Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 145 : Seperti malaikat pencabut nyawa.


__ADS_3

Marvin berbalik badan. Ia tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Killa dan menghujami nya dengan kecupan hangat.


"Cih, menjagaku? Maaf yah Tuan Marvin Louis yang sangat pemarah, aku Killa Roses bisa menjaga diri sendiri. Tanpa dirimu pun aku bisa hidup," ucap Killa dengan tersenyum miring.


"Oh ya, apa kau lupa semalam kau bilang apa padaku waktu mabuk?" Marvin tidak mau kalah.


Killa terdiam, memangnya dia bilang apa. Killa tak mengingat kejadian semalam. Yang ia ingat adalah, dia duduk makan malam bersama para karyawan. Dan terbangun pagi hari sudah ada diatas tempat tidur. Killa mencoba mengingat-ingat namun tetap saja hasilnya nihil.


"Jangan tinggalkan aku Vin, kau sangat tampan, ayo cium aku." Marvin memperagakan cara bicara Killa dan raut wajahnya semalam.


Pipi Killa memanas dan memerah. Apa benar dia berkata seperti itu. Sangat memalukan sekali pikirnya. Kau sudah tahu jika tidak bisa minum terlalu banyak, kenapa kau tetap saja minum Killa. Tak salah jika pria dingin ini mengatai dirimu bodoh, karena kau memang sangat bodoh!


"Yaa, kau pasti bohong. Aku tidak mungkin berkata dan bertingkah menjijikkan seperti itu."


"Hahaha, untuk apa aku bohong. Kau sendiri yang sudah meminta ku mencium mu. Aku tidak masalah, dengan senang hati. Aku akan memberikan seluruh jiwa bahkan tubuhku untukmu sayang."


Marvin mendekatkan wajahnya pada Killa. Killa yang gugup sontak memalingkan wajahnya yang memerah. Marvin pun tergelak, melihat wajah Killa yang merah dan tingkahnya yang lucu.


"Hahaha, dasar gadis bodoh. Minggir, aku mau mandi." Marvin pun berlalu pergi meninggalkan Killa.


Gadis itu nampak sangat gusar mengingat-ingat kejadian semalam yang sangat memalukan. Ia juga mulai merasa tidak tenang, bagaimana jika dia bertingkah aneh di depan para karyawan.

__ADS_1


Akkh!


Killa berteriak frustasi dan merutukki dirinya sendiri yang sudah melakukan hal aneh semalam. Killa hanya bisa berharap jika dia tidak melakukan kesalahan pada rekan kerjanya.


***


Pintu lift tertutup lalu mulai turun kelantai dimana departemen tempat Killa bekerja berada. Killa tak berhenti merasa tidak tenang hendak bertemu dengan karyawan lain yang ikut acara makan tadi malam.


Killa menoleh kearah samping. Dilihatnya Marvin yang tengah sibuk dengan ponselnya. Ia bersandar dengan tangan yang masuk kedalam saku celana. Wajahnya nampak serius.


"Vin," panggilnya dengan ragu-ragu.


"Hmm," jawab Marvin yang hanya berdehem dan mata yang masih tertuju pada layar ponsel.


"Tidak," jawab Marvin singkat.


"Huh, syukurlah. Aku memang sangat yakin, tidak mungkin aku melakukan hal aneh pada orang lain," ucap Killa menghela nafas lega.


"Aku belum selesai bicara, maksud ku adalah tidak salah lagi kau melakukan banyak hal aneh pada semua karyawan tidak tahu diri itu." Marvin tersenyum menyeringai.


"Benarkah, tidak mungkin. Huuaaa, malu sekali rasanya." Killa memegangi rambut dan mengacak-acak nya.

__ADS_1


Ting!


Tiba-tiba saja pintu lift terbuka mereka telah sampai.


"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Killa tidak bersemangat.


"Tunggu dulu," Marvin menarik tangan Killa.


Cups!


Marvin mengecup bibir Killa sekilas. Lalu merapikan rambut gadis itu, yang berantakan akibat ulahnya sendiri.


"Jangan khawatir, mereka tidak akan berani berkata apapun. Percaya dirilah seperti biasa, karena menurutku kau sudah melakukan hal benar semalam."


Marvin tersenyum lebar seperti telah memenangkan sebuah penghargaan. Ia pun mendorong tubuh Killa keluar dari dalam lift. Dan melambaikan tangannya seraya pintu lift mulai tertutup.


"Apa-apaan itu, kenapa dia begitu senang dan bukannya marah. Karena aku sudah melakukan hal aneh dan membuatnya malu."


Killa bergumam sambil berjalan menuju meja kerjanya. Meskipun Killa merasa ada yang aneh, karena para karyawan yang baru datang menatap kearah dirinya. Bukan menatap iri, namun menatap ketakutan. Seolah sedang melihat malaikat maut pencabut nyawa.


"Bukan hanya Tuan nya yang aneh, tapi seluruh karyawan nya juga sangat aneh," gumam Killa.

__ADS_1


...🌹Maaf untuk slow update nya🙏🏻🙏🏻🌹...


__ADS_2