Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 40 : Gosip para karyawan.


__ADS_3

"Tolong kamu siapkan berkas catatan hotel dari tahun 2017 hingga 2019 dan susun menurut bulan nya!" ucap Hanna.


"Tapi aku--"


"Ada apa? Apa ucapan ku kurang jelas?" Hanna menengok.


"Tidak! Maksudku apa kau tidak menemaniku disini?"


"Untuk apa? Pekerjaanku bukan disini! Sebaiknya kau cepat selesaikan pekerjaan mu ini, karena Tuan Marvin akan berada di ruangannya siang ini!"


"Apa maksudmu?" Killa mengerinyit heran.


"Setelah semua berkas catatan nya selesai, kau harus membawanya ke ruangan Tuan Marvin!"


Hanna menatap Killa dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Dia memakai pakaian yang mahal! Tapi bagaimana bisa dia mencari pekerjaan seperti ini? Dimana Tuan Marvin menemukan nya! Sangat tidak berpengalaman!


"Baiklah, aku akan selesaikan sebelum jam makan siang!" ucap Killa yang sudah mulai berjalan memutari rak-rak kayu itu.


Kenapa dia selalu menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa dia tak tahu jika aku ini adalah istri dari pemilik HOTEL ini? Gayanya sungguh selangit! Killa menggerutu di dalam hatinya.


Gadis itu tanpa sadar mengakui sendiri, jika dirinya adalah istri dari Tuan dingin dan kaku itu. Sesaat tersadar kembali telah mengatakan hal yang mengerikan itu. Killa memukul pelan kepalanya. Killa apa-apaan itu? Kenapa kau mengakui jika kau adalah istrinya? Untung saja tidak ada yang mendengarnya!


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Hanna sembari berjalan melenggang keluar dari ruangan itu.


Killa menghela nafas nya panjang. Kenapa harus pekerjaan seperti ini sih yang diberikan pria dingin itu padanya. Memang benar jika dirinya tak memiliki ijasah sekolah yang tinggi. Tapi paling tidak sebagai istrinya Killa harus mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih layak. Pikir gadis keras kepala itu.


Tak terasa matahari semakin tinggi memancarkan terik nya yang begitu panas. Meskipun berada di dalam gedung. Tapi Killa masih bisa merasakan udara yang begitu pengap dan sangat panas.


Ruangan tempat dia sekarang berada tidak memiliki pendingin ruangan. Karena itu Killa merasa sangat kepanasan. Ia pun membuka dua kancing kemeja nya dari atas. Agar udara masuk kedalam kemeja dan menyejukkan sedikit kulitnya yang berkeringat.

__ADS_1


"Huft! Akhirnya selesai juga! Aku harus segera membawanya ke ruangan pria itu! Tapi dimana? Aku belum sempat bertanya kepada Manager Hanna?"


Gadis itu menghela nafas lelahnya. Setelah melewati beberapa jam akhirnya dia telah selesai menjalani tugas pertama nya sebagai karyawan hotel itu. Tapi Killa bingung dimana ruangan tempat Marvin bekerja. Dia lupa untuk bertanya kepada Hanna.


Killa berjalan dengan sangat hati-hati sambil membawa berkas-berkas yang menumpuk ditangan nya itu. Semua karyawan nampak terbelalak melihat Killa yang santai mengangkat berkas-berkas itu. Bagaimana bisa seorang wanita sangat kuat, seperti tidak merasakan beban sedikitpun.


"Lihat dia sangat kuat!"


"Benar-benar wanita yang kuat, aku sudah pernah mencoba membawa berkas-berkas itu tetapi sangat berat"


"Bahkan seorang pria tidak akan sanggup membawa sebanyak itu"


"Siapa dia? Apa karyawan baru disini?"


"Cantik!"


"Entahlah, aku rasa dia adalah orang penting! Aku tak mau berurusan dengan nya!"


Karyawan-karyawan itu membicarakan nya. Tapi Killa tetap acuh dan tidak perduli. Begitulah bagusnya seorang Killa, dia tidak pernah mau bertindak hal yang gegabah. Untuk apa meladeni omongan orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui bagaimana cerita hidupnya. Hanya akan membuang-buang waktu saja pikir Killa.


Tak sengaja Hanna datang melewati kerumunan karyawan yang tengah bergosip itu. Sempat terdengar di telinga nya jika salah satu karyawan telah berucap. "Sepertinya dia orang penting!".


"Hey, apa yang kalian lakukan disini? Kembali bekerja! Jangan membuat gosip yang tidak-tidak! Atau kalian mau saya pecat?" dengan nada tinggi Hanna membubarkan kerumunan tukang gosip itu.


Ada perasaan kesal di dalam hatinya. Orang penting apaan? Jelas-jelas dia tidak memiliki pengalaman dalam bekerja! Darimana terlihat pentingnya orang itu buat Tuan Marvin!


Hanna pun berjalan mendekati Killa. Gadis itu celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu. "Nona Killa? Apa kau sudah selesai?"


"Eh, maaf Nona Hanna! Saya ingin bertanya, dimana ruangan Tuan Marvin Louis berada?" tanya nya sembari tersenyum paksa.

__ADS_1


"Ruangan Tuan Marvin ada dilantai 10, silahkan melewati lift yang ada disebelah sana!" Hanna menunjuk kan arah tempat lift karyawan berada.


"Terima kasih Nona Hanna!" Dengan segera Killa melangkah menuju lift tersebut.


Tapi ditengah jalan pintu lift itu bergerak menutup. Killa tak mau membuang waktu untuk menunggu lift berikutnya. Dia pun segera berlari. Alhasil Killa berhasil masuk tepat waktu.


Tapi dia tak sengaja menabrak seorang pria yang juga berada di dalam lift itu. "Maaf-maaf! Saya tidak sengaja!" ucap Killa.


"Tidak apa-apa" ucap pria itu.


Killa hendak menekan tombol lift tapi tangan nya sangat susah bergerak karena tumpukkan berkas itu.


"Lantai berapa?" tanya pria itu tiba-tiba.


Killa menoleh kearah pria itu. "Lantai sepuluh, terima kasih" ucap nya tersenyum.


Pria itu membalas senyuman Killa. "Sama-sama!"


Tak lama kemudian, lift berbunyi dan pintunya terbuka. Mereka telah sampai di lantai sepuluh gedung.


"Apa kau yakin akan membawa nya sendiri! Aku rasa kau memerlukan bantuan?" ucap pria itu ketika Killa berada di ambang pintu lift.


"Tidak-tidak, saya bisa sendiri! Terima kasih untuk tawaran nya!" ucap Killa seraya menengok sedikit.


"Tidak masalah, kalau begitu hati-hati"


Pintu lift pun kembali tertutup. Killa menghela nafasnya sembari membenarkan letak berkas-berkas yang ada ditangan nya itu.


...🌹Jangan lupa like🌹...

__ADS_1


__ADS_2