Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 71 : Apakah aku serendah itu dimatamu?


__ADS_3

Didalam ruangan kerja Marvin.


"Kenapa kau diam saja dan membiarkan wanita itu menghardik dan hampir memukulku?" ucap Killa.


Marvin menoleh dan menatap Killa. "Bukan kah tadi aku sudah menghentikan nya!"


"Kau bukan menghentikan wanita itu! Tapi kau menghentikan ku dan membentak ku tadi! Sebenarnya setan apa lagi yang sudah merasuki mu Marvin!" ucap Killa kesal.


"Apa maksudmu!"


"Iya setan apa yang sudah merasuki mu kembali! Terkadang aku bingung dengan sikap mu yang berubah-ubah! Tadi pagi kau bersikap manis padaku! Tapi sekarang kau memanggilku hanya untuk membentak dan memarahiku!"


"Aku begini bukan karena kerasukan setan Killa! Aku tidak akan marah jika tidak ada sebabnya!"


Marvin tersulut emosi. Keduanya saling menatap tajam.


"Sebab? Memang apa hubungan nya kemarahan mu itu dengan diriku! Tuan Marvin yang terhormat!" Killa menekankan diakhir kata nya.


"Aku sudah mencoba percaya padamu Killa, bahkan bukan hanya mencoba! Tapi aku sudah sangat percaya padamu!"


"Yah terus kenapa? Jangan bertele-tele, katakan dengan jelas dimana letak salahku!"


"Jika kau membutuhkan uang! Kau bisa memintanya padaku! Tapi jangan melakukan pekerjaan yang seperti itu lagi! Apa kau lupa terakhir kalinya kau melakukan itu padaku!"


"Apa maksudmu Marvin Louis! Jangan melewati batasan mu! Kau tak berhak berkata seperti itu padaku!"


Killa tak suka dengan ucapan Marvin yang seperti merendahkan nya. Dia menunjuk tepat didepan wajah Marvin.


"Berkas penting tentang klien ku hilang diruangan ini!" ucap Marvin membelakangi Killa.


"Yah terus kenapa? Apa kau sedang menuduhku? Hahaha, aku tidak percaya kau menuduhku Marvin!"

__ADS_1


Killa menatap skeptis Marvin dan tertawa tak percaya.


"Aku tidak menuduh mu! Tapi jika benar kau yang melakukan nya, katakan saja padaku dan kembalikan berkas penting itu! Aku tidak akan menghukum dan memarahi mu!"


Marvin berbalik badan dan memegang kedua pundak Killa. Dia menatap mata gadis itu dengan lekat.


"Apa kau bilang? Mengaku? Jangan berharap besar dariku! Aku tidak akan pernah mengakui hal yang tidak pernah aku lakukan!"


Killa melepaskan tangan Marvin dari kedua pundaknya dan berlalu pergi. Tapi tangan nya ditarik oleh Marvin. Pria itu memeluk tubuhnya dari belakang.


"Kau mau kemana? Aku mohon Killa, katakan padaku dimana berkas itu? Aku janji aku tidak akan marah padamu!" ucap Marvin lagi.


Killa menghela nafas dengan kasar. Dia sangat marah, dadanya begitu panas. Dia melepaskan pelukan Marvin dengan sangat kasar.


"Kau keterlaluan! Kau benar-benar percaya aku yang melakukan nya? Siapa yang memberitahumu? Apa wanita ular itu? Aku akan mencekiknya sekarang juga!"


Killa hendak melangkah pergi mencari Hanna.


Marvin memperlihatkan laptopnya yang menayangkan rekaman CCTV. Yang di dalam nya terdapat rekaman Killa keluar masuk dari ruangan kerja Marvin.


Mata Killa membulat. Dia tidak percaya jika apa yang dilakukan nya kemarin. Membuatnya menjadi tersangka utama hilangnya berkas penting milik Marvin.


