Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 121 : Maafkan aku! Tolong maafkan aku Killa.


__ADS_3

Semua orang semakin terkejut. Saat mendengar Marvin memanggil Killa dengan sebutan 'Istri Tersayang'. Gadis cantik itu ternyata istri Tuan Marvin.


Killa terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Wajahnya memerah karena malu. Killa menoleh ke kanan ketika June menyentuh pundaknya.


"Nona Killa? Ada apa ini? Apa kau benar-benar istri Tuan Marvin?" Tanya June.


"Maafkan aku Tuan June, anda benar! Saya adalah istri Tuan Marvin! Jadi maaf saya harus pergi sekarang!" Jawab Killa dengan perasaan sedikit bersalah. Karena harus meninggalkan pekerjaan yang belum selesai.


"Ketua Tim, apa anda keberatan jika saya membawa istriku ini pergi?" Ucap Marvin memotong pembicaraan Killa dan June. Karena dia tidak suka melihat pandangan June terhadap Killa.


"Tidak Tuan! Saya tidak keberatan!" Sahut June lalu memalingkan wajah kecewanya. Ternyata wanita pujaannya adalah istri dari bos besarnya. Tuan Marvin Louis.


"Kalau begitu kami permisi, silahkan lanjutkan!"


Marvin tersenyum. Ia langsung merangkul pinggul ramping Killa. Lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


Di luar ruangan.


"Ada apa denganmu?" Killa mengerinyit dan melepaskan rangkulan tangan Marvin dipinggulnya.


"Ada apa apanya? Kau tidak dengar tadi aku bilang ada wawancara yang harus kita hadiri!" Sahut Marvin berjalan mendahului Killa menuju lift khusus.


"Iya aku tahu, tapi kenapa kau bersikap menyebalkan seperti tadi?" Ucap Killa lagi, seraya mensejajarkan langkahnya dengan Marvin.

__ADS_1


"Menyebalkan kau bilang? Dasar gadis bodoh! Aku bersikap lembut dibilang menyebalkan!"


Kini mereka sudah berada didalam lift khusus CEO. Marvin menunjuk dahi Killa. Lalu mengetuk-ngetuknya pelan.


"Jauhkan tanganmu! Kau memang bersikap menyebalkan Marvin!" Killa menepis dengan kasar tangan Marvin.


"Jadi seperti apa yang menurutmu lembut? Apa aku harus belajar dari dia untuk bersikap lembut yang benar padamu?" Ucap Marvin.


"Apa maksudmu? Dia siapa?" Tanya Killa bingung.


"Dia ketua tim pemasaran yang tampan itu! Meskipun aku lebih tampan sebenarnya!" Sahut Marvin ketus.


"Maksudmu Ketua June?"


"Kau sudah gila!" Killa geleng-geleng kepala.


Seketika Marvin menoleh pada gadis itu. Dia langsung mendorong tubuh Killa. Menguncinya ke dinding stainless lift.


"Kenapa kau berkata kasar padaku? Apa kau tak suka aku menarik mu keluar dari sana? Apa kau sangat ingin berlama-lama di samping pria itu?" Marvin bertanya dengan sorot mata tajam.


"Kau benar-benar sudah gila, lepaskan aku Marvin!" Killa mendorong tubuh Marvin dengan kuat. Hingga pria dingin itu tersentak punggungnya menabrak keras dinding lift dibelakangnya.


"Ada apa Killa? Apa aku ini brengsek dimatamu? Aku ini suamimu, aku berhak melakukan apapun padamu!"

__ADS_1


Dalam sekejap mata Marvin langsung menyerang Killa dengan sebuah ciuman kasar. Lagi-lagi Killa memberontak dan mendorong Marvin menjauh.


"Kau benar! Kau adalah pria brengsek Marvin! Kau benar-benar brengsek!" Killa berteriak. Lalu dia terduduk dilantai. Membuat Marvin terbelalak terkejut.


"Apa kau lupa? Tiga hari yang lalu, kau berkata apa padaku? Kau memintaku untuk tidak bicara dan tidak menyentuhmu! Tapi sekarang, kau malah seperti ini! Kau membuatku bingung, sebenarnya mau mu itu apa? Aku menyimpan kesedihanku selama tiga hari ini, menunggumu untuk minta maaf atas perkataanmu waktu itu! Tapi kau malah seperti ini padaku? Aku sangat membencimu Marvin, aku juga sangat kecewa padamu! Hiks hiks!"


Tangisan Killa pecah, dia menangis. Air matanya begitu deras keluar. Air mata yang ditahannya selama tiga hari ini, akhirnya keluar. Bersamaan dengan isi hati yang ia pendam.


"Killa?" Lirih Marvin seraya berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Killa. Lalu ia mendekap gadis itu kedalam pelukannya.


Marvin merasa bersalah. Karena sudah membuat gadis itu bersedih selama beberapa hari. Marvin tidak tahu jika sebenarnya Killa merasa begitu terpukul. Karena sifat keras kepalanya, Marvin sudah menyakiti hati Killa. Dengan tidak menghiraukannya.


"Maafkan aku Killa!"


"Maafkan aku! Jangan menangis lagi!"


"Aku benar-benar menyesal telah berkata kasar waktu itu! Berhentilah menangis, aku tidak bisa melihatmu menangis! Tolong maafkan aku!"


Marvin mendekap Killa semakin erat. Tanpa sadar air matanya juga menetes. Marvin tidak tega. Apalagi sekarang Killa menangis hingga terisak.


Perih, sungguh perih hati Marvin. Dia yang sudah menyakiti, dia juga pula yang merasakan sakit. Sepertinya sekarang Killa adalah kelemahan dirinya. Menyakiti gadis itu, sama saja juga menyakiti Marvin. Karena hatinya sudah menyatu dengan hati Killa.


...🌹Jangan lupa vote🙏🏻🌹...

__ADS_1


__ADS_2