
Setelah memastikan Marvin dan Killa masuk kedalam rumah. Rey, Gavin, dan Reghata berpamitan langsung pulang. Mereka pikir Marvin dan Killa membutuhkan waktu untuk beristirahat. Setelah penerbangan selama beberapa jam tadi.
Tap tap tap!
Suara langkah kaki seseorang terdengar menuruni satu persatu anak tangga. Marvin dan Killa mendongak menatap orang tersebut. Seorang pria paruh baya. Meskipun umurnya yang sudah pasti diatas lima puluh tahun. Dia masih memiliki wajah yang tampan dan postur tubuh yang tegap. Rambutnya berwarna putih, dengan alis yang juga berwarna putih.
"Pergilah beristirahat, kamar kalian sudah dibersihkan oleh pelayan!" Ucap pria paruh baya yang bernama asli Kevin Louis itu. Ayah dari Marvin. Sebut saja dia Ayah Kevin.
"Hmm!" Marvin hanya mengangguk.
Killa sedikit heran ada apa dengan Marvin, sikapnya sangat dingin pada sang ayah. Tangannya ditarik oleh Marvin menaiki tangga kelantai dua.
Tapi saat melewati ayah Kevin, Killa membungkuk sedikit untuk memberikan rasa hormatnya. Ia berlari kecil mengikuti langkah Marvin yang begitu lebar. Menuju kamar tidur yang telah disiapkan untuk mereka berdua.
Didalam kamar.
Apa aku sudah boleh bicara? Batin Killa. Menatap Marvin dengan penuh harapan.
__ADS_1
"Bicaralah, kau sudah lepas dari hukuman!" Ucap Marvin malas sembari menjatuhkan diri diatas sofa. Nafasnya terdengar sangat lelah dan matanya juga tertutup.
"Akhirnya!" Killa bernafas lega karena sudah terlepas dari hukumannya.
"Kalau begitu aku akan mandi lebih dulu!" Ucapnya dengan nada semangat.
"Pergilah!" Sahut Marvin singkat dan dingin. Membuat nya seketika menoleh kearah pria itu.
"Ada apa denganmu? Bukan nya senang telah kembali kerumah, tapi malah cemberut seperti itu! Bad attitude!" Sahutnya sembari berjalan kearah kamar mandi.
Sekitar sepuluh menit sudah berlalu. Killa pun sudah selesai membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Ia segera keluar dan menghampiri Marvin yang masih dalam posisi yang sama.
"Apa yang kau lihat?" Ucap Marvin tiba-tiba tanpa membuka matanya. Dia tahu jika Killa sedang menatapnya sedari tadi.
Killa langsung gelagapan dan panik. Ia pun memalingkan wajahnya kearah lain. "Aku tidak melihat apa-apa!" Ucap nya beralasan.
Grab!
__ADS_1
Dalam kesekian detik. Tubuhnya dipeluk oleh Marvin. Pria itu mengeratkan pelukannya. Berhasil membuat jantung Killa berdebar sangat cepat.
"Apa yang kau lakukan?"
Killa mencoba melepaskan. Namun Marvin tidak mau. Dia tetap tidak mau melepaskan. "Biarkan aku memelukmu Killa, untuk menghilangkan rasa perih ini!"
Marvin menyandarkan kepalanya dipundak Killa. Tubuh Killa menjadi penawar untuk rasa perih yang dia katakan. Perih, apa yang sebenarnya Marvin rasa perih.
"Perih? Apa yang perih? Apa kau terluka?" Tanya Killa bingung dan sedikit rasa cemas.
"Hatiku! Mungkin terdengar seperti orang bodoh! Tapi hatiku benar-benar terasa sangat perih saat ini!" Lirih Marvin yang tanpa Killa ketahui air mata pria itu menetes.
Tangan kanannya bergerak memegangi dadanya sendiri. Sedangkan yang kiri masih tetap memeluk Killa.
"Tenanglah, tidak apa-apa! Kau tidak perlu merasakan cemas apapun! Aku ada disini untuk mu pria dingin! Aku tahu kau adalah pria yang kuat!" Ucap Killa sembari mengusap-usap lembut punggung belakang Marvin.
Hatinya tergerak dan sedikit tersentuh. Entah kenapa dia merasa bisa merasakan perih yang dirasakan oleh Marvin. Meskipun dia tidak tahu apa yang sebenarnya membuat pria dingin itu menjadi seperti ini.
__ADS_1
...🌹Jangan lupa like ditiap episode yang sudah author up🌹...
...Note : Hanya sekedar mengingatkan untuk para readers Killa dan Marvin🙏🏻. Jika cerita ini hanya sebuah karangan author saja! Dan juga untuk genre memang author memasukan genre action dan mafia! Tapi cerita ini lebih ke genre romantis yah kakak kakak readers🙏🏻🙏🏻. Jadi untuk karakter Killa jika ada yang tidak suka, dan merasa ada sedikit kejanggalan,🙏🏻Mohon pengertianya yah☺️🙏🏻...