
Killa sangat terkejut dengan pengakuan Marvin. Daging yang dia makan jadi susah untuk tertelan. Dia pun mulai tersadar dengan alasan Marvin menikahinya. Apa dia sengaja menikahi ku untuk membatalkan pernikahan nya dengan wanita yang dicintai adiknya itu? Apa wanita itu yang berada di dalam bingkai foto yang dia simpan di meja kerjanya?
"Maaf jika aku terlalu banyak bertanya!" ucap Killa merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa! Tidak ada yang perlu ku sembunyikan denganmu!" ucap Marvin tersenyum.
Deg deg deg!
Killa tertegun dengan ucapan dan senyuman manis yang diberikan oleh Marvin barusan. Apa maksudnya tidak ada yang perlu disembunyikan? Apa peranku sangat penting untuk hidupnya? Sampai tidak ada yang perlu disembunyikan dariku?
"Apa kau mencintai wanita itu? Tunangan mu?" tanya Killa penasaran.
Marvin menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memiliki perasaan apa-apa kepadanya!" jawab pria berwajah dingin itu.
"Oh!" Killa menjawabnya singkat lalu kembali dengan suapan terakhir makanan nya.
"Kenapa? Apa kau cemburu?" tanya Marvin tiba-tiba. Membuat Killa kembali tersedak.
Uhuk uhuk uhuk!
"Ini minumlah!" Marvin menuangkan kembali air kedalam gelas Killa. Gadis itu meminumnya sampai habis.
"Apa kau bilang? Aku cemburu? Hahaha, tidak mungkinlah! Apa aku segila itu untuk merasa cemburu terhadap pria yang tidak aku cintai! Apa lagi seperti mu!" Killa tergelak tawa. Sambil berkata dengan sedikit menyinggung pria disebelahnya itu.
__ADS_1
Marvin menatap tajam Killa. "Apa maksudmu aku tidak pantas dicintai?"
"Ti-tidak bukan itu maksudku! Tapi Maksudku---" Killa terbata-bata. Tenggorokan nya serasa tercekat tak bisa mengeluarkan kata-kata. Tatapan tajam Marvin membuatnya membeku.
"Apa? Kenapa kau diam tak menjawab?" Marvin bertanya kembali kini dengan wajah yang ia dekatkan dengan wajah Killa. Membuat gadis itu semakin tak berkutik.
Prok prok prok!
Suara tepuk tangan seseorang dari arah pintu. Sontak membuat Killa dan Marvin sama-sama menoleh kearah sumber suara.
"Bagus yah kalian berdua sangat jahat karena tidak memberitahuku!" ucap Naya sembari berjalan mendekati sepasang suami istri yang tengah berdebat itu.
"Naya? Sejak kapan kau ada disana?" Killa jadi gugup dia takut jika sang adik mendengar pembicaraan mereka tadi. Killa menatap Marvin. Sedangkan Marvin malah memalingkan wajah sambil memijit belakang lehernya.
Apa gadis itu mendengar pembicaraanku barusan dengan Killa! Mengingat tadi pagi dia bersikeras menuduhku dan kakak nya hanya bersandiwara! gumam Marvin.
"Je-jelaskan? Aku--" Killa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia kebingungan harus menjawab apa.
"Kau benar! Kami berdua telah membohongimu!" ucap Marvin tiba-tiba. Dia merasa sudah tidak bisa berbohong lagi. Karena Naya pasti sudah mendengar percakapan mereka berdua tadi.
Killa terkejut dia langsung menggenggam kuat tangan Marvin yang berada dibawah meja. Dia menggelengkan kepalanya agar Marvin tidak bicara yang sebenarnya.
"Bohong?" Naya semakin menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Iya kami telah berbohong padamu!" ucap Marvin.
"Tuh kan benar! Kalian sudah bohong! Tak mengajak ku makan malam enak seperti ini! Kau juga kakak ipar! Kau sama saja seperti kakak ku, jika sedang makan yang enak-enak tak pernah mengajak ku!" sambung Naya mengomeli kedua orang itu.
"Apa?" ucap Marvin dan Killa bersamaan.
"Aku marah karena kalian tak mengajak ku makan malam enak ini!" ucap Naya dengan wajah polosnya.
Seketika Marvin dan Killa menghela nafas bersamaan juga. Ternyata Naya sedang membicarakan hal lain. Hampir saja mereka ketahuan karena Marvin hendak berbicara jujur.
"Heh! Aku tidak percaya jalan pikiran kalian berdua, dasar wanita...." Marvin beranjak dari duduk nya lalu berlalu pergi meninggalkan kakak beradik itu.
Dasar adik dan kakak yang sama-sama bodoh! Bagaimana bisa aku menampung orang-orang bodoh seperti mereka disini! Hampir saja aku mengatakan yang sebenarnya! gumam Marvin menggerutu.
Sepeninggal Marvin.
"Ada apa dengan kakak ipar? Kenapa dia malah marah?" tanya Naya sembari menatap kepergian Marvin.
"Aughh! Dasar bocah, kau hampir membuat kami berdua jantungan! Sudahlah aku mau tidur, besok aku masih harus bekerja!" Killa melempar tisu ke depan wajah Naya, kemudian berlalu pergi menyusul Marvin.
"Apa-apaan dengan kalian berdua! Sangat aneh! Seharusnya aku yang marah tapi kenapa malah kalian berdua yang marah!" ucap Naya tidak terima di lempar tisu oleh sang kakak.
"Kau tidak tahu apa-apa anak kecil! Tidurlah selamat malam!" ucap Killa sebelum akhirnya menghilang dari balik lorong.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah mendengar semuanya kak! Tapi aku tidak mau kalian jadi canggung terhadapku! Karena itu aku lebih memilih diam! Aku hanya akan berharap bahwa pernikahan kalian ini akan berubah menjadi nyata bukan hanya sandiwara!" Naya menghela nafasnya menatap nalar kepergian sang kakak.
...🌹Jangan lupa like dan komentar yah! Udah dikasih up loh🌹...