
Setelah sudah selesai membersihkan diri dari keringat dingin yang nikmat. Dan mengenakan pakaian masing-masing dengan rapi. Marvin pun kembali melanjutkan urusan pekerjaannya, dia membiarkan Killa berbaring disofa tempat mereka bermain tadi. Tatapan mata Marvin tidak bisa diam. Sesekali dia menatap Killa dan berkas-berkas yang ada didepannya, secara bergantian.
Gadis itu terlihat sangat lelah. Bagaimana tidak jika dua kali Marvin melakukannya, disofa dan juga kamar mandi. Matanya tertutup, Killa terlelap sebentar. Sekitar sepuluh menit lalu kembali terbangun.
"Kau sudah selesai?" Tanya Killa ketika Marvin sudah merapikan meja kerjanya.
"Hmm!" Jawabnya dengan anggukan. Lalu berjalan menghampiri gadis itu. "Kau lapar?" Lanjutnya menjatuhkan diri di samping Killa.
"Iya, aku sangat lapar! Karena kau sudah menguras habis tenagaku! Jadi aku perlu asupan untuk mengembalikannya."
Marvin tertawa mendengar ucapan Killa. Ia pun mengusap lembut kepala Killa. Merapikan rambut gadis itu yang berantakan.
"Kalau begitu kau makan apa siang ini? Masakan Chinese? Pilihlah makanan yang mau kau makan, karena sore ini kita harus mengejar penerbangan kembali ke Seoul!"
"Aku mau makan masakan mu!"
__ADS_1
"Benarkah?"
Killa mengangguk sambil tersenyum membayangkan steak enak buatan Marvin.
"Kalau begitu ayo, kita pulang! Aku akan memasak untuk mu!" Ucap Marvin seraya menjulurkan tangan pada Killa.
Dengan senang hati Killa meraih tangan Marvin. Menautkan jari-jari mereka bersamaan. Lalu berjalan bergandengan keluar dari ruangan itu.
"Selamat siang Tuan Marvin!"
"Selamat siang Tuan!"
"Silahkan lewat Tuan!"
Semua karyawan membungkuk hormat ketika melewati Marvin dan Killa. Tak jarang dari menyapa sambil melirik Killa yang berada disebelah Marvin. Gadis cantik yang digandeng oleh Tuan Marvin. Pasti banyak yang bertanya-tanya, berdecak kagum ketika melihat langsung wajah istri Tuan mereka, dan juga pasti ada yang menghujat tidak suka. Itu semua sangat wajar. Begitulah resiko menikah dengan seorang pengusaha muda, tampan, kaya, dan terkenal melebihi popularitas seorang publik figur.
__ADS_1
"Sangat memalukan!" Gerutu Killa pelan. Karena merasa risih dengan tatapan semua orang padanya.
Marvin tersenyum tipis mendengar gerutuan dari sang istri. "Kenapa tertawa, dasar tidak jelas!" Ucap Killa melirik Marvin sinis.
"Seharusnya aku yang marah, kenapa malah kau yang marah!"
"Atas dasar apa kau marah Tuan Marvin Louis yang terhormat?" Killa menekan perkataannya.
"Karena istriku sendiri merasa sangat memalukan berjalan bergandengan bersamaku seperti ini, Nona Killa Louis yang terhormat!"
Seketika Killa terdiam. Perkataan Marvin seakan menyayat hatinya. Dia sadar jika perkataannya tadi sudah menyakiti hati Marvin.
"Tidak, aku tidak malu! Berjalan bersama mu seperti ini, aku sangat bangga dan percaya diri! Aku bahagia Vin!" Ucap Killa tersenyum dan menyandarkan kepala di pundak Marvin. Genggaman tangannya juga semakin erat.
Marvin juga tersenyum. Jelas dia sangat bahagia mendengar perkataan Killa. "Kalau begitu, kita bisa mengumumkan pernikahan kita setelah pulang dari sini di Seoul."
__ADS_1
Killa mengangguk dan semakin bergelayut di lengan Marvin. Menjijikan, saat ini aku melakukan hal yang menjijikan! Ingin rasanya aku meneriaki diriku sendiri, yang entah mengapa melakukan hal yang romantis menjijikan ini! Tapi aku juga merasa sangat bahagia melihatnya tersenyum, dengan tingkahku yang seperti ini! Oh my god, ya tuhan aku harus bagaimana? Pria dingin ini sudah benar-benar mencuri hatiku! Batin Killa menjerit.
Hahaha! Kenapa wajahnya seperti itu? Aku yakin saat ini dia pasti sedang merutukki dirinya sendiri! Yang telah melakukan hal menjijikan dan mengatakan hal-hal romantis! Killa Killa, kau selalu bisa membuatku tersenyum dan merasa gas seperti ini! Batin Marvin tertawa.