Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 65 : Membayarnya dengan cara--


__ADS_3

Pintu pun terbuka. Naya masuk kedalam kamar dengan raut wajah murung. "Kakak, kakak ipar! Aku kesini ingin minta maaf pada kalian berdua!"


"Untuk apa?" tanya Marvin ketus. Dia kesal, tapi bukan karena masalah tadi. Tapi karena dia datang diwaktu yang tidak tepat. Mengganggu saja pikir Marvin.


"Untuk perkataan ku tadi! Aku hanya tidak suka jika terlalu terkekang seperti ini! Aku suka bebas kak! Aku bisa menjaga diriku sendiri! Aku tidak memerlukan seorang bodyguard! Aku harap kakak ipar bisa mengerti!" ucap Naya menjelaskan. Berharap sang kakak dan kakak iparnya itu mengerti.


"Tapi Nay, itu untuk kebaikanmu juga! Kakak tidak mau terjadi sesuatu padamu lagi!" ucap Killa.


"Baiklah!" sahut Marvin tiba-tiba. Sontak keduanya langsung menatap kearah Marvin.


"Marvin, jangan karena dia menangis kau mau mengabulkan permintaan nya itu! Sudah bagus jika ada seseorang yang bisa menjaga nya!" ucap Killa.


"Aku tidak akan memperkerjakan seorang bodyguard untuk mengikutimu! Kau bebas sekarang! Tapi Ken akan terus menjadi supir mu! Dia tetap bertugas menjemput dan mengantarmu!" ucap Marvin.


Tapi ingat, jangan membuat kakak mu susah lagi! Kau harus bisa menjaga diri sendiri dengan baik!" lanjutnya berkata.


"Benarkah? Terima kasih kakak ipar! Aku sangat menghormati keputusan mu ini! Kau memang yang terbaik!" ucap Naya kegirangan. Dia pun segera pergi dengan hati yang senang. Karena Marvin mau menuruti kemauan nya. Naya kembali teringat perkataan Ken ketika mereka tadi berjalan-jalan di roof top hotel.


Flashback.


"Nona Naya! Kenapa tidak anda coba bicara dengan pelan dan baik-baik kepada Tuan Marvin! Saya yakin Tuan akan luluh dan mau menuruti kemauan Nona Naya!" ucap Ken.


"Benarkah? Apa mungkin itu terjadi? Aku rasa kakak ipar tidak akan mau menyetujui apa yang aku pinta!" ucap Naya lirih seperti putus asa.


"Nona coba saja! Tuan Marvin memiliki hati yang besar, dia tidak akan setega itu pada seseorang! Apa lagi jika Nona Naya berbicara dengan pelan dan baik-baik!" ucap Ken lagi mencoba meyakinkan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mencobanya!"


Flashback off.


***


Sepeninggal Naya. Killa menghampiri Marvin yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur. Killa tidak setuju dengan ucapan Marvin tadi. Karena itu dia ingin protes pada suaminya itu.


"Kenapa kau membiarkan nya meminta hal yang konyol seperti itu! Sudah bagus jika ada seseorang yang menjaganya!" ucap Killa kesal.


Marvin beranjak dan berdiri didepan Killa. Gadis itu jadi mendongak sedikit untuk menatap wajah Marvin. "Apa kau pikir aku orang yang semudah itu percaya pada siapapun?" ucap Marvin berjalan kearah lemari dengan membawa kotak P3K.


Ditaruhnya kotak tersebut di dalam lemari. Ketika berbalik badan, ternyata Killa sudah berada dihadapan nya. Memblokir jalan Marvin.


"Jadi apa maksudmu?" tanya Killa bingung.


Killa terkejut. Kenapa tiba-tiba Marvin memeluknya. Bahkan pelukannya itu sangat erat. Killa juga merasakan pucuk kepalanya yang dikecup.


"Bagaimana jika kita tidur! Besok akan ada klien penting yang mau datang! Aku tidak boleh terlihat seperti kurang tidur!" ucap Marvin.


"Yasudah, kalau begitu lepaskan aku!" ucap Killa.


Pria itu masih enggan untuk melepaskan tubuhnya. Killa sendiri sebenarnya merasa nyaman berada dipelukan Marvin. Dia sendiri sangat bingung, apakah dia juga sudah jatuh cinta pada pria dingin dan datar itu.


"Hmm, bolehkah aku tidur memelukmu lagi malam ini?" ucap Marvin.

__ADS_1


Killa mengerinyit dan memaksakan diri untuk melepaskan pelukan Marvin. "Apa kau sedang mencari kesempatan dalam kesempitan?"


"Bukan kah kau bersyukur karena aku sudah memberikan keamanan yang sangat ketat pada adik kesayangan mu itu?" Marvin kembali memeluk Killa.


"Memang benar! Tapi apa hubungan nya itu dengan sekarang?" Killa melepaskan pelukan Marvin lagi. Menatap pria itu dengan heran.


"Kau harus membayarnya! Dengan cara itu---"


"Aku tidak mau! Kau sudah gila! Aku tidak mau melakukan itu lagi! Marvin kau brengsek!" omel Killa.


Belum selesai Marvin berkata Killa langsung memotongnya. Lalu menggerutu kesal tidak jelas.


"Melakukan apa? Aku belum selesai bicara! Maksudku aku hanya ingin tidur memelukmu tidak lebih!" Marvin menjelaskan.


Seketika wajah Killa memerah. Dia salah pengertian. Killa bodoh! Apa yang sedang kau pikirkan sih? Secara tidak langsung kau telah mempermalukan diri sendiri!


"Hahah! Kau sedang memikirkan apa gadis bodoh!" Marvin mengusap lembut pucuk kepala Killa. Lalu berlalu pergi menuju tempat tidur.


"Aku tidak memikirkan apa-apa!" Sahut Killa.


Dia pun menyusul Marvin ke tempat tidur dan berbaring di tempat nya. Tanpa aba-aba Marvin menggeser tubuhnya mendekati Killa. Melingkarkan tangan nya diperut gadis itu lalu mengelus nya dengan pelan.


"Apa yang kau lakukan!" Killa menahan tangan Marvin.


"Aku hanya ingin mengelus nya! Apa masih terasa sakit!" Marvin melepaskan tangan Killa yang menahan tangan nya.

__ADS_1


...🌹Jangan lupa like dan Vote nya🌹...


__ADS_2