Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 23 : "Kau akan aman bersamaku"


__ADS_3

Sampailah mereka di sebuah perempatan jalan yang sepi malam itu. Semua yang ada di dalam mobil nampak sedang memperhatikan sekeliling. Mencari-cari keberadaan Naya. Karena letak titik GPS ponsel Naya berakhir di tempat itu.


"Bos, tidak ada tanda-tanda seseorang disini, kami hanya menemukan ini saja dari balik semak-semak itu" anak buah Ken menyerah kan pada nya sebuah ponsel yang di dapat di dalam semak yang letak nya tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


"Ini ponsel Naya...." Killa meraih ponsel tersebut.


"Benarkah? Kalau begitu pasti ada sesuatu di dekat sini, mungkin gudang atau pabrik kosong...." Ucap Marvin kepada Ken.


"Cepat berpencar telusuri daerah ini...." Perintah Ken kepada anak buah nya.


Tak lama kemudian mereka sudah berhasil menemukan gudang kosong yang diyakini tempat dimana Naya berada.


Diluar gudang tersebut.


Enam orang tersebut berdiskusi. Marvin membagi tiga regu untuk berpencar. Dan dirinya sendiri berpasangan dengan Killa. Entah kenapa Marvin merasa Killa akan aman jika berada di dekat nya.


Tiga regu itu pun masuk perlahan menyusup melalui tiga pintu yang berbeda.


"Apa yang kau lakukan? Menjauh dari hadapan ku" bisik Killa dengan raut wajah kesal. Ketika Marvin berjalan di depan nya.


"Tetap lah dibelakang ku, kau akan aman" ucap Marvin menoleh.


"Cihh, kau kira aku akan aman berada dibelakang mu? Aku bisa jaga diri sendiri....minggir" Killa mendengus kesal sambil berjalan melewati Marvin.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja.


BRAK.


Sebuah tiang besi terjatuh hampir mengenai Killa, jika saja Marvin tidak menarik wanita itu ke dalam dekapan nya.


Lagi-lagi Killa bertabrakan dengan dada bidang Marvin. Jantung nya berdegup dengan cepat, Killa menelan salivanya yang sangat sulit.


"Lepaskan aku....mmmhhh" Killa berdecak kesal, sebelum selesai berkata Marvin menutup mulut Killa lalu menarik nya bersembunyi di balik dinding.


"Diam lah, ada langkah kaki yang mendekat" bisik Marvin.


Sempit sekali. Killa merasa sesak sendiri ketika Marvin menghimpit nya. Bahkan degup jantung Marvin bisa dia dengar. Marvin mengeratkan pelukan nya. Ketika suara langkah kaki itu terdengar mulai mendekat.


"Jangan bergerak...." Bisik Marvin. Killa diam mengangguk.


"Sudah...." Jawab Marvin.


Huft.


Killa menghela nafas lega. Berada sedekat itu dengan Marvin membuat nya hampir terkena serangan jantung. Entah kenapa jantung nya selalu saja berdegup cepat sekali.


Kedua nya pun kembali mengendap-endap menyusuri tiap ruangan di gudang kosong itu. "Hei, siapa kalian" teriak seseorang yang sudah berlari membawa kayu ke arah Marvin dan Killa dari arah belakang.

__ADS_1


BRAK.


BUGH.


BUGH.


BUGH.


Killa menghadang pria tersebut, ia menjegal kakinya hingga terjatuh. Lalu merampas kayunya kemudian memukul kan nya kepada pria itu.


"Cepat tangkap mereka, jangan sampai lepas...." Ucap pria yang sudah terkapar lemas itu. Ia berteriak memanggil teman-teman nya.


"Marvin ayo cepat lari...." Teriak nya. Sembari menarik tangan Marvin berlari menjauh dari tempat itu.


Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan gelap. Killa merasa ada seseorang yang menarik tangan nya hingga mereka berdua terpencar.


"Killa...." Marvin memanggil-manggil nama nya.


"Lepaskan aku, brengsek lepaskan tanganmu dariku...." Killa mencoba untuk melepaskan cengkraman kuat tangan-tangan kekar yang memegangi tubuh nya.


Killa terus mencoba memberontak ketika tubuhnya semakin diseret menjauh dari Marvin. Teriakan Marvin yang memanggil namanya pun semakin tidak terdengar lagi.


BRAK.

__ADS_1


Killa dihempaskan ditumpukkan kayu-kayu oleh orang-orang yang menyeretnya tadi. Lampu seketika menyala. Menampakan wajah-wajah seram dari orang-orang itu.


...Note : Jangan lupa like 🌹🌹...


__ADS_2