
Killa merasa ada yang aneh. Jalanan yang mereka lewati, tidak mengarah ke Apartemen Marvin. Kemana Ken akan membawa mereka. Killa sangat penasaran. Ia pun bertanya kepada Ken.
"Ken, tidak kah kau salah arah?"
Ken tersenyum dan menoleh sekilas kebelakang, lalu kembali menatap jalanan. "Ini arah yang benar, Nona."
Killa semakin merasa aneh. Ia pun menoleh ke arah Marvin. Yang ternyata sedari tadi terlelap. Killa sangat terkejut, karena tidak menyadarinya.
"Kenapa kau tidak memberitahuku, jika kau begitu kesakitan?"
Tangan nya tergerak untuk mengelus lembut dan penuh kasih sayang wajah Marvin. Tanpa sadar air mata mulai menetes satu persatu, membasahi wajah Killa.
"Aku sangat bersalah, karena terlalu egois dan hanya memikirkan perasaan ku sendiri, aku sampai meninggalkan mu waktu itu! Aku sadar seharusnya aku tetap menemanimu melewatinya, memang tidak mudah untuk memaafkan seseorang! Apalagi yang sudah terlibat dalam kematian ibumu."
"Kenapa Vin? Kenapa kau tetap mencari ku? Seharusnya kau membenciku, karena keegoisan ku yang memilih meninggalkan mu!"
"Karena kau adalah Killa, wanita yang paling aku cintai. Aku pernah berjanji, bahwa aku akan mencari mu kemana pun kau pergi!"
Killa tersentak kaget dan cepat-cepat mengusap air matanya. Marvin membuka mata dan menjawab ucapan nya.
"Kau ... aku kira kau sedang tidur," ucap Killa gugup dan memalingkan wajah nya.
"Aku tidak tidur gadis bodoh, hanya mengistirahatkan mata saja! Dasar bodoh, apa kau tidak bisa membedakan yang mana tidur dan tidak!"
__ADS_1
Killa menoleh dengan tajam. Wajahnya mengkerut karena kesal. "Aku bisa membedakan nya ... hanya saja--"
"Ternyata kau masih sebodoh itu," sela Marvin. Membuat Killa semakin cemberut.
"Hei, Tuan Marvin Louis yang dingin dan angkuh! Jika aku bodoh, aku tidak mungkin bisa bertahan hidup selama ini hanya berdua dengan Naya!"
"Hahaha!" Marvin tergelak. Killa mengerutkan keningnya, dasar aneh pikirnya.
"Kau memang pintar dalam segala hal! Tapi jika bersama ku kau selalu menjadi gadis bodoh!" Marvin menunjuk kening Killa dan kembali tergelak.
Killa mendengus kesal, ia melirik tajam Ken dari kaca sepion tengah. Pria itu ikut tersenyum mendengar perkataan Marvin.
Wajah Killa memerah, ia memalingkan wajah dari Marvin dan juga Ken. Kesal sekali rasanya. Namun sudut bibir Killa tertarik, ia tersenyum miring penuh arti.
Aku akan membalas mu, Marvin! Lihat saja nanti! Batin
***
Sesampainya di tempat tujuan. Marvin langsung mengajak Killa keluar dari mobil. Dilihat nya Killa yang nampak kebingungan. Bukan nya ke apartemen, ia malah membawa Killa ke sebuah rumah.
Rumah mewah yang memiliki taman bunga dan tempat parkir yang luas di depan nya. Desain nya begitu elegan dengan patung-patung dan air mancur mini.
"Kita dimana, Vin?" tanya Killa.
__ADS_1
"Ini rumah kita, Killa! Apa kau menyukainya?"
"Rumah kita?" Killa mengedarkan pandangannya.
"Aku sengaja membeli rumah ini untuk kita!"
Killa menoleh ke arah Marvin. "Tapi kenapa? Kenapa kita tidak kembali ke apartemen?"
"Ada dua alasan, yang pertama kita akan tinggal bersama Mamah Anna, kau tidak keberatan bukan? Karena aku tidak ingin ia kembali ke Beijing, dan terus mengingat kenangan nya bersama Papah Arsen."
"Tidak, Vin! Aku tidak keberatan, aku malah sangat senang bisa tinggal dengan nya."
Killa meraih tangan Marvin. "Aku sudah menganggap Mamah Anna seperti orang tuaku, Vin."
"Terima kasih, Killa!"
"Dan alasan kedua ..." Marvin menggantung ucapan nya. Membuat Killa mengerinyit heran. "Kau mungkin tidak ingin mendengarnya," lirihnya kemudian.
"Ada apa, Vin? Katakan, aku baik-baik saja!"
"Hmm, karena aku begitu merasa bersalah jika tetap berada disana. Bayang-bayang saat aku memperlakukan mu dengan tidak adil waktu itu. Bagaimana kamu menangis merasa sangat terpukul karena sikap ku. Hatiku begitu sakit mengingatnya. Aku tidak bisa melupakan nya, karena itu aku memilih menjauh dan mengajak mu tinggal dirumah ini."
Killa pun mendekat dan memeluk Marvin. "Maafkan aku, Vin! Karena sudah meninggalkan mu!"
__ADS_1
"Aku juga minta maaf karena telah bersikap seperti itu padamu." Marvin mengeratkan pelukan nya. Tanpa sadar air matanya menetes, namun cepat-cepat ia usap kembali.
...🌹 Jangan lupa like 🌹 ...