Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 138 : Jangan jadi pria yang menyebalkan.


__ADS_3

Bruk!


Punggung belakang Killa menabrak dinding steinless lift khusus CEO. Ketika Marvin berhasil menangkapnya.


"Dapat, kau tidak bisa lari kemana-mana lagi."


Marvin mengunci tubuh Killa hingga tidak bisa pergi dari rengkuhannya. "Aaaa, lepaskan aku. Geli Marvin berhenti, hahaha."


Killa berteriak dan tertawa bersamaan. Ketika jari jemari Marvin menggelitik perutnya. "Aku tidak akan membiarkanmu lepas Killa, kau harus menerima hukuman karena sudah meninggalkanku tadi. Rasakan," ucap Marvin.


Pandangan keduanya saling beradu. Marvin terhenti begitu pun juga dengan Killa yang berhenti menggeliat. Mereka berdua bernafas dengan terengah-engah dan menatap satu satu sama lain.


"Jadi apa yang kau maksud tadi Nona Killa, kau tidak dapat menahan apa?" Marvin berbisik pelan didepan wajah Killa.


"Aku tidak dapat menahan, untuk mmmhh---"


Killa langsung memajukan wajahnya dan mencium bibir Marvin. Mata Marvin membulat karena terkejut. Tangannya pun merengkuh leher Killa. Lalu membalas ciuman gadis itu semakin dalam. Begitu pun dengan Killa yang mulai terbawa suasana, ia mencengkram kuat kerah kemeja milik Marvin hingga kancing atasnya terlepas.


Namun tiba-tiba saja ditengah-tengah ciuman mereka. Ternyata ada seseorang yang tidak sengaja lewat depan lift dan sangat terkejut.

__ADS_1


"WOAH KALIAN BENAR-BENAR ... " teriak June yang langsung menutup wajahnya dengan dokumen yang ia pegang.


Killa dan Marvin pun sama-sama terkejut dan langsung melepaskan diri masing-masing. Merapikan rambut dan pakaian yang berantakan.


Sial! Umpat Marvin didalam hati. Bisa-bisanya dia lupa untuk menutup pintu lift. Karena sudah terlalu jatuh kedalam manisnya rasa bibir Killa. Marvin sampai lupa diri.


"Ketua Tim June, ada apa?" tanya Killa terbata-bata.


"Nona Killa, saya hanya ingin mengingatkan anda untuk acara makan malam Tim." jawab June yang masih menutup wajahnya dengan dokumen.


"Hmm, aku tidak lupa." Sahut Killa.


"Baiklah, sampai jumpa nanti malam Nona Killa." ucap June seraya berjalan cepat pergi dari tempat itu. Merasa sedikit bersalah karena sudah mengganggu sepasang suami istri itu.


***


Sesampainya dirumah Killa dan Marvin bergantian menggunakan kamar mandi yang ada didalam kamar. untuk membersihkan diri. Lalu mereka memilih untuk duduk mengobrol bersama di ruangan santai.


Marvin sudah menunggu sedari tadi untuk bertanya masalah yang dikatakan oleh June tadi. Makan malam, sejak kapan ada acara makan malam yang ia tidak ketahui diantara para karyawan.

__ADS_1


"Jadi, jelaskan padaku sekarang." ucapnya seraya menyeruput teh herbal yang dibuatkan Killa.


"Jelaskan apa?" tanya Killa mengerinyit.


"Tadi, yang dikatakan oleh pria murah senyum itu? Makan malam apa yang dia maksud?"


"Oh itu, makan malam biasa para karyawan di departemen kami. Entahlah, aku lupa tentang apa makan malam ini dirayakan."


"Hmm, benarkah?"


Marvin terlihat sedang memikirkan sesuatu. Killa merasa ada yang salah. Ia pun bertanya.


"Ada apa? Apa kau tidak mengizinkan aku pergi? Hanya untuk makan malam sederhana para karyawan?"


"Hah?" Marvin tersentak dari lamunannya.


"Hahaha, tidak mungkin lah. Aku bukan pria yang seperti itu, apa kata orang? Over Protective, iya over protective. Aku bukan tipe pria seperti itu Killa," ucapnya kemudian dengan tertawa sumbang.


Oh ayolah Marvin, jangan jadikan dirimu pria yang menyebalkan. Buatlah dia nyaman dan tidak berpikiran seakan kau terlalu mengekangnya. Batin Marvin.

__ADS_1


"Baguslah kau memang suami yang terbaik, muach."


Satu kecupan hangat mendarat di bibir Marvin. Dan ditambah pelukan penuh kasih sayang yang diberikan Killa untuk pria dingin itu. Membuatnya membeku ditempat dengan pipi yang merah dan panas.


__ADS_2