
"Tapi."
Satu kata keluar dari mulut Marvin namun terhenti. Killa pun menatap lekat suaminya itu.
"Ada apa Vin?" tanya Killa.
"Apa hanya karyawan saja yang akan datang?"
"Tentu saja, tapi Hanna dan June juga datang."
"Benarkah?"
"Iya," Killa mengerinyit heran.
"Bukankah mereka sudah keterlaluan," ucap Marvin.
"Keterlaluan? Maksudnya?" tanya Killa yang masih belum mengerti.
"Tentu saja keterlaluan, karena mereka tidak mengundangku. Sedangkan aku adalah bos ditempat mereka bekerja." tutur Marvin, membuat Killa seketika tergelak.
"Hahaha, kau bisa saja Vin bercanda."
"Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?" Marvin memasang wajah datar.
"Sudahlah, aku mau siap-siap dulu yah." Killa menepuk-nepuk pipi Marvin dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Apakah sebaiknya aku ikut denganmu? Dan memberikan kejutan untuk mereka?" ucap Marvin
"Hahaha, kau sangat menggemaskan." Killa pun mencubit pipi Marvin gemas.
"Aku serius," timpal Marvin lagi dengan wajah yang dibuat serius.
"Kau tahu, jika kau ikut denganku dan bertemu mereka. Tebak apa yang akan terjadi?"
"Apa?"
"Acara makan malam sederhana itu akan berubah suasana menjadi dingin dan suram seperti berada didalam ruangan Meeting bersama dengan Tuan Marvin Louis," tutur Killa yang disambut gelak tertawa dari mulut gadis itu.
Marvin mendengus kesal dengan wajah yang masam akibat penuturan dari Killa. Sejujurnya dia tidak rela membiarkan Killa berada dekat dengan June. Huh, Marvin menghela nafas.
"Hahaha, aku sungguh akan menggigit mu Marvin. Kau sangat menggemaskan, muach."
Killa berdecak sangat gemas akan kelakuan Marvin. Ia pun mendaratkan satu kecupan hangat lagi dibibir pria dingin itu.
"Aku akan bersiap-siap dulu, bye. Makan malam yang banyak yah malam ini ... "
Killa segera beranjak dan hendak melangkah pergi kedalam kamar. Namun tangannya ditarik oleh Marvin.
"Killa," panggilnya dengan lirih dan wajah yang putus asa.
"Berhentilah bersikap seperti anak kecil, Marvin sayang." Killa melepaskan tangan Marvin dan kembali mencubit pipi Marvin.
__ADS_1
"Benar apa kata kakak ku, kakak ipar berhentilah bertingkah seperti anak kecil dan biarkan kakak ku pergi. Jangan sedih kan ada aku yang akan menemanimu makan malam nanti, hihihi." sahut Naya yang ternyata sudah berada dibelakang sofa tempat mereka berdua duduk. Gadis itu tertawa melihat tingkah kakak iparnya yang menjijikan.
Killa hanya tertawa dan langsung pergi meninggalkan saudara ipar yang tidak pernah akur itu.
Naya pun ikut duduk disebelah Marvin dia tidak bisa berhenti tertawa. " Kakak ipar aku benar-benar tidak mengerti mengapa kau bersikap seperti itu, hahaha."
"Berhentilah tertawa, tidak ada yang lucu disini." Marvin melirik sinis dan langsung memalingkan wajah kesalnya.
"Pertunjukan lucu ada didepan sini, hahaha." Naya semakin tergelak.
"Berhenti aku bilang, atau kau mau uang saku mu aku kurangi." ancam Marvin yang sudah sangat tidak tahan ditertawai.
"Baiklah, aku akan berhenti. Tapi, kakak ipar makan malam nanti apa? Masak makanan yang lezat yah." harap Naya dengan wajah berbinar.
"Heheh, lezat? Iya makan malam nanti ayam." ucap Marvin tertawa sekilas lalu kembali datar.
"Asik, jadi ayam dimasak apa kak? Pedas, manis, atau di panggang? Wah, aku sudah bisa mencium aroma ayam panggang."
"Aku belum selesai bicara, maksudku adalah makan malam nanti ayam tapi tulangnya saja. Kau puas!" balas Marvin dengan penuh kepuasan.
Karena berhasil membuat gadis nakal tukang ejek itu terdiam dan kalah. Naya berdecak kesal. Menatap kepergian Marvin yang ikut masuk kedalam kamar.
"Kakak ipar kau sangat menyebalkan." Naya berteriak menggerutui Marvin.
...🌹 Jangan lupa like dan mampir dikarya baru, 'SELLING MY VIRGINITY' Aku sudah usahakan crazy up loh😁🌹...
__ADS_1