
Siang itu di restauran hotel. Marvin sedang duduk menunggu seseorang. Klien yang sangat penting. Karena orang itu hendak berkerja sama dengan hotel Marvin. Dia hendak menyewa seratus kamar dalam tiga bulan ke depan. Untuk di jadikan mess karyawan nya.
Tentu saja Marvin sangat antusias. Karena ini akan menjadi kerja sama yang akan sangat menguntungkan. Tidak boleh terlewatkan pikir Marvin.
"Selamat siang Tuan Marvin! Apakah anda telah menunggu lama?"
Sapa seorang pria tampan yang baru saja datang. Marvin langsung berdiri dan menjabat tangan nya. "Tidak sama sekali Tuan Justin! Senang untuk bertemu anda kali ini! Silahkan duduk!"
Benar sekali. Pria itu adalah Justin Kyle, pemilik tambang emas terbesar di Korea Selatan. Dia juga merupakan ketua dari anggota mafia besar bernama G-Dragon setelah ayahnya pensiun.
Mereka berdua makan siang bersama sambil membicarakan tentang kerja sama ini. Setelah selesai makan siang. Mereka langsung melakukan penandatanganan kontrak kerja sama. Jadi selama tiga bulan ke depan. Seratus kamar hotel berukuran sedang di hotel milik Marvin ini. Akan menjadi mess tempat tinggal untuk karyawan-karyawan Justin.
***
Tal terasa hari sudah sore. Sudah waktunya pulang kerja. Marvin melirik arloji di tangan kirinya. Lalu menatap kearah pintu masuk ruangan kerjanya.
Marvin merasa gelisah. Karena seharian ini dia tidak bertemu dengan Killa. Karena itu dia sangat bersemangat ketika jam sudah menunjukan hampir pukul lima sore.
"Kenapa aku jadi seperti ini sih? Heh! Sungguh tidak bisa ku percaya, jika aku akan merasa sangat senang akan bertemu dengan nya!" Marvin menertawakan dirinya sendiri yang sudah hilang akal.
Cklek!
Ken masuk kedalam ruang kerja Marvin. "Tuan sudah waktunya pulang! Saya pamit lebih dulu, untuk menjemput Nona Naya dari sekolah!"
Ken meminta izin Marvin untuk pamit lebih dulu. Untuk menjemput Naya pulang sekolah. Karena dia sudah ditugaskan Marvin menjadi supir yang menjemput dan mengantar Naya ke sekolah.
"Pergilah! Ingat jaga adik ipar ku dengan baik!" ucap nya tanpa sadar.
"Baik, Tuan! Saya permisi dulu!" Ken pun segera pergi. Pria itu tersenyum mengingat perkataan Marvin tadi. Adik ipar? Sepertinya Tuan sudah mulai menerima Nona Killa sebagai istrinya!
Ting!
Pintu lift terbuka. Marvin melangkah keluar dari dalam lift khusus CEO. Dengan kepala yang celingak-celinguk melihat kondisi keadaan. Sudah sepi, tidak ada orang. Senyuman tergambar jelas diwajah pria itu.
__ADS_1
Marvin menyusuri lorong menuju meja kerja Killa. Gadis itu masih sibuk merapikan meja kerjanya. Ia tak menyadari kehadiran Marvin.
"Sudah selesai?" ucap Marvin.
Marvin melihat gadis itu tersentak kaget. "Augh! Kau mengagetkan ku! Untuk apa kau kesini?" tanya nya dengan raut wajah bingung.
"Untuk menjemputmu pulang bersama!" jawab Marvin santai.
"Menjemputku? Cih! Yang benar saja? Rumah mu bahkan sangat dekat tinggal naik lift saja sudah sampai! Jadi untuk apa menjemputku?" ucapnya terkekeh sambil terus merapikan meja.
"Kenapa? Apa kau tidak suka melihatku disini? Tapi kenapa kau membiarkan ketua pemasaran mendekatimu!" ucap Marvin dengan raut wajah dingin nya.
