Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 119 : Kelicikan Naya.


__ADS_3

Tiga hari sudah Marvin menjalani hari tanpa berinteraksi langsung dengan Killa. Marvin memilih untuk bekerja lembur hingga pulang ditengah malam ketika Killa sudah tidur. Begitu pun dipagi harinya, ketika Marvin bangun Killa sudah tidak ada disampingnya. Gadis itu sudah berangkat untuk bekerja.


Pagi ini Marvin telah rapi dengan setelan kerjanya. Marvin duduk disofa ruang santai. Sambil menyeruput teh herbal, Marvin membaca berkas yang diberikan oleh Ken padanya.


"Jadi apa kau sudah mengatur wawancara itu?" Tanya Marvin.


"Sudah Tuan! Semuanya sudah siap Jurnalis beserta tim nya akan datang ke kantor anda pada pukul sebelas nanti," jawab Ken dengan tanggap.


"Baiklah, aku harap tidak ada kendala Ken! Seluruh dunia harus tahu dia adalah istriku, terutama pria itu!" Ucap Ken dengan sorot mata tiba-tiba menjadi tidak bersahabat. Mengingat wajah Justin yang tersenyum padanya. Jujur saja, dari awal Marvin sudah merasakan hal yang tidak baik saat bertemu Justin. Tidak tahu jika mereka berdua dipertemukan dengan takdir. Justin adalah mantan kekasih Killa, gadis yang kini ia sangat cintai.


"Saya harap juga begitu Tuan," ucap Ken menatap wajah Marvin yang berubah rautnya.


Namun disela-sela perbincangan antara bos dan asistennya itu. Seorang gadis memakai seragam sekolah berjalan menghampiri keduanya. Gadis itu menyapa dengan ramah kepada Marvin.


"Pagi kakak ipar! Hari ini kau terlihat sangat tampan, tidak seperti biasanya!" Sapa Naya sedikit menggoda Marvin.


"Bukan urusan mu, pergilah sekolah yang benar! Jangan suka mengurusi urusan orang dewasa!" Cetusnya kasar.


"Cih! Dasar pemarah, pantas saja kakak ku tidak menyukaimu!" Desis Naya.


Seketika manik mata Marvin membesar mendengar perkataan Naya. Dia pun langsung menoleh menatap gadis itu dengan tajam.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Marvin beranjak dan berjalan mendekati Naya.


"Aku tidak akan mengulang perkataan ku kakak ipar!" Naya tersenyum miring. Membuat Marvin semakin geram.


"Kau bilang apa tadi? Kakak mu tidak menyukaiku? Heh!" Marvin terkekeh.


"Dasar gila, kenapa kau malah tertawa?" Naya mengerutkan dahi melihat tingkah Marvin yang malah tertawa.


"Kau tahu apa dasar anak kecil! Kakak mu itu sangat menyukaiku, kau tahu!" Ucapnya dengan bangga.


"Cih! Kau sangat percaya diri kakak ipar! Apa kau yakin, dia benar-benar menyukaimu? Itu rasa suka atau takut? Karena kau selalu saja marah padanya!" Naya semakin menantang. Ia melirik Ken yang malah tersenyum melihat mereka berdebat. Tanpa disadari oleh Marvin kedua orang itu saling mengedipkan mata. Seolah sengaja untuk membuat marah dirinya.


Marvin terdiam mencerna ucapan Naya. Entah mengapa dia jadi merasa bimbang. Apa benar Killa tidak menyukainya dan hanya merasa takut. Karena sikapnya yang tidak pernah baik terhadap gadis itu.


Marvin menepis pemikiran buruk di kepalanya. Dia percaya jika Killa benar-benar mencintainya. Meskipun perkataan Naya ada benarnya.


"Hahaha, percaya diri sekali! Kakak ipar, apa kau tahu! Di departemen tempat kakak ku bekerja ada seseorang yang bernama June! Kau pasti ingat bukan, pria yang mengantarku sore itu, yang menyelamatkanku!"


"Aku ingat, ada apa dengannya?"


"Hoooh! Kau tidak mengerti rupanya!" Naya tersenyum miring seakan meremehkan Marvin. "Kau tahu, kakak ku sering menceritakannya! June, ketua tim pemasaran itu!"

__ADS_1


"Apa?" Sorot mata Marvin berapi-api. "Lagi pula, tidak ada hubungannya denganku! Untuk apa aku perduli!"


"June, adalah pria tampan yang murah senyum! Dia selalu memperlakukan kakak ku dengan baik! Bicara nya juga sangat lembut, tidak pernah membentak seperti seseorang yang aku kenal!" Naya menekankan suaranya diakhir kalimat.


"Terus? Tidak ada hubungannya denganku bukan? Pergilah dasar anak kecil, kau tidak akan mengerti urusan orang dewasa."


Marvin berbalik badan dari Naya. Dia mengusir gadis itu untuk segera pergi ke sekolah. Karena dia mulai geram dengan perkataan Naya, yang membuat pikirannya semakin kalut.


"Hahaha!" Naya kembali tertawa renyah meremehkan. "Kakak ipar ... Kakak ipar! Jangan seolah-olah kau tidak mengerti! Apa kau yakin tidak takut jika kakak ku akan jatuh cinta pada ketua tim pemasaran yang bernama June itu? Dia adalah pria yang baik dan penyayang! Semua wanita pasti jatuh cinta pada pria seperti itu!"


Langkah Marvin terhenti. "Ken, cepat bawa pergi anak kecil ini! Dia sudah terlalu banyak bicara! Membuat telingaku sakit!" Perintahnya kemudian.


"Siap Tuan!" Jawab Ken sigap dan tanggap. Ken langsung menghampiri Naya dan mengajak gadis itu pergi.


"Nona, kau sangat pintar berakting!" Ucap Ken setengah berbisik pada Naya.


"Biar dia tahu rasa! Dia kira dia siapa? Sudah berhari-hari dia membuat kakak ku murung! Dia harus diberi pelajaran Ken!" Sahut Naya kesal.


"Saya yakin Tuan Marvin, sebenarnya tidak berniat untuk menyakiti Nona Killa! Hanya saja sifat mereka berdua sama-sama keras kepala! Jadi sering kali berbeda pendapat. Tapi percayalah, saya rasa Tuan Marvin sangat mencintai Nona Killa!" Ucap Ken.


"Aku harap juga begitu Ken! Kita lihat saja, kakak ipar akan berbuat apa? Pikirannya pasti berkerja keras mencerna setiap ucapan ku tadi! Ckckck!"

__ADS_1


Naya tergelak begitu pun juga Ken. Mereka berdua sudah berhasil membuat Marvin merasa terancam. Dengan begitu pria dingin itu pasti akan sadar dengan kesalahannya. Naya begitu licik, karena dia juga merasa sedih. Setiap kali melihat Killa yang jadi murung selama beberapa hari. Karena itu dia berkata seperti itu oleh Marvin.


__ADS_2