"Kau melihat rekaman ini! Dan langsung beranggapan jika aku yang telah mencuri berkas mu itu?"


Marvin menganggukkan kepalanya dan memalingkan wajah. Tak sanggup menatap wajah Killa terlalu lama. Karena rasa kecewa yang dia rasakan.


"Apakah aku serendah itu dimatamu?" lirih Killa yang matanya mulai berkaca. Berharap jawaban yang keluar dari mulut Marvin adalah 'Tidak'.


Pria itu seketika menoleh dan menatap nya. Dia hanya diam, mata nya juga berkaca-kaca. Katakan jika kau tidak menilai ku serendah itu Marvin!


"Sudah cukup!" Killa menepis tangan Marvin yang hendak menyentuh pipinya. "Diam mu itu sudah menjadi jawabannya!"

__ADS_1


"Aku kira kau tidak seperti orang lain yang memandangku sebelah mata! Tapi ternyata aku salah! Bahkan kau adalah orang yang paling menyakiti hatiku! Dinilai serendah itu padamu, entah kenapa hatiku sangat sakit!"


Air matanya sudah tak bisa terbendung lagi. Alhasil benih-benih kristal itu keluar membasahi pipinya. Killa mulai bernafas secara tidak teratur. Tiba-tiba saja dadanya terasa sangat sesak. Gadis itu memegangi dadanya.


"Aku menyesal telah membuatkan mu nasi goreng ini buatan ku yang kau sukai! Aku kira kita bisa mulai lebih memahami satu sama lain mulai hari ini! Tapi ternyata yang kudapatkan apa? Kau malah menuduhku melakukan hal serendah itu! Aku pergi!"


Killa pun pergi. Tapi sebelum nya dia menaruh sebuah tempat makan diatas meja kerja Marvin. Dengan hentakan yang keras. Sakit sungguh sakit rasanya. Killa pergi dengan hati yang terluka karena dituduh serendah itu oleh Marvin.


"KILLA! TUNGGU, KILLA BERHENTI!"


Marvin berteriak memanggil-manggil nya. Tapi Killa tak mau mendengar dia tetap berjalan keluar dari ruangan Marvin.


Saat berada diluar tak sengaja dia berpapasan dengan Ken dan juga Hanna. Tatapan Killa dan Hanna bertemu. Ingin rasanya Killa mencabik wajah mulus nya itu. Tapi dengan hati yang sudah terlanjur sakit. Killa hanya bisa menahan diri dan segera pergi dari tempat itu.


"Nona Killa!" Ken hendak mengejarnya.


"Jangan mengejar ku Ken! Aku butuh waktu sendiri!" Killa mengangkat tangan nya mengisyaratkan Ken untuk berhenti.


Lalu ia berlari pergi. Segera Ken masuk kembali kedalam ruangan Marvin dan disusul oleh Hanna dibelakangnya. Mereka berdua bertanya-tanya apa yang sudah terjadi didalam sana. Sampai-sampai Killa keluar dalam keadaan menangis.


🌹Mohon bantuan RATE nya yah teman-teman, karena jujur saja Author sangat kecewa dengan orang-orang yang sengaja bermain RATE seperti ini🙏🏻🙏🏻


Jika memang tidak suka dengan karya saya ini tinggal tidak usah dibaca dan tinggalkan! Tapi jangan memberi RATE yang rendah! Saya tidak pernah marah atau dendam kepada siapapun!


Hanya saja saya sangat kecewa dengan seseorang yang bermain-main dengan RATE disebuah karya seseorang😔😔


Jadi mohon bantuan nya untuk para readers yang baik hati, agar bersedia memberikan RATE 5 bintang dikarya ini! Untuk mengembalikan kembali seperti semula🙏🏻🙏🏻


SANGAT MEMOHON BANTUAN NYA TEMAN-TEMAN 🙏🏻🙏🏻🌹


__ADS_1


__ADS_2