Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 55 : Aku sudah tidak waras!


__ADS_3

Sedari tadi Killa nampak sangat tidak tenang. Dia berguling-guling diatas tempat tidur. Entah kenapa dia sangat gugup, menunggu kedatangan Marvin.


Setelah ciuman hangat tadi di dapur. Keduanya jadi canggung. Killa langsung berlari kedalam kamar. Sedangkan Marvin memilih berdiam diri di dalam ruang kerja.


Cklek!


Pintu masuk diluar terbuka. Naya berjalan masuk dengan senyuman yang merekah diwajahnya.


"Ken! Terima kasih ya untuk makan malam nya!" ucap Naya.


"Sama-sama Nona! Masuklah dan istirahat! Selamat malam!" ucap Ken.


Wajah Naya memerah. "Baiklah! Sampai jumpa lagi! Selamat malam Ken!" ucap nya.


Naya pun menutup pintu kembali. Lalu ia berlompat-lompat kegirangan. Entah apa yang gadis itu rasakan. Mengapa dia berbunga-bunga seperti itu.


Naya pun segera pergi ke kamarnya. Tetapi tak sengaja dia melewati pintu dapur. Langkah nya terhenti ketika melihat kondisi dapur yang nampak rapi dan bersih.


"Mereka juga telah selesai! Jangan bilang kakak ipar menghabiskan makanan mengerikan tadi! Hihhh!" Naya bergidik ngeri sekaligus merasa kasihan pada Marvin sang kakak ipar. Karena harus menikahi kakaknya yang tidak bisa memasak makanan yang enak.


"Kasihan sekali nasibmu kakak ipar! Semoga kau diberi kekuatan untuk bertahan bersama kakakku!" Naya geleng-geleng kepala sembari melanjutkan langkah menuju kamar nya.


***


BRAK!


Marvin menjatuhkan kepalanya diatas meja kerja. Marvin merasa dirinya akhir-akhir ini tidak bisa mengontrol diri. Selalu saja melakukan hal yang mengejutkan, seperti tadi.


"Akkh! Apa yang kulakukan tadi? Kenapa aku selalu merasa seperti ini setiap kali berada di dekatnya? Apa aku jatuh cinta padanya? Gadis nakal itu? Yang bodoh dan tukang berkelahi? Sepertinya aku sudah gila!"


Marvin melihat ke arah cermin yang ada di atas meja kerjanya dan berbicara sendiri. Pria itu menghela nafasnya panjang. Tak sengaja pandangannya menangkap sebuah bingkai foto yang terletak di dekat laptop.

__ADS_1


Marvin meraih bingkai foto tersebut dan mengusap debu tipis yang menempel dibingkai itu. "Bagaimana menurutmu? Apa dia wanita yang cocok dan baik untuk ku?"


Marvin berbicara pada sosok yang berada di dalam bingkai foto tersebut. Pria itu tersenyum lalu kembali menaruh bingkai itu pada tempatnya semula.


"Besok ada pertemuan penting! Sebaiknya aku harus segera istirahat! Jangan sampai ada sesuatu yang mengganggu kepala ku malam ini, dan membuat waktu tidur ku berkurang!" Marvin beranjak dari kursinya dan langsung berjalan. Menuju pintu yang menghubungkan ke kamar.


Marvin mengerinyit heran melihat keadaan kamar yang gelap. Dia berpikir jika Killa sudah tidur. Karena itu lampunya dimatikan.


"Sepertinya dia sudah tidur!" ucap nya pelan sembari naik keatas tempat tidur.


Marvin tidur dengan terlentang menatap langit-langit kamarnya. Dia menoleh kesamping, dilihatnya Killa tengah membelakanginya.


Entah kenapa aku ingin sekali memeluknya saat ini! Apa aku sudah tidak waras? Kenapa aku menginginkan hal yang sangat aneh seperti ini! Tapi mau bagaimana, aku sangat ingin melakukan nya!


Marvin menatap lekat punggung belakang Killa. "Eehmm!" ia berdehem.


"Apa kau sudah tidur?" ucap Marvin. Tapi tidak ada jawaban, Marvin semakin yakin jika Killa telah benar-benar tidur.


Oh My God! Apa yang sedang dilakukan pria dingin ini! Apa dia sudah gila? Sepertinya aku akan segera meledak! Oh tidak!


Killa sangat terkejut. Dia merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Sampai-sampai ia susah untuk mengatur nafas. Tubuhnya seperti kepanasan, apa yang harus dia lakukan.


"Apa yang kau lakukan?" Killa bertanya dengan gugup.


"Kau? Ternyata belum tidur?"


"Aku memang belum tidur! Terus kenapa kau melakukan ini!"


"Kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku tadi, jika kau belum tidur!"


"Aku mau menjawabnya tapi kau lebih dulu memelukku seperti ini! Aku jadi terkejut dan tak jadi menjawab!"

__ADS_1


"Benarkah? Atau kau memang sengaja mau menghindariku!"


"Tidak! Aku tidak menghindari mu! Kalau begitu lepaskan aku!"


Killa berdecak dan menggeliat berusaha melepaskan pelukan Marvin. Tapi dia tak bisa, karena tenaga Marvin lebih kuat. Atau mungkin karena tubuhnya yang melemas karena perlakuan Marvin padanya, hingga dia tak bisa mengalahkan kekuatan Marvin.


"Jangan melepaskan nya!" ucap Marvin.


Mata Killa membulat, dia mengira jika Marvin tak sengaja melakukan nya. "Kenapa?"


"Izinkan aku tidur memelukmu malam ini! Agar tidur ku tidak terganggu!" ucap Marvin.


"Kau kira aku ini boneka penangkis mimpi buruk apa?" Killa memelankan suaranya.


"Hmm!" Marvin menganggukkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya dipunggung Killa.


"Baiklah! Aku akan membiarkan nya kali ini! Tapi besok-besok aku tidak akan membiarkan kau melakukan nya lagi!" ucap Killa.


Tidak ada jawaban.


"Yaa! Marvin apa kau mendengarku?"


"Marvin!"


"Kau sudah tidur? Cih, kau langsung tertidur secepat ini? Dasar pria dingin!" Killa menggerutu.


Dia tak tahu jika pria yang dibelakang nya itu sedang tersenyum di balik helaian rambut panjangnya. Malam itu Killa membiarkan Marvin tidur dengan memeluknya. Mereka terlelap dengan sangat nyenyak. Sampai tak sadar jika Killa juga tidur memeluk Marvin. Ditengah malam gadis itu berbalik dan memeluk balik suaminya itu. Menenggelamkan wajah didada bidangnya.


...🌹Jangan lupa Vote yah! Karena sudah hari senin! Jika banyak yang Vote author crazy up deh mulai nanti siang hari ini🙏🏻☺️☺️🌹...


Caranya gampang tinggal klik ini yah!

__ADS_1



__ADS_2