
Killa.
Matanya menyipit dan mengerjap beberapa kali ketika cahaya Flashlight dari kamera wartawan memotret dirinya juga Marvin. Ia mengangkat tangan menutupi matanya.
"Maaf, jangan mengambil gambar dari arah dekat!" Ucap seorang petugas keamanan yang membantu mengamankan para wartawan dan paparazi itu.
Killa merasa ada seseorang yang mendekap dirinya. Tentu saja itu adalah Marvin. "Tetaplah berada didekatku!" pria itu berbisik ditelinganya.
Mereka berdua dikerumuni oleh orang-orang. Sampai-sampai dua orang pria yang menjemput mereka sudah tidak terlihat lagi. Tenggelam diantara banyak nya wartawan-wartawan.
"Tuan Marvin apa yang anda lakukan di kota ini?"
"Tuan Marvin Louis, beredar gosip jika anda memiliki wanita simpanan di Seoul! Apa Nona ini adalah simpanan anda?"
"Tuan Marvin apa benar anda sudah menikah?"
"Nona, tolong jawab! Ada gosip yang beredar jika anda adalah wanita simpanan Tuan Marvin!"
__ADS_1
"Tuan Marvin tolong jawab pertanyaan kami!"
"Apa benar wanita yang bersama anda ini adalah wanita penghibur yang anda temui disebuah club' malam?"
Seketika manik mata Killa menajam. Ketika mendengar kata Wanita penghibur terlintas ditelinganya. Sejak kapan dirinya bekerja seperti itu.
Amarahnya memuncak. Ia tak bisa menahan diri. Saat melihat wartawan pria yang berkata seperti itu. Kini ada dihadapan nya. Dengan gerakan cepat Killa menarik tangan wartawan itu. Membanting tubuhnya kelantai. Membuat semua pandangan mata tertuju padanya.
Semua orang berbisik-bisik membicarakan Killa. Dan tak mau kelewatan untuk memotret dirinya. Killa mendengus kesal dan menatap tajam pria yang tengah tersungkur dilantai itu.
"Rey, tolong kamu urus pria ini! Peringatkan dia untuk tidak berkata sembarangan tentang istriku!" Marvin memerintahkan Rey asisten pribadi Gavin sang adik. Untuk mengurus pria yang tadi di serang oleh Killa.
Mendengar ucapan Marvin barusan. Semua wartawan itu langsung terdiam tak berani berkata yang macam-macam lagi. Jika tidak ingin bernasib sama dengan pria itu.
"Kalian semua dengarkan baik-baik!" Marvin berdiri didepan Killa. Menutupi gadis itu agar tidak menjadi pusat perhatian para wartawan.
"Cepat-cepat ambil gambar nya jangan sampai terlewat!" seru salah satu wartawan. Ketika Marvin hendak berkata. Mereka semua dengan sigap mengarahkan perekam suara dan juga kamera kepada Marvin. Agar tidak melewatkan sepatah katapun darinya.
__ADS_1
"Wanita yang bersamaku sekarang, bukanlah wanita simpanan atau wanita penghibur seperti yang kalian katakan! Saya menikahinya secara sah, tidak ada yang ilegal! Jadi saya harap kalian semua jangan membuat berita yang tidak-tidak! Jika tidak ingin berakhir sepertinya!" Ucap Marvin menjelaskan dengan tegasnya, sembari menunjuk pria yang tersungkur itu lagi.
"Ayo,!" Marvin menggandeng kembali tangan Killa, menuju mobil Gavin. Para wartawan mengikuti kemana langkah mereka menuju. Hingga kini mobil Gavin telah dikerumuni kembali.
"Kau tidak apa-apa?" Marvin bertanya pada Killa yang duduk disampingnya. Ia merapikan rambut gadis itu yang berantakan.
Killa mengangguk saja. Masih tetap kukuh menuruti perintah Marvin, yang tidak membolehkan nya bicara. Keduanya saling menatap lama. Nampak sebuah kecemasan dimata Marvin. Killa bisa melihatnya dengan jelas.
Kau baru saja mengakui ku didepan publik! Apakah kau bersungguh-sungguh dengan ucapan mu waktu itu? Kau bilang kau mencintaiku, entah kenapa aku merasa kau mencoba membuktikan nya sekarang? Batin Killa.
Mata Killa membulat. Lagi-lagi Marvin mengangguk dan tersenyum Lalu memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Seperti tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya.
"Aku akan menjagamu dari pandangan-pandangan buruk setiap orang!" Ucap Marvin sembari mengelus lembut kepala Killa.
Dengan sangat ragu-ragu Killa menggerakkan tangan nya. Melingkarkan nya ditubuh Marvin. Dia merasa nyaman didalam pelukan pria dingin itu.
...🌹 Bersambung & Jangan lupa like 🌹...
__ADS_1