Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 104 : Sebuah artikel.


__ADS_3

"Ada apa denganmu? Kenapa kau malah menangis! Aku sedang tidak ingin bercanda Killa!" Ucap Marvin dingin sedikit kesal. Ia memalingkan wajahnya dari Killa.


"Maafkan aku Vin, aku tidak tahu jika--" Killa mengembalikan selembar foto yang terjatuh dari saku celana Marvin.


Kata-katanya terhenti ketika pria dingin itu menoleh dengan tajam. "Apa ayahku yang memberitahumu?" Ucapnya dengan nada sedikit pelan dari yang sebelumnya.


"Aku benar-benar tidak bermaksud untuk membuatmu sedih Vin! Aku benar-benar minta maaf! Aku salah, aku sudah membuat kau dan ayahmu sedih! Membuka luka lama itu kembali! Hiks hiks!" Ucap Killa sembari menangis dengan terisak-isak.


"Sudahlah, itu bukan salahmu! Aku yang salah tidak memberitahumu sejak awal! Dan membiarkanmu terus menerus salah paham! Aku tahu kau sudah beberapa kali melihat foto ibuku diruang kerja! Dan dikamar tidur kita semalam!" Ucap Marvin.


Marvin menarik tubuh Killa kedalam dekapan nya. Diusap nya lembut kepala Killa beberapa kali. Untuk membuat gadis itu merasa tenang dan tidak menyalahkan diri sendiri.


Marvin tidak melepaskan pelukannya. Hingga Killa benar-benar berhenti menangis. Entah kenapa Killa merasa sangat sedih dan bersalah saat itu. Hati Marvin yang sakit, tapi dia yang menangis hingga sesegukkan. Dia kembali teringat akan orang tua nya juga. Bagaimana sakitnya tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua.


"Rasa sakit ku dan apa yang aku alami! Masih tidak ada apa-apa nya dengan yang telah kau rasakan Killa!" Ucap Marvin.


"Kau tahu! Kau adalah gadis yang kuat, kau mampu bertahan hidup tanpa kedua orang tua sejak usiamu baru menginjak enam tahun! Kau menghidupi adikmu sendiri hingga saat ini! Aku bangga padamu Killa! Aku tidak menyangka kisah hidup mu begitu pahit!" Lanjutnya menuturkan bahwa dirinya sangat bangga akan gadis itu.


Mendengarkan perkataan Marvin yang mengungkit masalah kehidupan nya. Malah membuat Killa semakin terisak. Dia sangat lemah dan seakan tidak berdaya jika berada di dekat Marvin.


Rasanya semua beban pikiran dan beban hati yang ia pendam. Seluruhnya keluar begitu saja menjadi buliran-buliran air mata. Menumpahkan segalanya kepada Marvin membuat dirinya merasa sangat tenang dan lega.


Mengapa aku selemah ini di dekatmu Vin? Kenapa aku sangat lemah dan tidak berdaya! Aku ingin terus-terusan mendapat dekapan hangatmu ini! Batin Killa.


"Menangis lah, dan jangan menahan nya sendiri! Aku ada disini untukmu! Kau tidak sendirian lagi Killa! Kau harus ingat itu, ada aku Marvin Louis!" Ucap Marvin meraih dagu Killa dan menegakkan wajah gadis itu. Diusapnya air mata berharga itu dengan punggung tangan nya. Kemudian memberikan kecupan hangat dipucuk kepala Killa.


Nyaman, bahagia, senang, sedih, haru, pedih, dan sesak. Semuanya bercampur aduk didalam diri Killa saat ini. Yang dia butuhkan hanya pelukan dari seseorang yang selalu membuatnya merasa nyaman itu. Seorang Marvin Louis, pria yang memiliki sifat dingin dan datar. Tapi dengan berjalan nya waktu, sifat itu mulai berubah terhadap Killa. Marvin tidak lagi menjadi sosok seperti sebelumnya, jika bersama dengan Killa.


"Minumlah!" Marvin memberikan sebotol air mineral kepada Killa. Tapi lebih dulu ia membukakan tutup botolnya.

__ADS_1


Killa pun meraihnya dan langsung meneguk habis isinya. Lalu menghela nafas lega. Ditatapnya Marvin yang sedari tadi tidak berhenti mengalihkan pandangan pada dirinya.


"Berhenti memandang ku seperti itu! Aku merasa sangat risih!" Ucap Killa.


"Aku tidak sedang memandang mu! Tapi aku sedang melihat ada sesuatu yang menempel dibibir mu!" Ucap Marvin.


"Dimana?" Killa mencoba membersihkan sesuatu yang dimaksud oleh Marvin.


"Sini biar aku yang membersihkan nya!" Marvin mengeluarkan sapu tangan, dan mengusap ujung bibir Killa dengan pelan.


Tatapan keduanya kembali bertemu. Marvin merasa dadanya yang kali ini berdebar hebat. Dia sudah tidak tahan lagi. Akhirnya dia pun mengecup lembut bibir Killa sekilas lalu melepaskan nya kembali.


"Apa yang kau lakukan?" Pekik Killa tidak terima sembari memegangi bibirnya.


"Kau sudah lupa untuk memberikanku ciuman selamat pagi! Kau sangat pelupa! Ini kepala isinya apa? Kenapa otakmu tidak pernah bekerja!" Ucap Marvin menunjuk kepala Killa.


"Sakit Killa hentikan!" Marvin meringis kesakitan. Killa langsung melepaskan pipi Marvin. Gadis itu tertawa sembari memalingkan wajahnya menatap keluar jendela.


