
Krn memperlihatkan sebuah rekaman CCTV yang terletak didepan ruangan kerja Marvin. Mata Marvin membulat dan dadanya naik turun bernafas dengan gusar.
"Nona Killa dua kali masuk kedalam ruangan anda Tuan! Tapi ini tidak bisa membuktikan jika Nona Killa bersalah Tuan!" ucap Ken.
Perkataan dari Ken seolah-olah sedang membela Killa. Karena dia juga sangat yakin Nona nya itu tidak melakukan hal tersebut.
"Tuan Ken, Sebaiknya anda tidak membuat opini sendiri dan membela Nona Killa!" ucap Hanna.
Wanita itu menatap Ken dengan sinis. Ken menghela nafas nya pelan. Mencoba untuk tidak terbawa emosi dengan perkataan Hanna.
"Maaf Manager Hanna! Saya tidak bermaksud menciptakan opini sendiri, saya hanya menyampaikan pendapat yang saya dapatkan ketika melihat vidio rekaman ini! Saya yakin Nona Killa tidak melakukan hal serendah ini!" ucap Ken lagi membela diri.
"Benarkah? Kenapa kau begitu yakin Tuan Ken? Kau terdengar sangat dekat dan mengenal nya!"
"Kau!" Ken mengepalkan tangan nya. "Manager Hanna! Sebaiknya anda yang tidak memancing fitnah ditempat ini!" serunya kembali.
"Apa kau bilang? Aku fitnah? Aku---"
"DIAM LAH KALIAN BERDUA!" Teriak Marvin membentak kedua orang yang sedang berdebat itu. Keduanya sontak terkejut dan diam.
"Bukan nya mencari tahu! Tapi kalian malah berdebat! Membuat ku semakin pusing!" ucap Marvin menatap tajam keduanya.
"Maafkan saya Tuan!" ucap Ken tertunduk. Begitu pun dengan Hanna.
__ADS_1
"Cepat kau panggil Killa kemari Ken!" titah Marvin pada Ken. Asisten itu pun segera pergi untuk memanggil Killa.
Beberapa menit kemudian. Ken telah kembali keruangan Marvin. Jelas bersama dengan seseorang yang sedari tadi ingin ditemui oleh Marvin. Untuk meminta penjelasan yang sejujur-jujurnya pada orang tersebut, yang tak lain adalah Killa.
Baru saja masuk. Pandangan Killa dan Marvin bertemu. Mereka saling menatap dalam diam. Ada apa kau memanggilku kemari Tuan dingin? batin Killa bertanya.
Katakan jika semua dugaan ini salah! Dan yakin kan aku jika kau tidak mungkin melakukan itu Killa! Batin Marvin.
Killa mengernyit heran ketika melihat setetes cairan bening keluar dari sudut kelopak mata pria itu. Tapi dengan cepat di usapnya menggunakan punggung tangan nya.
"Nona Killa aku benar-benar tak percaya kau akan melakukan itu!" Hanna langsung berkata ketus pada Killa.
Killa menatap heran wanita itu. Dia tidak mengerti sama sekali. "Apa maksudmu Nona? Saya tidak mengerti!"
"Heh! Kau tidak usah pura-pura! Sangat menjijikkan!" Hanna terkekeh seraya mendekat ke arah Killa. Lalu tangan nya melayang hendak menampar wajah gadis itu.
"Jangan pernah berani menyentuh wajahku Nona! Aku bisa mematahkan tangan mu ini!" ucap Killa dengan penuh penekanan dan tatapan yang sangat tajam.
"Awwh! Kau sudah gila! Lepaskan tanganku!" Hanna kembali menjerit.
"HENTIKAN!" Marvin berteriak.
Sontak Killa menoleh kearahnya. Menatap Marvin dengan penuh tanda tanya. Ada apa sebenarnya Marvin?
__ADS_1
"Killa lepaskan tangan nya!" ucap Marvin.
Killa menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan melepaskan nya, karena dia sudah berniat menamparku dengan tangan ini! Aku akan mematahkan nya sekarang juga!" Killa menolak.
Dia malah semakin memutar tangan Hanna. Membuat wanita itu semakin menjerit kesakitan. "Awwh! Sakit, Tuan tolong! Tanganku bisa patah! Sakit!"
"Tidak akan!" Killa menyeringai menatap tajam Hanna yang kesakitan.
"AWWWWHHH!" Hanna berteriak.
"KILLA AKU BILANG HENTIKAN!" Marvin membentak Killa dan menarik tangan nya yang sedang memelintir tangan Hanna.
"Kau! Kenapa kau mencegahku! Aku sudah terlalu bersabar menghadapi wanita licik ini!" ucap Killa tak terima pada Marvin.
"Ken bawa Hanna pergi dari sini! Dan obati lengan nya yang sakit!" titah Marvin.
"Aku belum selesai padanya!" Killa kembali hendak meraih tangan Hanna. Tapi lagi-lagi Marvin menahan nya.
"Hentikan aku bilang! Apa kau harus seperti ini Killa? Aku benar-benar tak percaya kau bisa melakukan hal seperti ini padaku! Untuk yang kedua kalinya!" ucap Marvin menatap sedih wajah Killa.
Killa terdiam dan menatap Marvin dengan keheranan. "Apa maksud perkataan mu? AKU BILANG APA MAKSUDMU?"
Karena amarah nya sudah memuncak gara-gara wanita licik itu. Killa benar-benar sudah tidak bersabar. Akhirnya dia marah dan membentak Marvin. Ia juga sampai menendang guci mahal yang berada didekatnya hingga pecah.
__ADS_1
Ken dan Hanna terkejut melihat sikap Killa yang seperti itu. Dia seperti bukan gadis bernama Killa yang biasa mereka lihat sehari-harinya. Tatapan matanya sangat tajam dan mengerikan. Sedangkan Marvin hanya bisa memalingkan wajah dan mengusap air matanya yang kembali menetes. Tanpa sepengetahuan siapa pun. Sedih rasanya karena sampai harus berkata seperti itu pada Killa.
...🌹Jangan lupa like dan vote yah🌹...