Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 85 : Gangguan dipagi hari.


__ADS_3

Gadis itu terkekeh dengan cepat dia meraih tangan Marvin yang dia pakai untuk menonjol-nonjol kepala Killa tadi. Lalu memutar tubuh pria itu. Menghimpit kan nya pada dinding steinless lift. Wajah Marvin membentur dinding itu dengan sangat kuat.


"Kau membuat pakaian kerja ku kusut Killa!" ucap Marvin dengan suara yang tertekan.


Seketika Killa melepaskan tubuh Marvin. Lalu membalikkan tubuh pria itu menghadap dirinya. Killa pun merapikan kembali kerah kemeja dan dasi Marvin yang sempat berantakan.


"Awas jika kau melakukan itu lagi Marvin Louis!" Killa menggigit bibir bawahnya karena gemas. Sambil menarik dasi Marvin dengan sangat kuat membuat pria itu merasa sedikit tercekik.


"Kau dasar wanita yang sangat kejam!" hardik Marvin menatap tajam Killa.


Ting!


Pintu pun lift pun terbuka. Lift sudah berada dilantai tempat Killa bekerja. Namun ketika dia hendak berjalan keluar dari Lift. Langkahnya terhenti. Marvin meraih tangannya dan memutar tubuh Killa.


Cups!


Ciuman selamat pagi yang hangat dan lembut. Mendarat dibibir Killa. Wajahnya memerah dan matanya membulat menatap Marvin dengan gugup.


"Good Morning!" Marvin tersenyum sangat cerah padanya.


Tiba-tiba saja dia merasa dadanya berdebar-debar sangat hebat. Tampan sekali! puji Killa di dalam hatinya.

__ADS_1


Pintu lift pun kembali tertutup. Killa tersadar dari lamunan nya. Ia pun segera berjalan menyusuri lorong menuju meja kerjanya.


Tapi dia tidak tahu sebenarnya sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan nya. Bahkan sempat melihat ciuman selamat pagi Marvin untuk dirinya tadi.


Tap tap tap!


Langkah kaki mendekat. Killa hapal irama langkah kaki siapa itu. Dia memutar bola matanya malas. Berusaha untuk tetap acuh.


"Selamat pagi Nona Killa!" sapa Hanna dengan tatapan sinisnya.


"Pagi Nona Hanna!" sapa Killa kembali dengan sedikit ketus.


"Jadi bagaimana malam anda Nona? Apa Tuan Marvin meninggalkan mu karena kau telah mencuri berkas penting darinya!" ucap Hanna pedas menyindir Killa.


"Hahaha!" Killa tertawa renyah lalu tersenyum miring sangat licik. Wanita bernama Hanna terlihat mengerinyit keheranan.


"Dia tidak meninggalkan ku! Bahkan dia malah mengajak ku berkeliling kota semalaman! Mengunjungi tempat-tempat yang sangat romantis! Oopss! Bahkan dia juga menciumku dengan pelukan hangat dan lembutnya!" Ucap Killa tersenyum licik. Memanas-manasi diri Hanna.


Rencana Killa berhasil. Manik mata wanita itu menajam dan berapi-api. Nampak kecemburuan dimatanya. Sebelum dia menjawab Killa kembali menimpali.


"Bahkan kau tahu Nona Hanna! Aku tidak bisa melupakan kecupan lembut bibir Tuan Marvin dan pelukan hangatnya! Aroma tubuhnya selalu bisa aku rasakan!"

__ADS_1


Wanita itu seperti iblis yang sedang terbakar. Dia berlalu pergi dengan amarah yang berkobar. Killa terkekeh. Melihat kepergian Hanna yang begitu lucu dimatanya.


"Sabar Killa! Pasti ada waktunya yang tepat! Ketika memang sudah diharuskan kau menjambak wanita itu! Hahaha!" Killa tertawa geli dengan perkataan nya sendiri.


"Pagi!" Sapa seseorang padanya ketika dia sedang merapikan meja kerja.


Killa menghela nafas panjang. "Cobaan lagi dipagi hari yang tiada hentinya!" gerutu Killa pelan.


"Hai, pagi juga Kepala tim pemasaran June!" jawab Killa menyapa balik dengan terpaksa.


"Tidak perlu sepanjang itu! Panggil saja aku June!" ucap pria itu dengan senyuman yang mengembang diwajah tampannya.


"Terserahlah! Cepat-cepat pergi lebih bagus!" gumam Killa pelan dengan gemasnya. Dia tersenyum balik dengan paksaan.


"Semangat!" June mengangkat kedua tangannya seakan memberikan semangat untuk Killa pagi itu.


Killa hanya mengerinyit melihat tingkah pria aneh itu. Sembari terus menatap kepergiannya. "Dasar aneh! Bagaimana bisa Marvin memperkerjakan pria seperti itu? Dia terlihat sangat bodoh, dibanding dengan wajah nya yang tampan itu! Kaca matanya sangat tebal!"


Killa geleng-geleng kepala. Dia berdalih mulai melakukan pekerjaan nya. Dari pada harus memikirkan hal yang aneh-aneh. Pagi ini dia sudah tidak dibuat tenang dengan tiga orang. Marvin , Hanna , dan yang terakhir adalah June. Untung saja pagi ini dia tidak bertemu dengan adiknya yang bermulut pedas itu juga. Jadi tidak ada percekcokan mulut antara dirinya dengan Naya pagi ini. Mengurangi sedikit beban di pagi hari ini.


...🌹 Jangan lupa like 🌹...

__ADS_1


...Note : Maaf yah Author cuman bisa up tiga episode hari ini🙏🏻🙏🏻 Menyangkut ini hari selasa, bosnya lagi libur kerja! Jadi Author harus ngurus bos dulu dirumah🤭😁🙏🏻Mohon pengertian nya yah☺️☺️...


__ADS_2