
Killa mencuci wajah nya di dalam kamar mandi setelah selesai makan malam tadi. Sedangkan Marvin menunggu gadis itu selesai menggunakan kamar mandi.
Killa telah selesai dia pun segera keluar dari kamar mandi. Bergantian dengan Marvin yang kini masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
Kini mereka berdua telah berada di atas tempat tidur bersama. Tentu saja masih dengan halat guling ditengah-tengah mereka. Killa tidur tidur dengan membelakangi Marvin, sedangkan Marvin tidur dengan terlentang.
"Ehhm! Kau sudah tidur?" Marvin berdehem dan bertanya.
Killa membalikan tubuhnya menghadap Marvin. Gadis itu tidur memeluk guling yang menjadi batas mereka. "Belum, ada apa?"
Marvin membuka matanya lalu menoleh kan kepalanya kearah kanan. Menatap wajah gadis cantik itu dari kegelapan. Sebenarnya tidak terlalu gelap, karena masih ada secercah cahaya. Yang menerangi kamar dari lukisan yang tergantung diatas tempat tidur.
"Maafkan aku soal tadi sore! Seharusnya aku menyadari dari awal, jika terjadi sesuatu padamu!" ucap nya lirih.
"Tidak apa-apa! Lagian hanya terkunci saja, itu tidak akan membuatku takut!" Killa tersenyum dengan mata sayu karena mengantuk.
Marvin menatap lekat wajah gadis yang sudah menjadi istrinya itu. Dia terlihat sangat cantik tanpa mengenakan sentuhan make up sedikit pun. Tangan Marvin menjulur menggapai pucuk kepala Killa. Lalu mengelusnya dengan lembut.
"Kau pasti sangat kesulitan hari ini! Maafkan aku yang memberikanmu pekerjaan yang sulit!" ucap Marvin.
Killa kembali terbuai dengan sikap lembut dan perlakuan hangat dari Marvin. Pria itu selalu bisa membuat hatinya tersentuh. Meskipun terkadang sikapnya terlalu dingin dan kaku.
"Apa kau mau aku pindahkan menjadi ketua tim pemasaran atau menjadi manager hotel atau restauran?" ucap Marvin.
Killa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Atau kau mau menjadi sekertaris ku?" lanjut Marvin.
"Itu tidak perlu! Aku sudah nyaman dengan pekerjaan ku sekarang! Dan juga jika kau melakukan itu? Pastinya aku akan menjadi bahan gosip para karyawan yang lain! Secara orang yang tak berpengalaman seperti ku, dengan cepat naik jabatan! Aku tidak mau itu terjadi!" Killa melirih mengingat perkataan yang dilemparkan para karyawan padanya selama seharian ini.
"Kenapa? Apa ada yang membicarakan mu tidak-tidak? Aku akan menendang keluar siapa saja yang berani membicarakan mu macam-macam!" ucap Marvin dengan raut wajah kesal.
"Apa kau sedang mengkhawatirkan ku?" Killa tersenyum lebar menatap Marvin dengan penuh arti.
"Hah? Aku mengkhawatirkan mu?Jangan terlalu percaya diri, aku hanya tak suka jika ada karyawan yang suka menggosip!" ucap Marvin mengelak. Lalu memalingkan tubuhnya membelakangi Killa.
Killa mendengus kesal. "Dasar pria dingin selalu saja membuatku kesal! Tidak bisa kah mulutmu itu berucap manis sekali saja!"
Gadis itu pun ikut memalingkan tubuh membelakangi Marvin. Tak lama kemudian mereka berdua pun terlelap dengan posisi saling membelakangi satu sama lain.
***
Seorang pria berparas tampan sedang tersenyum menatap gelas berisi anggur yang dia pegang sendiri. Gelas itu dia gerak-gerakan agar isi didalam nya terguncang.
"Bos, saya sudah mencari Nona Killa dan adiknya dirumah lama mereka!" ucap anak buahnya.
"Terus apa yang kau dapat?" ucap pria itu sembari meneguk isi gelasnya.
"Tapi saya tidak menemukan mereka, maafkan saya bos! Tetangga mereka mengatakan jika Nona Killa dan adiknya sudah pindah entah kemana beberapa hari yang lalu!" anak buahnya itu tergagap menjawab dengan takut-takut.
Prang!
__ADS_1
Gelas yang tadi ia pegang terlempar ke dinding dan pecah. Anak buah yang berdiri sangat dekat dengan gelas pecah itu tersentak kaget. Tapi tak berani berkutik melainkan hanya diam dan menundukkan kepala saja.
"Bodoh! Cari sampai dapat! Jika kau tidak mendapatkan informasi mengenai Killa! Tidak usah kembali atau aku potong kedua kakimu! Agar kau tak dapat berjalan lagi!" bantak pria itu dengan ancaman yang sangat sadis.
"Baik bos! Baik akan saya laksanakan perintah anda! Saya akan mencari informasi mengenai Nona Killa!" menjawab dengan keringat dingin.
"Jangan hanya mencari tapi harus mendapatkan nya!" ucap pria itu kembali.
Sang anak buah pun segera pergi melaksanakan perintah pria tampan yang sadis itu. Killa kamu dimana? Dimana pun kau berada aku akan terus mengejar mu! Sampai kau mau menerimaku kembali dan mau hidup bersama ku!
Justin King Max ketua atau bos anggota Mafia besar bernama G-Dragon. G-Dragon dulunya dipegang oleh ayah nya yabg bernama Lion King Max. Tapi kini Lion sudah pensiun karena itu sekarang Justin yang kini memegang kuasa atas G-Dragon.
Obsesi nya terhadap Killa membuatnya nekat untuk mencari mafia cantik itu. Dia ingin memiliki Killa seutuhnya. Sedangkan Killa sendiri sangat membenci Justin.
Karena dulu ketika mereka masih berpacaran. Justin mengkhianati Killa dan tidur bersama wanita lain. Terlebih alasan bejat yang diucapkan Justin sungguh membuat hati Killa sakit.
"Aku seperti ini karena kau Killa!"
"Memang nya apa salahku padamu?"
"Kau tak mau tidur denganku, karena itu aku meniduri wanita lain yang bersedia!"
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi kanannya. Justin melihat gadis cantik bernama Killa itu menangis. Padahal selama ini tidak pernah sekalipun dia melihat seorang Killa Roses, mafia cantik itu tidak pernah mengeluarkan air matanya. Tapi karena kelakuan bejatnya, Killa sampai menangis sakit hati.
__ADS_1
Air mata itulah yang membuat Justin merasa sangat menyesal sudah menyakiti hati Killa. Dia pun bertekad untuk mengambil kembali hati Killa. Tapi sayangnya gadis itu sudah menutup rapat hati untuk dirinya. Killa menolak untuk kembali bersama Justin. Membuat pria itu frustasi dan semakin berambisi untuk mengejar Killa.
...🌹Jangan lupa untuk like, Seperti biasa akan lanjut siangan yah🌹...