Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 36 : Piyama merah muda yang memalukan!


__ADS_3

Killa menatap Marvin dengan wajah masam. Sakit sekali kepala nya yang tadi terhantup ambang pintu mobil. Pria itu sangat kasar. Terlebih wajah nya begitu datar dan dingin.


Killa menghela nafas dengan kasar. Lalu beranjak merangkak didalam mobil. Dia berdalih mau duduk dikursi penumpang dibelakang saja. Tak mau melihat wajah kaku Marvin.


"Apa yang kau lakukan, duduk yang benar! Kau mengganggu konsentrasi menyetirku...."


"Tidak mau, aku mau duduk dibelakang saja!"


"Kau gila, kembali ketempat duduk mu!"


"Tidak mau, jangan memaksaku! Aku tidak suka dipaksa!"


Klepak!


Kedua nya terdiam. Mata Marvin membulat merasakan tangan Killa yang melepak di kepalanya. Killa pun sama, dia terkejut. Bagaimana bisa tangan nya bergerak sendiri melepak kepala Marvin.


Sial! Dia pasti akan marah! Killa meringis didalam hati. Takut Marvin akan marah.


Kurang ajar! pekik Marvin.


"Kembali duduk dengan benar dan kencangkan sabuk pengaman mu!" titah Marvin dingin dan penuh penekanan.


Killa menelan salivanya. "Baiklah!" ucap nya pelan sembari kembali duduk di kursinya dan mengencangkan sabuk pengaman.


Hening!


Tidak ada yang mengeluarkan kata-kata. Killa melirik beberapa kali Marvin yang masih terlihat fokus dan menatap tajam ke depan.

__ADS_1


Killa menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu. Ingin bertanya namun ragu-ragu. Killa pun menarik nafas dalam-dalam lalu berkata.


"Hmm! Soal tadi aku minta maaf"


"Hm!" menyahut dengan deheman.


"Aku serius, aku benar-benar minta maaf dan tidak sengaja melakukan nya! Tangan ku bergerak sendiri---"


"Diam lah, aku sedang menyetir" Marvin menoleh sekilas dengan tatapan dingin. Membuat Killa bungkam.


Aku kan tidak sengaja! Gadis itu menggerutu kesal.


***


Sesampainya dirumah.


Marvin yang tengah sibuk membuka sepatu di depan pintu. Hanya mengerinyit menatap kepergian gadis yang dilihatnya sangat aneh itu. Tanpa sadar bibirnya tertarik menciptakan senyuman. Walaupun hanya sekilas, namun sangat jelas nampaknya.


Didalam kamar. Killa tengah sibuk mengganti pakaian di dalam kamar mandi. Marvin menghentikan langkah nya yang hendak menuju kamar mandi. Ia pun memilih untuk melepaskan pakaian nya didalam kamar dan mengenakan piyama mandi. Mumpung Killa masih berada didalam kamar mandi, karena bisa-bisa dia berteriak histeris lagi. Jika melihat Marvin membuka baju didepan nya.


Killa telah selesai mandi. Dia sudah rapi menggunakan piyama tidur berwarna merah muda. Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang menutupi rambutnya.


"Apa liat-liat? Belum pernah melihat wanita memakai baju berwarna merah muda?" cetus Killa, yang merasa sedari tadi ditatapi oleh Marvin.


Marvin membuang muka. Lalu berlalu begitu saja masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Siapa yang sedang menatapnya?


Killa menghela nafas lega ketika Marvin baru saja menutup pintu kamar mandi. Gadis itu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Menutup wajahnya menggunakan bantal, sambil hentak-hentak kaki di kasur empuk itu.

__ADS_1


"Aaakkhh! Sangat memalukan, apa tidak ada warna lain? Aku tidak suka warna yang begitu terang dan mencolok seperti ini!" suara nya tidak jelas menggerutu dengan bantal yang menutupi seluruh wajahnya.


"Dimana aku harus tidur? Jika kau menguasai tempat tidur ini?" cetus Marvin.


Killa terhentak kaget mendengar suara Marvin. Dia langsung bangun dan duduk. Menatap Marvin seperti sedang melihat setan saja.


Sejak kapan dia disitu? Apa dia mendengar yang sudah aku katakan tadi? Haissh!


"Apa yang kau katakan? Kau mau tidur disini? Bukan kah kau biasa tidur diruang kerjamu?" Killa menunjuk pintu ruang kerja Marvin.


Marvin menengok ke arah yang ditunjuk Killa, lalu kembali menatap gadis itu lagi. "Leher ku sakit, jika terus-terusan tidur di sofa! Lagian ini kamarku dan tempat tidur ku! Apa aku salah ingin tidur disini?"


Killa menghela nafas. Mencoba untuk tidak emosi. "Terus aku tidur dimana?"


"Terserah!" sahutnya singkat sembari naik ke tempat tidur lalu tidur terlentang.


"Baiklah aku yang akan tidur di sofa malam ini, silahkan nikmati kasur empuk mu ini" cetus Killa menggerutu beranjak dari tempat tidur.


Marvin membuka matanya melirik Killa yang hendak pergi. Tangan nya pun bergerak menarik tangan Killa. "Tidur lah disini!"


"Aku? Tidur disini? Denganmu?" Heh, yang benar saja? Aku tidak mau!" tolak Killa mentah-mentah sambil bergidik ngeri.


"Aku akan membatasi nya dengan guling, dan aku tidak akan menyentuhmu" Marvin menyusun guling ditengah-tengah tempat tidur. Untuk membatasi daerah masing-masing. Killa sebelah kanan dan dirinya disebelah kiri.


Killa sedang berpikir. Sambil menimbang-nimbang perkataan Marvin. Dia pun setuju meskipun sedikit ragu-ragu. Karena rasa trauma nya waktu itu.


...🌹 Note: Jangan lupa like dan Vote yah 🌹...

__ADS_1


__ADS_2