Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 135 : Panggilan asing lagi.


__ADS_3

Sebelumnya ponsel Killa berdering panggilan masuk dari Marvin. Dengan perasaan yang berbunga, segera ia menerima panggilan itu.


"Hmm, ada apa?"


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?"


"Belum, mungkin sebentar lagi."


"Kalau begitu aku akan menjemputmu mu."


"Cih, rumah kita tidak jauh Vin. Hanya beberapa lantai ke atas sudah sampai. Jadi untuk apa dijemput seperti anak kecil."


"Apa kau mau membantahku, Nyonya Louis?"


"Hehehe, tidak Tuan Louis. Apapun itu perintah anda, saya pasti akan menurutinya."


"Baguslah Nyonya Louis yang penurut, sampai jumpa sebentar lagi."


Panggilan pun terputus. Killa merasa pipinya mulai memanas. Setelah berbicara ditelpon dengan Marvin membuatnya semakin semangat untuk segera pulang kerja dan bertemu dengan pria dingin itu.


Dipanggil dengan sebutan Nyonya Louis oleh Marvin. Membuat jantungnya berdegup kencang. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta yang sebenarnya.

__ADS_1


"Dia sangat menggemaskan," gumamnya seraya merapikan meja kerja.


Killa tak berhenti tersenyum dan tertawa. Jika mengingat wajah Marvin yang sedang bermanja-manja dan melontarkan kata-kata manis.


Ia menghela nafas malas ketika mendengar suara langkah kaki dan aroma minyak wangi yang begitu pekat mendekatinya. Killa sangat tahu itu siapa, yang tak lain adalah Hanna.


"Nona Killa," sapa Hanna padanya.


Killa mendongakkan kepalanya menatap Hanna dengan wajah datar. "Ada apalagi Nona Hanna? Apa tidak cukup pelajaran yang sudah aku berikan padamu tadi pagi?"


Wajah Hanna memerah, dadanya berdebar kencang. Menahan amarahnya. Ingin sekali dia menampar wajah Killa. Namun diurungkan niatnya itu, karena rasa takut yang dia rasakan. Mengingat bagaimana gadis itu membuat tangannya kesakitan bahkan hampir mematahkannya. Ia pun segera melenggang pergi meninggalkan Killa.


"Dasar wanita aneh," cibir Killa sambil geleng-geleng kepala menatap kepergian Hanna.


Ponsel Killa kembali berdering. Dia kira itu adalah Marvin, tanpa melihat ia langsung menerimanya.


"Apakah kau sangat merindukanku hingga tidak bisa sabar sedikit Tuan Marvin Louis?" ucap Killa.


Hening dalam beberapa detik.


"Hahaha, kau terdengar sangat bahagia. Apakah Marvin Louis sudah menyatakan cintanya padamu? Atau jangan-jangan kalian berdua sudah mulai mengungkapkan rasa cinta masing-masing? Sungguh luar biasa."

__ADS_1


Killa terkejut saat mendengar suara aneh yang berada diseberang panggilan itu. Suara itu bukan suara Marvin. Killa pun segera melihat ke layar ponsel, ternyata benar bukan Marvin yang sudah menelponnya.


"Ada apa Nona Killa? Eh, bukan maksud saya Nyonya Louis."


"Jangan main-main padaku, mau apalagi kau menelpon ku? Bukankah aku sudah pernah bilang, aku tidak perduli dengan ancaman mu. Jika kau hendak memberitahu mengenai ayahku pada Marvin. Silahkan saja, aku tidak takut. Karena dia sudah tahu semua hal tentang ku. Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Marvin, meskipun nyawaku taruhan nya!"


"Hahaha, kau sangat percaya diri rupanya."


"Brengsek, dasar pengecut! Jika kau berani sekarang juga hadapi aku. Jangan cuman hanya bisa menggeretak dari panggilan. Cuihh, orang sepertimu sangatlah menjijikan."


"Dua puluh enam tahun yang lalu, terjadi kecelakaan maut di jalan *****. Korbannya adalah sepasang suami istri, sang suami berhasil selamat. Namun sang istri tidak bisa diselamatkan, untung saja anak yang berada didalam kandungannya berhasil diselamatkan."


"Apa maksudmu?"


"Kau pura-pura tidak tahu atau memang kau tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya."


Killa terdiam memikirkan apa yang barusan dikatakan orang asing itu. Ia pun teringat akan kisah hidup Marvin. Sama persis yang pernah diceritakan pria dingin itu padanya. Tentang kecelakaan orang tuannya, yang menewaskan sang ibu.


"Kau, apakah yang kau maksud adalah kecelakaan tragis Tuan Kevin Louis dan Nyonya Mia Louis?"


"Woah, kau hebat Nona Killa. Cepat juga kau tanggap."

__ADS_1


Killa mengerinyit merasa heran sekaligus bingung. Terlebih saat mendengar suara tepukan tangan orang asing itu di dalam panggilan.


__ADS_2