
Killa pun mulai menyantap makanannya. Sedikit demi sedikit makanan nya sudah hampir habis. Killa menoleh kearah Marvin, dia sadar jika sedari tadi pria dingin itu hanya menatapnya terus menerus.
"Kau tidak makan? Aku lihat kau hanya menatapku sedari tadi!" Tanya Killa.
"Aku sudah makan!" Jawabnya singkat.
"Benarkah?"
Marvin mengangguk sembari menuangkan air putih kedalam gelas lalu memberikannya pada Killa. Naya yang melihatnya pun juga menyodorkan gelasnya agar dituangkan air putih juga oleh Marvin. Namun keinginannya itu sia-sia. Marvin malah menyodorkan balik tempat air minum tadi kepada Naya.
"Tuang sendiri, bukankah kau memiliki tangan yang lengkap!" Ucap Marvin ketus.
"Cih! Kakak ku juga memiliki tangan yang lengkap! Kenapa kau masih menuangkan dia minum! Dasar cari perhatian!" Cetus Naya sangat kesal.
Killa yang mendengar ucapan Naya pun malah tergelak. Dia tertawa dengan kerasnya. Perkataan Naya ada benarnya. Dia tahu jika Marvin sedang mencoba mencari perhatiannya.
Mereka tertawa bersama. Naya merasa senang bisa melihat sang kakak bisa tersenyum kembali. Setelah beberapa hari ia terus murung.
Begitu pun dengan Marvin. Ada perasaan lega dihatinya melihat senyuman terukir diwajah Killa. Sedikit demi sedikit kerasnya hati Killa mulai luluh. Meskipun dia sebenarnya tidak tahu jika Killa sudah memaafkannya sejak beberapa hari yang lalu. Hanya saja gadis itu ingin melihat sampai dimana perjuangan pria dingin itu untuk meluluhkan hatinya. Ternyata dia sangat bersungguh-sungguh mengaku salah dan meminta maaf.
Cantik, kau sangat cantik Killa jika tersenyum! Maafkan aku yang sudah membuatmu terluka! Batin Marvin.
Dasar pria dingin! Entah mencoba sampai sekuat apa untuk menjadi manis! Tetap saja wajahmu itu datar dan memancarkan aura dingin! Sangat menggemaskan! Batin Killa.
***
__ADS_1
Setelah selesai makan malam.
Killa dan Nayasedang duduk menonton tv diruang santai. Killa menoleh ke kiri dan kanan. Mencari-cari sosok Marvin. Pria dingin itu tidak menampakan batang hidung nya sejak tadi.
Terdengar suara piring dan sendok yang sedang beradu dari arah dapur. Killa merasa penasaran. Ia pun beranjak dari duduknya.
"Kak? Kau mau kemana? Film nya bentar mulai loh!" Tanya Naya yang melihat sang kakak beranjak dari duduknya.
"Sebentar, kakak mau lihat kakak ipar mu dulu! Kenapa dia sangat lama sekali tidak kembali dari dapur!" Jawab Killa. Raut wajah cemas tergambar diwajahnya.
"Khawatir yah?" Ledek Naya.
Killa hanya melirik tajam lalu berjalan menuju dapur.
"Apa mau dibantu?" Tawar Killa.
Marvin pun menoleh dan tersenyum pada gadis itu. "Tidak usah, tunggulah didalam! Aku akan segera kembali!"
"Kau yakin? Tidak mau ku bantu? Aku tidak akan menawarkan tawaran untuk kedua kalinya!" Ucap Killa.
"Tidak gadis bodoh! Pergilah, jangan menggangguku!" Ucap Marvin.
"Baiklah aku pergi!" Killa pun melangkah pergi.
Namun tanpa sengaja Killa terpeleset lagi. Tapi kini dia tidak sampai jatuh. Karena tangannya masih sempat berpegangan di keran wastafel.
__ADS_1
"Huft! Hampir saja!" Killa menghela nafas lega.
Akan tetapi Killa tidak sadar jika apa yang dia lakukan berdampak lain pada seseorang. Yang tak lain adalah Marvin. Pria itu tersembur air keran wastafel baju dan celemek nya semua basah. Begitu pun dengan wajah dan rambutnya.
"Astaga, Vin maafkan aku!" Killa merasa tidak enak, dia memegangi bagian depan baju Marvin yang basah.
Pria itu hanya menatapnya datar. Tapi tiba-tiba saja.
Byur!
Wajah dan baju yang Killa kenakan. Basah tersembur air. Marvin sengaja melakukannya. Pria dingin itu tertawa dengan kerasnya. Dia terus menyimburkan air pada Killa.
"Marvin berhenti! Basah, awwh!" Killa mencoba menghentikan tangan Marvin namun tidak bisa.
Mau tidak mau dia pun membalas perbuatan pria dingin itu. Hingga terjadilah banjir bandang dilantai dapur saat itu. Mereka berdua bagaikan anak kecil yang sedang bermain air. Tersenyum dan tertawa riang, tak jarang juga Marvin memeluk tubuh Killa untuk menghentikan tangan gadis itu yang terus menyemburkan air padanya.
Mereka berdua tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang memperhatikan. Naya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Melihat sepasang suami istri itu, yang sedang melakukan hal konyol.
"Lihatlah, jika sedang bertengkar mereka sudah seperti anjing dan kucing! Tapi jika sudah berbaikan, selalu saja berbuat hal konyol! Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran pasangan gila ini!" Gumam Naya.
...🌹 Jangan lupa like disetiap episode 🌹...
Bonus.
__ADS_1