
"Minumlah ini!" Killa memberikan sebotol air mineral kepada Marvin. Pria itu pun meraihnya dari tangan Killa dan langsung meneguknya hingga habis.
Kini mereka berdua tengah berada disebuah rumah makan yang ada didekat pemakaman tersebut. Suasana didalam rumah makan itu begitu tenang dan nyaman. Dengan adanya band dan penyanyi yang melantunkan lagu-lagu klasik, menambah kesan elegan.
"Kau mau kemana?" Ucap Marvin menarik tangan Killa yang beranjak dari kursinya.
"Kau tunggu disini! Sebentar lagi pelayan akan membawakan pesanan mu!" Ucap Killa dengan semangat, sembari berlarian kecil menuju arah band dan penyanyi dirumah makan itu.
Marvin menghela nafasnya lelah. Kemudian membiarkan Killa berbuat semaunya. "Apa lagi yang mau dilakukan gadis bodoh itu!"
Tidak lama kemudian, datanglah pelayan dengan membawakan dua gelas minuman dan menyuguhkan kepada Marvin. Pria itu tidak menghiraukan, pandangannya terus tertuju pada layar ponsel.
'Cari tahu ada hubungan apa, Papah Arsen dan Gerry Ayahnya Killa!' Marvin~.
'Baik Tuan! Akan saya cari tahu! Mengenai mantan pacar Nona Killa, saya sudah mengirimkan detail nya di email anda Tuan' Ken~.
'Kerja bagus, aku akan cek setelah sampai dirumah' Marvin~.
Namun tiba-tiba saja Marvin tersentak kaget. Ketika terdengar suara merdu seorang wanita tengah bernyanyi. Suaranya menggema terdengar hingga ke setiap sudut rumah makan itu.
🎵Ipsure garyeojin.
🎵nunbichui soksagim.
🎵I'll be yours.
🎵I'll be yours.
Marvin menoleh kebelakang kearah panggung tempat band dan penyanyi berada. Alangkah terkejutnya Marvin ketika melihat sosok Killa tengah duduk ditengah-tengah panggung menggantikan tempat penyanyi.
Baru awalan saja, ketika Killa masih mencoba dan mengatur nada. Semua pandangan tertuju padanya. Suaranya sangat lembut dan merdu.
"Gadis bodoh itu! Apa yang mau dilakukannya?" Gumam Marvin menatap Killa yang tengah sibuk memperbaiki kursi tempat ia duduk.
Eehmm, test test satu dua!
"Selamat sore, saya duduk disini saat ini untuk menyumbangkan sebuah lagu! Yang saya tujukan untuk seseorang yang hatinya sedang kalut dan tidak tenang! Tujuannya agar seseorang itu dapat melupakan sejenak beban hidupnya yang membuat hatinya sakit! Saya akan membawakan lagu berjudul Yours, (Feat. Lee Hi, Changmo) - Raiden & Chanyeol! I'll be yours adalah kata ungkapan yang berartikan Aku akan menjadi milikmu ! Selamat mendengarkan!" Ungkap Killa panjang lebar memberikan sambutan pertama agar semua orang mengerti maksud dan tujuan dirinya menyanyikan lagu tersebut.
Sontak semua pengunjung langsung bertepuk tangan dan menyoraki Killa. Ada yang bilang sangat cantik, suaranya indah dan juga sangat romantis. Mereka semua bertanya-tanya kepada siapa lagu itu ditujukan. Sampai pada akhirnya Killa tersenyum dan memberikan kode 'Aku cinta kamu' dalam bahasa tangan khas orang korea.
"Dasar gadis bodoh! Sangat memalukan!" Sunggingan senyuman tipis tergambar diwajah merah Marvin. Sangat memalukan pikirnya, karena pandangan semua orang tertuju pada dirinya.
__ADS_1
Lalu Killa pun mulai menyanyikan lagu tersebut. Bait demi bait dia lantunkan dengan suaranya yang begitu merdu. Membuat semua orang ikut terbuai dan menikmati nyanyiannya.
Terlebih saat dibagian Reff nya yang berbunyi.
🎵Let me tell ya (Biarkan aku berkata Ya!)
🎵Oh oh neol dameun siseon (Tatapanku tertuju padamu)
🎵love me don't hurt me (Cintailah aku, jangan menyakitiku)
🎵Oh oh nuneul gamado Yeah (Bahkan jika aku menutup mata)
🎵just kiss me don't burn me (Cium saja aku, jangan membakarku)
🎵I'll be yours (Aku menjadi milikmu)
🎵and I'll be yours (Dan aku menjadi milikmu)
🎵I'll be yours baby (Aku menjadi milikmu, sayang!)
🎵I'll be yours (Aku menjadi milikmu)
🎵I'll be yours (Aku menjadi milikmu)
🎵I'll be yours baby (Aku menjadi milikmu, sayang!)
Lagi-lagi Marvin jadi senyum-senyum sendiri. Wajahnya semakin memerah karena secara tidak langsung Killa telah mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi milik Marvin.
