
Killa menghentikan langkahnya diambang pintu menuju dapur. Dia melihat Ken yang tengah menyiapkan makan malam bersama dengan Naya. Mereka tertawa bersama dan berbincang akrab.
Sudah lama kakak tidak melihatmu tertawa seperti itu Nay! Senang rasanya bisa melihatmu seperti itu, walaupun bukan bersama kakak! Batin Killa merasa terharu.
Lagi asik melamun sambil menatap keindahan di depan mata. Tiba-tiba saja, Killa dikejutkan dengan langkah kaki seseorang yang ternyata ada dibelakangnya.
"Sedang apa kau disini? Kenapa tidak melanjutkan langkahmu kedapur!" Marvin berucap ketus.
"Kau selalu saja mengagetkan ku!" Killa menoleh sinis.
"Minggir!" Marvin mendorong tubuh Killa. Hingga terdorong masuk ke dapur.
"Kakak ipar silahkan duduk! Makan malam sudah siap!" ucap Naya bersemangat.
"Duduklah! Apa kau mau terus berdiri?" cetus Marvin pada Killa.
Killa pun segera duduk di kursi makan samping Marvin duduk.
"Tuan silahkan dimakan!" ucap Ken mempersilahkan Marvin untuk makan.
"Terima kasih Ken!"
Namun ketika hendak menyuap tiba-tiba saja Marvin merasa tangan nya berdenyut. Hingga garpu yang ia pegang menggunakan tangan kiri nya terlepas. Marvin memegangi tangan kirinya itu. Luka bekas tersayat itu kembali berdenyut.
__ADS_1
"Tuan apa anda baik-baik saja?" Ken nampak cemas. Dengan sigap dia langsung menghampiri Tuan nya itu.
"Berikan tanganmu padaku!" Killa meraih tangan Marvin dan melihat dengan seksama luka tersebut.
"Kau terlalu memaksakan tanganmu ini!" lanjutnya.
"Biarkan aku mengobati tangan anda Tuan!" Ken hendak pergi mengambil kotak P3K. Tapi ditahan oleh Killa.
"Tidak perlu Ken! Kau makan saja! Nanti aku yang akan mengobati tangan Marvin, kau tidak perlu cemas!" ucap Killa.
"Baiklah Nona! Terima kasih sudah mau merawat Tuan!" ucap Ken tersenyum lalu kembali duduk di kursinya.
Marvin mengerinyit menatap Killa dengan heran. "Jika kau mengobatinya nanti! Bagaimana aku akan makan sekarang?" protes Marvin.
Pria itu terdiam. Dia tidak jadi marah. Kenapa tidak terpikirkan dari tadi. Jika semudah ini untuk membuat Killa perhatian padanya. Marvin merasa sangat beruntung karena Killa akan menyuapinya makan malam ini.
"Hmm! Baiklah kali ini aku akan membiarkanmu menyuapiku! Tapi hanya untuk kali ini saja!" Ucap Marvin ketus dengan wajah seakan tidak perduli. tapi padahal di dalam hatinya dia melompat kegirangan.
Killa pun mulai memotong menjadi beberapa ukuran kecil steak yabg dimasak oleh Ken. Lalu menusuknya dengan garpu dan menyuapkan nya pada Marvin.
Marvin hanya diam menatap sendu gadis yang tengah menyuapinya itu. Apa lagi ketika Killa menyuap potongan steak dan memasukan kedalam mulut nya sendiri. Pria itu tersenyum miring dengan penuh arti.
Dia makan menggunakan garpu yang sama! Gumam nya licik.
__ADS_1
Arti dari perkataannya itu sangatlah licik. Garpu yang sama, tanpa disadari mereka berdua sudah berciuman. Karena apa? Karena garpu itu pertama menyentuh bibir Marvin lalu menyentuh bibir Killa selanjutnya.
Marvin sudah benar-benar tidak bisa mengontrol diri lagi. Rasa cinta nya pada Killa mengubah dirinya sedikit demi sedikit. Perubahan nya itu pun sangat dirasakan oleh Ken. Asisten pribadinya yang sangat setia itu.
Ken dan Naya terdiam melihat sepasang suami istri itu. Saya rasa anda sudah jatuh cinta pada Nona Killa, Tuan! Sorot mata anda tidak bisa berbohong! Gumam Ken.
"Cih!" Naya membanting garpu dan pisau yang ia pegang keatas piring. Membuat semua nya memandang kearah nya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Killa keheranan.
"Ada apa Nona Naya?" Tanya Ken juga yang terkejut dengan sikap Naya.
Sedangkan Marvin hanya diam menatap dengan dingin dan memilih berbicara didalam hati. Kenapa dia menatapku seperti itu? Matanya setajam kakaknya yang bodoh ini!
"Aku sangat membencimu kakak ipar!" Teriak nya sambil menunjuk Marvin. Amarah nya yang sedari tadi ia tahan akhirnya keluar juga.
Ken dan Killa terhentak kaget. Secara kompak bersamaan dia menatap ke arah Marvin. Sedangkan yang ditatap hanya memasang wajah datar dengan tatapan dingin kepada Naya.
Killa mengernyit heran. Ada apa dengan kedua orang ini?
Terjadilah ketegangan antara Marvin dan Naya saat itu. Seperti ada petir dan kilat yang menyambar-nyambar diantara. Tatapan tajam mereka masing-masing. Akan tetapi sudut bibir Marvin tertarik sedikit. Dia tersenyum tipis, karena tau akan penyebab dari kemarahan Naya.
...🌹Jangan lupa like dan dukung terus yah! Dukungan dari kalian pasti membuatku semangat🤗🌹...
__ADS_1
...Note : Author minta maaf karena baru bisa up satu episode! Lanjut agak siangan yah, karena banyak banget kerjaan! Semoga kalian para readers yang baik hati bisa bersabar dan menunggu yah 🙏🏻🙏🏻☺️☺️...