Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 84 : Panas!


__ADS_3

Pagi harinya. Killa terbangun ketika matanya disilaukan dengan cahaya matahari. Yang masuk melalui pintu balkon kamarnya yang terbuka. Gadis itu menggeliat dan merenggangkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Pasti dia sengaja membuka pintu itu agar aku bangun dengan cepat!" gerutunya sembari bangun dan duduk.


Cklek!


Pintu kamar mandi terbuka. Sontak pandangan Killa tertuju pada pintu kamar mandi itu. Dilihatnya Marvin yang sedang berjalan keluar dari dalam kamar mandi, hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan. Menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Oh Shitt!" umpatnya spontan dan memalingkan wajah dengan cepat.


"Apa kau bilang? Apa aku tidak salah dengar? Kau sedang mengumpat diriku?" Tanya Marvin.


Killa menutup mulutnya yang baru saja mengeluarkan kata kasar. "Tidak, kau pasti salah dengar! Hahaha!" ucapnya tertawa tidak lucu.


"Dasar aneh!" Marvin kembali melangkah menuju lemari pakaian. Dia berdiri membelakangi Killa, mencari-cari setelan untuk dia kenakan.


Glek!

__ADS_1


Killa menelan ludah. Ketika melirik Marvin dengan sedikit demi sedikit. Bahu tegap pria itu yang lebar sangat menggoda dirinya. Bagaimana bisa ada seorang pria yang memiliki tubuh semulus itu. Bak seorang wanita.


"Apa sudah puas kau memandangi tubuhku?" tanya Marvin tiba-tiba. Pria itu menyadari jika sedari tadi dia sedang ditatapi oleh Killa.


Seketika dia panik dan jadi gelagapan. Karena kedapatan sedang mencuri pandangan. "Aku tidak menatapi mu! Percaya diri sekali!" ucapnya mengelak.


"Kalau begitu cepatlah mandi! Dan bersiap untuk kerja!" ucap Marvin.


"Baiklah!" jawabnya sigap dan langsung beranjak. Lalu ia berlarian kecil menuju kamar mandi. "Tunggu dulu!" langkahnya terhenti dan langsung menoleh.


"Bukanlah kita mau berangkat ke Beijing hari ini?" tanya nya dengan raut wajah bingung. Sampai tidak sadar jika Marvin sedang berdiri dihadapan nya masih dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Memang benar, jika hari ini kita akan berangkat ke Beijing! Tapi itu bukan berarti, kau harus bolos bekerja! Apa kau mau aku memotong gajimu?" ucap nya lembut sambil merapikan rambut Killa yang berantakan dengan kedua tangan nya. Namun diakhir kata dia menekankan sedikit dengan ancaman pedas.


"Panas!" kata yang keluar dari mulut Killa.


"Apa nya yang panas?" tanya Marvin pada nya dengan tatapan skeptis.

__ADS_1


"Hah? Maksudku udaranya kenapa semakin panas! Aku harus segera mandi, tubuhku begitu gerah!" Jawabnya sembarangan. Ia tersenyum kikuk dan berbalik badan, segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Bukan hanya bodoh dia juga aneh!" Marvin geleng-geleng kepala sembari mengenakan kemejanya.


***


"Mau kemana? Masuk!"


Tubuh Killa terhuyung menabrak tubuh Marvin. Ketika pria itu menariknya paksa masuk kedalam lift khusus CEO. Padahal dia sengaja berjalan lebih cepat. Agar terhindar dari ajakan menggunakan lift yang sama oleh Marvin.


"Vin,!" ucap Killa pelan memanggil nama Marvin dengan sebutan belakang nya saja.


Marvin menoleh kearah gadis itu dengan raut wajah datarnya. "Kenapa? Apa ada yang mengganggumu?"


"Kau tau! Jika aku bisa saja mematahkan lenganmu itu! Jika kau menarik tubuhku seperti itu lagi!" Tatapan nya tajam dengan berapi-api.


Marvin malah tergelak sambil tangannya menonjol-nonjol dahi Killa. "Kau kira aku takut dengan ancaman mu itu! Hanya dalam sekejap saja, aku bahkan bisa membuatmu terkunci dibawah ku! Hingga tidak bisa bergerak!" ucapnya seakan meremehkan Killa.

__ADS_1


...🌹 Jangan lupa like 🌹...


__ADS_2