Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 49 : Pernyataan.


__ADS_3

🌹Keesokan paginya🌹


"Panggil Killa kemari cepat!" Perintah Marvin kepada Ken.


"Baik Tuan!" Ucap Ken seraya berlalu pergi dari ruangan kerja Marvin.


"Panggil juga Hanna dan wanita yang ada di dalam rekaman CCTV ini!" Ucap Marvin kembali sebelum Ken benar-benar pergi.


Ken mengangguk. Marvin menatap tajam layar laptopnya yang sedang menayangkan sebuah rekaman CCTV dari lantai tempat Killa kemarin terkunci.


Ada seorang wanita yang sengaja mengunci pintu ruangan tempat Killa berada. Tapi sosok wanita berwajah sinis yang Killa katakan tidak ada. Marvin percaya jika wanita yang dimaksud Killa adalah Hanna. Tapi Hanna sama sekali tidak menampakan wajahnya di CCTV. Padahal sudah jelas dia yang berbicara dengan Killa sore itu.


Marvin meremas kepalanya karena frustasi. Dia tak bisa menemukan bukti jika Hanna telah sengaja menjebak Killa.


"Aku percaya pada Killa! Tapi tidak ada bukti jika Hanna tersangkut dengan masalah ini!" Marvin bergumam dengan tangan yang mengepal.

__ADS_1


Tidak lama kemudian masuklah Ken bersama dengan dua wanita kedalam ruangan Marvin.


"Maaf Tuan, pagi ini Daisy sudah menyatakan dirinya berhenti! Dia hanya meninggalkan surat pengunduran diri ini dimeja kerjanya!" Ken menyerahkan secarik kertas kepada Marvin. Pria itu menerimanya dengan kasar.


"BRENGSEK!" Umpat Marvin yang amarah nya sudah memuncak. Dia menatap Hanna dengan sangat tajam.


Killa dan Hanna tersentak kaget melihat Marvin yang sedang marah. Berteriak mengumpat sambil meremas kertas pengunduran diri Daisy. Wanita yang berada didalam rekaman CCTV itu.


"Maaf Tuan! Sebenarnya ada masalah apa? Sampai saya dipanggil kemari!" Hanna memberanikan diri untuk bertanya.


Sedangkan gadis disebelahnya hanya diam menatap heran kearah Marvin. Kedua nya sempat saling melempar pandangan.


"Sa-saya sudah pulang sejak siang Tuan! Karena saya merasa tidak enak badan sekali kemarin, setelah makan siang bersama Tuan Ken!" Jawabnya gugup. Marvin menaikan alisnya sebelah.


Sedangkan Killa terkejut bukan main. Bagaimana bisa wanita berwajah sinis itu berbohong. Padahal sore kemarin wanita itu mendatangi dirinya di meja kerja. Lalu memerintahkan dirinya untuk kembali mencarikan berkas keuangan yang diminta Marvin.

__ADS_1


Killa dan Marvin saling menatap. "Bohong! Dia berbohong!" Teriak Killa tak terima dengan kebohongan Hanna.


"Ada apa Nona Killa? Bagaimana bisa anda mengatakan saya berbohong! Saya punya bukti kok jika saya pergi ke dokter kemarin siang!" Hanna memperlihatkan surat dokter yang menyatakan dia benar-benar pergi berobat kemarin siang.


"Killa coba kamu jelaskan maksud dari perkataan mu!" Ucap Marvin.


Killa mendengus kesal, dia merasa Marvin sedang meragukan kesaksiannya tadi malam. "Wanita ular! Kemarin sore kau mendatangiku dimeja kerja, dan menyuruhku kembali mencarikan berkas keuangan hotel! Dengan membawa nama Tuan Marvin!" Killa menatap tajam Hanna.


Sedangkan yang ditatap malah murung dan sedih. Bahkan air matanya menetes. "Nona Killa! Kita baru saja sehari menjadi rekan kerja, tapi mengapa kau sudah setega ini untuk memfitnah ku!"


"Kau yang tega padaku! Kau sengaja kan melakukan itu karena kau cemburu padaku! Kau sangat ingin tahu kan hubunganku dengan Tuan Marvin! Sebenarnya aku ini adalah---" ucapan Killa terhenti.


"Killa cukup!" Marvin membentak Killa.


"Pergilah! Lanjutkan pekerjaanmu!" Ucap Marvin kembali kepada Hanna.

__ADS_1


Hanna pun membungkukkan badan dan berlalu pergi. Sempat-sempatnya ia tersenyum miring kepada Killa di belakang Marvin. Gadis itu semakin geram dan marah.


...🌹Jangan lupa like🌹...


__ADS_2