Tiba-tiba saja, ia teringat akan satu hal. Yang hampir ia lupakan karena terlalu sibuk dengan kehidupan Marvin. Justin, apakah sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu Marvin mengenainya. Killa takut akan menjadi salah paham dikemudian hari.


Killa menoleh kearah sang suami. Ditatapnya Marvin yang tengah sibuk membaca sebuah artikel diponselnya. Ada yang aneh menurut Killa. Karena sesekali pria dingin itu tersenyum dan bahkan tertawa pelan. Ia menjadi semakin penasaran apa yang sebenarnya sedang dibaca oleh Marvin.


"Kau sedang apa?" Tanya Killa pada Marvin.


"Aku!" Marvin menoleh dan menggerakkan tangan nya yang sedang memegang ponsel. "Sedang membaca sebuah artikel yang sangat menyenangkan untuk dilihat!" Ucapnya lagi sembari kembali memfokuskan pandangan ke ponsel.


"Kau sudah gila!" Sahut Killa malas sembari memutar bola matanya. Terkadang pikirannya dan pikiran Marvin memang tidak satu jurusan.


Disaat dirinya sedang serius, Marvin akan melakukan hal yang aneh. Tapi disaat Marvin sedang serius, mengapa dia harus mengikuti apa perkataan pria itu. Semuanya menjadi aneh dan tidak terkendali setelah dirinya bertemu dengan Marvin. Apakah dia harus bersyukur atau tidak. Semua tergantung kedepannya, Killa tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan.

__ADS_1


"Hahaha! Kau lihat apakah dia ini wanita atau pria?" Marvin tertawa membuat Killa terkejut. Pria itu memperlihatkan layar ponselnya pada Killa.


Seketika matanya membulat. Killa langsung merampas ponsel tersebut, dan melihat dengan jelas isi dalam artikel tersebut.


🌺SEORANG WARTAWAN DARI STASIUN TV SWASTA, TIDAK SADARKAN DIRI SETELAH MENDAPAT GANJARAN ATAS PERKATAAN YANG DIA LONTARKAN KEPADA ISTRI TUAN MARVIN LOUIS, PEMILIK HOTEL DAN RESORT BINTANG LIMA DIBEBERAPA NEGARA🌺


Kepala Killa menggeleng membaca judul dari artikel itu. Bahkan yang paling mengejutkannya. Gambar dirinya ketika membanting karyawan itu kelantai, terpampang jelas. Ada video berdurasi pendeknya juga.


Di artikel itu tertulis jika istri seorang Marvin Louis adalah wanita tangguh. Dengan sekejap mata dia berhasil merobohkan wartawan pria yang bertubuh kekar. Yang jadi pertanyaan para netizen adalah dimana Marvin Louis mendapatkan wanita tangguh seperti nya. Singkatnya seperti itu.


"Untung saja waktu itu aku sedang memakai masker untuk menutupi hidungku dari udara dingin! Jika tidak, pasti wajahku akan nampak sangat jelas! Memalukan sekali!" Ucap Killa sembari memijit-mijit keningnya yang penat karena berita itu.


"Bukankah aku pernah berkata padamu! Jangan bertindak tanpa memikirkannya terlebih dulu! Kau itu tidak pernah mau mendengarkan ku! Apa otak mu sekecil ini, hingga sangat lamban!" Sahut Marvin dengan menggigit bibir bawahnya karena gemas akan kelakuan Killa.


"Kau lihatlah! Apa seorang wanita seperti ini? Kau malah terlihat seperti seorang bodyguard dari pada seorang istri! Bersikaplah lembut didepan mamah Anna nanti!" Ucapnya kembali sembari memalingkan wajah kearah jendela. Menatap jauh kepada sosok yang barusan ia sebut sebagai mamah Anna.


Mamah Anna, adalah salah satu sosok yang sangat penting buatnya. Karena Mamah Anna lah, yang selama ini sudah bersedia memberikan perhatian seorang ibu padanya. Kasih sayang dan cinta seorang ibu kepada anaknya. Marvin dapatkan dari Mamah Anna.


Sewaktu dia kecil, Mamah Anna tidak pernah membeda-bedakan dirinya dengan Gavin. Meskipun dirinya bukanlah anak kandung Mamah Anna. Tapi wanita cantik yang baik hati itu, bahkan lebih perhatian padanya dari pada Gavin sang adik.


Jadi bisa dibilang Mamah Anna selalu ada untuknya disaat dia membutuhkan pelukan seorang ibu. Sandaran ternyaman disaat dia merasa sangat terjatuh didalam sebuah jurang.


"Mamah Anna?" Killa menatap Marvin dengan penasaran. Siapa Mamah Anna? Masih banyak teka-teki dikehidupan pria dingin ini, yang belum aku ketahui! Aku ingin bertanya, tapi sepertinya belum pas waktunya!


...🌹Jangan lupa like🌹...


...Note : Ini bab terbaru yah, karena mulai hari ini author mau usahain per bab berkisaran seribu kata lebih yah🙏🏻😊 Jadi mohon untuk dukungannya! Karena dukungan kalian sangat berharga untuk author🙏🏻🙏🏻...


...Untuk kakak-kakak readers, kita kenalan dulu yuk! Biar lebih akrab😊🙏🏻. Absen asal kota masing-masing jika berkenan tulis dikolom komentar yah😊😊! Author sendiri asli orang Kaltim, Balikpapan 🙏🏻Salam kenal untuk kalian semua🤗...

__ADS_1


__ADS_2