"Apa lagu ini berasal dari lubuk hatimu yang paling dalam, Killa? Aku berharap begitu!" Ucapnya tersenyum menatap terus ke arah Killa, yang menyanyi dengan enjoy penuh senyuman.
Setelah sudah selesai. Killa pun segera turun dari panggung dan menghampiri Marvin kembali. Pria itu memperbaiki posisi duduknya, dia tidak mau jika Killa melihat dirinya yang terlihat bahagia. Karena sebuah lagu yang dinyanyikan oleh gadis itu, menyentuh hatinya.
"Bagaimana?" Tanya Killa sembari duduk kembali dihadapan Marvin.
"Bagaimana apanya?" Jawabnya dingin dengan tatapan tertuju ke layar ponsel, seolah-olah tak perduli.
"Suara dan nyanyian ku tadi! Aku begitu gugup karena semua orang melihat padaku!" Ucap Killa kembali.
"Biasa saja, bahkan suaramu sangat buruk! Telingaku sakit mendengarnya!" Ucap Marvin.
__ADS_1
"Cih! Aku lihat sendiri, kau juga menikmati nyanyian ku! Dasar munafik!" Desisnya sembari melipat tangan didada dan memalingkan wajah.
"Siapa yang kau bilang munafik? Nyonya Louis?" Marvin menautkan alis dan menatap skeptis gadis yang kini tengah cemberut itu.
"Kau Tuan Marvin Louis yang terhormat! Kau adalah pria munafik yang----mmmhhh"
"Cepat habiskan minuman mu! Hari semakin gelap! Aku tunggu dimobil!"
Sebelum Killa selesai bicara, Marvin terlebih dulu menyulum kan sedotan dimulut gadis itu. Lalu beranjak dari duduk dan pergi meninggalkannya.
Dasar tidak tahu terima kasih! Sudah dihibur tapi malah menghinaku! Kau sangat menyebalkan Marvin! Gerutu Killa didalam hati.
***
Diperjalanan pulang, Marvin masih tidak tenang. Pikirannya melayang kemana-mana, memikirkan mengenai sikap Papah Arsen yang begitu mencurigakan. Sampai pada akhirnya lamunannya buyar. Ketika sesuatu menyentuh pundak kirinya.
Sontak Marvin langsung menoleh kesamping. Dilihatnya kepala Killa yang tengah tersandar dipundak kirinya. Jantungnya kembali berdegup kencang. Bisa-bisanya gadis itu dengan sangat mudah menyandarkan kepala dipundaknya. Apa dia sedang mencoba mencari perhatianku? Batin Marvin.
"Eehmm! Kau mencoba merayuku bukan? Kau sendiri yang bilang jangan pernah bersikap menjijikan seperti ini! Tapi sekarang kau malah mencoba mencari perhatianku, sampai seperti ini!" Ucap Marvin yang wajahnya sudah semerah udang rebus.
Tidak ada jawaban. Malahan sekarang tangan Killa bergerak hingga bersentuhan dengan punggung tangannya. Membuatnya semakin gugup dan salah tingkah.
"Ya! Killa Roses, jangan seperti ini! Jika kau mau perhatian! Aku akan dengan senang hati memberikannya! Tapi jangan diam-diam seperti ini!" Lanjutnya semakin gugup.
"Auggh! Kenapa suasana nya jadi panas dan gerah seperti ini sih? Tolong buka kaca mobilnya!" Ucap Marvin mentitah sang supir untuk membuka kaca mobil. Supir itu pun mengangguk dan membuka kaca mobil setengah. Membiarkan udara masuk.
Tapi lagi-lagi hal tidak terduga terjadi. Beberapa helaian rambut Killa berterbangan ke wajahnya. Lembut dan sangat wangi. Marvin meraih helaian rambut itu. Lalu menyelipkannya ditelinga pemiliknya.
"Kenapa aku jadi seperti ini sih? Ya, Killa jangan seperti ini! Menjauh, aku sedang tidak ingin bercanda!" Marvin mendorong tubuh Killa menjauh.
Tapi ternyata!
Terdengar suara dengkuran kecil dari wajah Killa yang tertunduk dengan tertutupi rambut panjangnya. Marvin mengerinyit tidak percaya. Ternyata gadis itu sedang tertidur.
Ia pun tergelak sendiri. Menertawakan kebodohannya, ternyata sedari tadi dia sedang berbicara sendiri. Atau lebih tepatnya berbicara dengan orang yang tidur.
"Aku sudah gila!" Gumamnya.
"Baiklah, tidur yang nyenyak! Aku akan meminjamkan pundak ku kali ini padamu! Kau pasti sangat lelah hari ini!" Ucap Marvin.
Ia pun kembali menyandarkan kepala Killa dipundak kirinya. Kemudian meminta sang supir untuk kembali menutup rapat kaca mobil. Karena udara begitu dingin, dia tak ingin Killa menjadi sakit nantinya.
__ADS_1
"Maafkan aku, sudah memperlihatkan sisi lemah ku padamu hari ini!" Gumamnya sembari meraih tangan Killa dan menggenggamnya erat.
...🌹 Bersambung 🌹...