Killa terkejut. Dia langsung mendekati dan berdiri di samping Marvin. Pria itu bersandar pada dinding dengan tangan kanan yang masuk ke dalam saku.
"Kau melihatnya?" Killa bertanya. Marvin menjawabnya dengan anggukan.
"Apa kau marah? Aku benar-benar tidak memiliki hubungan apa-apa dengan nya! Hanya dia saja yang terus mencuri-curi waktu untuk mendekati ku seharian ini!"
"Aku tahu! Tenanglah aku tidak marah!" ucap Marvin seraya mengelus pucuk kepala Killa sambil tersenyum. Aku akan menyuruh Ken mencari tahu tentang ketua pemasaran itu! Bagaimana bisa dia menggoda istri bos nya!
"Syukurlah!" Killa menghela nafas seraya mengelus dadanya. "Tapi apa aku salah lihat? Kau selalu tersenyum padaku? Ada apa?"
"Hmm, a-aku! Memangnya tidak boleh aku tersenyum? Kalau begitu akan berhenti tersenyum!" ucap Marvin gugup dan melirik Killa sekilas.
"Tidak! Bukan itu maksudku! Sebenarnya kau jauh lebih menawan jika tersenyum!" ucap Killa malu-malu.
"Benarkah? Lebih menawan mana aku dengan ketua pemasaran itu?"
"Cih! Ada apa denganmu? Kenapa kau begitu kekanakan bertanya seperti itu?" Killa menyipitkan matanya menatap Marvin.
"Aku tidak kekanakan! Cepatlah selesaikan kerjaanmu! Lalu kita pulang!" ucap Marvin dingin dan ketus.
"Huft! Baiklah baiklah Tuan dingin! Aku akan segera selesai! Kau sangat cepat berubah suasana hati! Sangat membingungkan ku!" Killa menggerutu sambil melanjutkan merapikan meja kerjanya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan membawamu menemui ayahku!" ucap Marvin.
"Terus kenapa?" jawab Killa santai.
"Kau harus belajar untuk terbiasa menggandeng tanganku! Agar di depan keluargaku kita terlihat seperti pasangan yang saling mencintai!" ucap Marvin.
Killa mengerinyit heran. " Apa harus?"
"Hmm!" Marvin mengangguk. "Kau bisa memulainya dari sekarang!" ucapnya lagi.
"Hmm apa tidak apa-apa? Aku menggandeng tanganmu ditempat umum!" Killa merasa ragu.
"Tidak apa-apa! Tidak ada orang disini!" ucap Marvin.
"Tapi CCTV!" Killa menunjuk CCTV.
"Biarkan saja tidak usah menghiraukan mereka!" ucap Marvin.
"Baiklah!"
Dengan sangat ragu-ragu, akhirnya Killa menggandeng lengan Marvin. Jantungnya berdegup dengan sangat cepat. Killa menyandarkan kepalanya di pundak pria dingin itu. Betapa nyaman nya dia rasakan.
Marvin tersenyum simpul sambil melirik Killa. Gadis itu tidak sadar jika pria dingin itu sudah mengerjainya. Marvin hanya ingin Killa menggandeng tangan nya saat ini.
Sekarang aku lebih yakin lagi! Aku benar-benar telah jatuh cinta dengan gadis nakal bodoh ini! Aku tidak akan pernah melepaskan mu Killa! Gumam Marvin.
Mereka berdua pun berjalan sambil bergandengan menuju lift khusus CEO. Akan tetapi mereka tak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang menatapi gerak-gerik mereka sedari tadi.
Dari kejauhan seorang wanita mengepalkan tangan dengan kuat. Menatap lurus ke depan, dimana ada pemandangan yang sangat membuat dadanya panas. Hanna terbakar api cemburu. Dia tidak terima ternyata dugaan nya benar. Killa telah mencoba menggoda Tuan Marvin, pikir nya.
Aku tidak akan membiarkanmu lepas Killa R!
...🌹Jangan lupa like🌹...
__ADS_1