari sekolahnya! Kau antar kan kami!" Ucap Marvin melirik tajam ke arah Naya.
__ADS_1
"Pergilah Ken, antar kan sepasang suami istri yang hendak pergi berbulan madu ini! Ckckck!"
Sebelum kena semprotan dari kakak dan kakak iparnya. Naya terlebih dulu beranjak dan langsung berlari masuk kedalam kamarnya.
Dasar anak nakal! Tau apa dia tentang bulan madu! Batin Killa kesal dengan perkataan sang adik. Ia pun beranjak dari duduk nya mengikuti langkah Marvin yang berjalan keluar dari apartemen.
"Dasar anak nakal! Dia tau apa tentang bulan madu! Seharusnya kau ajarkan pada adikmu itu, agar tidak terlalu berpikir dewasa!" Gerutu Marvin sambil terus berjalan didepan Killa.
Langkah Killa terhenti menatap punggung pria dingin yang berada di hadapan nya itu. Terkejut, tentu saja. Bagaimana bisa Marvin mengucapkan kata-kata yang juga dia ucapkan di dalam pikirannya.
Apa pria dingin ini bisa membaca pikiran ku! Mengapa dia mengatakan hal yang sama denganku? Batin Killa tak percaya.
"Ada apa? Kenapa kau berhenti? Kita akan terlambat!" ucap Marvin yang sudah ada didalam lift. Menatap Killa yang masih terdiam di tempatnya.
Gadis itu tersentak kaget dan langsung buru-buru berlari masuk mengikuti Marvin dan Ken. Yang sudah berada di dalam lift.
...🌹 Bersambung 🌹...
__ADS_1
...Note : Maaf yah Author bisa up nya satu-satu🙏🏻 Tapi ini tetap author usahakan up nya lebih dari empat episode hari ini🙏🏻☺️ Mohon pengertiannya ☺️🌹...