
Dinginnya udara pagi itu. Membuat Killa terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap beberapa kali. Menatap langit-langit ruangan tempat ia berada. Ia pun melepaskan selang infus di hidung nya. Merasa sudah tidak membutuhkan itu lagi. Meskipun tubuhnya masih terasa lemas.
Ia mengelus perutnya. Mengingat kesakitan yang ia rasakan kemarin. Hingga mengeluarkan banyak darah. Jujur saja waktu itu Killa merasa dirinya sudah hancur. Dia sudah kehilangan bayi nya, Killa sangat takut. Namun Tuhan ternyata berkehendak lain, Killa bersyukur bayinya bisa di selamatkan.
"Baby, maafkan Mommy," lirihnya sambil terus mengelus-elus perutnya itu.
Akhirnya benih-benih kristal itu menetes. Killa tidak bisa menahan nya lagi. "Jika terjadi sesuatu padamu, Mommy tidak akan pernah memaafkan diri Mommy sendiri."
Saat hendak mengusap air matanya. Tidak sengaja tangan nya bersentuhan dengan tangan seseorang. Tentu saja Killa sangat terkejut.
"Marvin," lirihnya sambil mengerutkan kening. Apa dia tidak salah liat? Apa jangan-jangan sekarang dia masih bermimpi? Pikir Killa.
Di liat nya Marvin yang tengah terlelap duduk di kursi dan menyandarkan kepalanya di pinggiran tempat tidur. Killa kembali merasakan matanya memanas dan nafas nya tidak beraturan. Debaran dadanya terasa begitu nyata.
Tanpa sadar tangan nya pun terulur menyentuh wajah Marvin. "Hiks, kenapa rasanya begitu nyata? Kenapa aku terus bermimpi tentang mu? Aku sangat merindukanmu Marvin, hiks hiks."
Killa menutup mulutnya agar tidak terisak. Namun tidak bisa, dia semakin merasa sesak. Killa kembali menatap ke arah Marvin. Entah kenapa mimpi kali ini terasa nyata dari mimpi yang sebelum-sebelumnya. Killa pun menggerakkan kembali tangan nya untuk menyentuh tangan Marvin dan menggenggam nya kuat. Hangat dan lembut, rasanya sama seperti tangan Marvin yang asli.
__ADS_1
"Huh huh huh!" Killa menarik dengan cepat tangan nya lalu memegangi dadanya yang sesak. Ia memalingkan tubuhnya ke arah yang berlawanan. Menangis terisak-isak.
"Sadarlah, bagaimana aku bisa melupakan mu. Jika kau selalu hadir di dalam mimpiku. Hiks hiks, aku sangat merindukan mu Marvin," ucapnya dengan suara bergetar karena isakkan.
Namun tiba-tiba saja.
"Aku juga sangat merindukanmu, Killa."
Seketika mata Killa membulat. Dia sangat terkejut mendengar Marvin yang ada di dalam mimpinya berbicara. Karena biasanya Marvin tidak pernah mengeluarkan satu kata pun di dalam mimpi Killa. Ia pun segera menoleh kembali ke arah Marvin.
"Apa kau bilang barusan?" tanya nya.
Killa pun langsung memeluk Marvin dengan sangat erat. "Hiks, kenapa Vin? Kenapa kau bicara seperti itu? Kenapa kau tidak seperti biasa? Selalu hadir dalam mimpiku, tapi kau tidak pernah bicara. Tapi ... jika seperti ini, bagaimana aku bisa melupakan mu?"
"Aku merindukan mu, sampai-sampai rasanya aku mau mati. Aku rasa aku sudah hampir gila, karena tidak bisa melupakan mu."
Killa merasakan tangan Marvin yang begitu nyata mengelus-elus punggung belakang nya. Membuat Killa semakin merasa sesak.
__ADS_1
"Kau tidak perlu melupakan ku, Killa," ucap Marvin.
Killa mengerinyit dan melepaskan pelukan nya. Di tatap nya wajah Marvin, yang ternyata ada beberapa tetesan air mata di pipinya.
"Aku sangat mencintaimu, maafkan kebodohan yang aku perbuat. Dan jangan pergi lagi dariku, aku tidak bisa hidup tanpamu."
"Kau tahu, aku paling benci jika melihatmu meneteskan air mata. Namun kali ini kau meneteskan nya karena diriku."
Killa semakin terharu, ia mengusap tetesan air mata di wajah Marvin. "Aku tidak akan pernah melupakan mimpi indah ini Vin, rasanya begitu nyata."
Marvin meraih tangan Killa yang menyentuh wajahnya. Lalu menggenggam nya dengan erat. "Ini bukan mimpi Killa. Aku benar-benar ada disini," ucapnya.
"Tidak Vin, ini adalah mimpi." Killa tersenyum sambil menggeleng. "Kau tidak mungkin ada disini. Karena aku tahu kau sangat membenci diriku dan ayahku," lanjutnya.
Marvin menarik nafas panjang, dia merasa sangat bersalah. Telah membuat Killa sangat bersedih, karena kelakuan nya. "Maafkan aku," lirihnya.
...🌹 Jangan lupa like🌹...
__ADS_1
...Note : Maaf belum bisa update banyak episode, karena author lagi banyak kerjaan. Tapi kalau misalkan sudah selesai nulis pasti author up kok🙏🏻🙏🏻🤗...